Menikah Dengan Gadis Panti Asuhan

Menikah Dengan Gadis Panti Asuhan
Bab 1.Alanis Yasmin


__ADS_3

...Halo readersku tersayang,semoga kalian masih suka baca novel dari author abal-abal kayak aku ya..hehehe......


...Ini cerita baru dari aku..semoga kalian semua suka dan bisa tetap dukung aku ya.....


...Salam sayang untuk kalian...


...❤️❤️...


...***...


Sejak usianya beranjak remaja,Alanis Yasmin justru dititipkan oleh ibunya di panti asuhan.


Ibunya tidak punya pilihan lain karena keluarga mereka tidak ada yang ingin mengurus Anis,dengan alasan tidak sanggup jika karena kondisi ekonomi yang pas-pasan.


Ibunya sendiri mendapat tawaran untuk bekerja di Luar Negeri sebagai Tkw,ditengah kebingungannya,akhirnya Anis harus dipaksa tinggal di salah satu panti asuhan milik keluarga Abi Rahman,sahabat dekat Ayahnya sejak lama.


Ayahnya sendiri sudah meninggalkan mereka sejak Anis berusia sepuluh tahun,tepatnya tiga tahun lalu,karena sering sakit-sakitan akibat sering bekerja terlalu keras.


Karena pekerjaannya sebagai satpam di kantor tempat Abi Rahman bekerja,mengharuskannya begadang semalaman jika sedang bertugas malam hari.


Jika siang hari tidak ada pekerjaan,Ayahnya sering membantu di panti,dan juga sering mengajak Anis saat hari Minggu.


Anis yang begitu menyayangi Ayahnya,karena sosok Ayahnya yang selalu perhatian dan selalu memberinya nasihat setiap malam,merasa sangat hancur saat cinta pertamanya itu harus meninggalkannya saat dirinya beranjak remaja.


Kenangan menyakitkan itu dia simpan dalam-dalam ketika sampai di panti asuhan "Cinta Bunda" .


Letak panti yang tidak jauh dari rumahnya itu memang membuatnya seringkali ingin pulang kembali kerumah kontrakan yang tidak begitu besar.


Tapi karena Umi Sarrah selalu menjaganya dengan baik,maka dia berusaha menerima kenyataan hidupnya.


Sampai akhirnya rumah kontrakan itu kembali dihuni oleh orang lain,maka hilang sudah harapan Anis untuk kembali kesana.


Hidupnya saat itu benar-benar bergantung di panti asuhan.


Umi Sarrah,istri dari Abi Rahman,sering membawa Anis kedalam rumah tinggal mereka,agar Anis bisa menganggap keluarga Abi Rahman seperti keluarganya sendiri.

__ADS_1


Anis sendiri merupakan anak asuh yang paling tua disana,karena semua adik-adiknya masih duduk dibangku SD.


Hanya dia yang sudah duduk dibangku SMP.


Dia sering bertemu dengan anak pertama Abi Rahman yang saat itu sedang berkuliah.


Usia mereka berbeda jauh,Anis masih berusia 13 tahun saat pertama kali masuk kedalam panti,sementara Nata Habibi sudah berusia 23 tahun dan sedang sibuk menyusun skripsi,dia terlambat berkuliah setahun karena sibuk membantu Abinya di panti asuhan.


Anis yang beranjak remaja itu,sering memperhatikan Nata diam-diam,meski jarang berbicara,tapi Anis suka melihatnya.


Hingga saat memasuki jenjang SMA,Anis malah menjadi murid Nata.


Nata yang menjadi pengajar Agama di Madrasah Aliyah tempat Anis bersekolah,membuat mereka sering bertemu,tapi Nata hanya melihat Anis sebagai anak asuh di panti milik Abinya,juga sebagai salah satu muridnya yang harus dia ajarkan bagaimana menjadi murid yang taat akan Agama.


Anis yang saat itu sudah menjadi anak remaja seutuhnya,selalu diam-diam memperhatikan Nata,baik disekolah maupun dirumahnya.


Anis yang juga tidak punya tempat untuk kembali,meski usianya sudah remaja,akhirnya harus tetap tinggal di panti sampai waktu yang tidak bisa dia perkirakan.


Sesekali dia menelpon ibunya menggunakan telepon di panti,karena Anis selalu menolak jika ibunya mengatakan akan mengiriminya sebuah ponsel.


Ibunya hanya sering berkata tidak tau kapan bisa kembali.


Dia sering menangis sendirian di ranjang susun miliknya saat menjelang tidur,entah apa yang dia tangisi,setiap hari dia merasa dadanya sesak tidak karuan.


Bahkan malam hari,di hari ulang tahunnya yang ketujuh belas tahun,dia hanya bisa menangis sesenggukan di halaman belakang panti.


Dia tidak menerima ucapan apapun dari ibunya.


Juga tidak ada hadiah dari siapapun.


Dia menangis disana dengan harapan tidak akan ada yang melihatnya.


...*...


Setelah puas menangis,dia kembali kekamarnya.

__ADS_1


Anak-anak lain hampir semuanya sudah tertidur di kamar masing-masing.


Hanya tersisa beberapa anak yang sedang sibuk mengerjakan tugas sekolah dikamar Anis.


Anis menyapa mereka saat masuk kedalam ruangan berukuran 4×4 meter itu,mereka semuanya berusia remaja,mereka sengaja disatukan agar bisa saling berbagi cerita,karena usia mereka yang hanya berbeda dua atau tiga tahun.


Enam orang mengisi ruangan yang tidak begitu besar itu,mereka berada di ranjang susun.


Anis suka berada di ranjang bagian atas,agar kakinya bisa sering berolahraga katanya.


Dibawahnya,ada Laila yang selalu sibuk mengoceh sebelum tidur,juga menjadi teman dekat Anis karena usia mereka hanya berbeda dua tahun.


Awalnya mereka berada disana bersama dua teman lagi,tapi karena dua orang itu memilih ikut dengan orang tua angkatnya,akhirnya mereka tinggal enam orang,membuat satu ranjang lagi tidak terisi.


Mereka sebenarnya tidak suka jika ada yang pergi meninggalkan panti ini,karena mereka akan selalu merasa kehilangan teman,begitu juga Anis.


Dia merasa sedih setiap kali ada anak lain yang diadopsi oleh orang lain.


Karena mereka semua diajarkan oleh pengasuhnya untuk saling menyayangi satu sama lain,meski berasal dari keluarga yang berbeda-beda.


Anis sendiri,merasa menemukan kebahagian tersendiri disana setelah satu tahun tinggal bersama.


Juga karena Umi Sarrah yang selalu baik kepadanya.


Apalagi ada pak Guru ganteng yang selalu mereka lihat setiap pagi.


Anis merasa seperti ditakdirkan untuk bertemu dengan Nata,dia merasa hari-harinya terasa penuh hanya dengan melihat Nata dari kejauhan.


Meski Nata tidak pernah memandangnya,tapi Anis sudah cukup senang.


Disekolah mereka bertemu dua kali seminggu,karena Nata hanya guru mata pelajaran,bukan wali kelasnya.


Tapi selalu saja Anis di buat senyum-senyum karena Nata terlihat sangat berbeda ketika sedang mengajar.


...*****...

__ADS_1


..."Jangan lupa bantu Up dan Vote ya..."...


...❤️❤️❤️...


__ADS_2