Menikah Dengan Gadis Panti Asuhan

Menikah Dengan Gadis Panti Asuhan
Bab 23.Melaksanakan kewajiban


__ADS_3

...🌷🌷🌷...


Anis berdiri dan menarik satu bantal dari kasur.


..."Anis..."...


Anis tidak menjawab dan terus berlalu sampai dibalik pintu.


..."Kamu mau kemana?"...


Anis berbalik menatap Nata yang sudah berdiri.


..."Mau tidur diluar..."...


..."Anis,tapi ini bukan dirumah kita..."...


..."Terus kenapa?"...


..."Anis,jangan bersikap aneh-aneh..."...


..."Aku kenapa,aku cuma mau tidur diluar,kalau aku tidur disini,nanti abang terganggu..."...


..."Anis..."...


..."Bukannya dari seminggu lalu juga abang sudah tidur dikamar tamu karena nggak mau terganggu sama aku..."...


..."Tapi bukan aku yang terganggu,aku cuma takut kamu kembali marah sama aku..."...


..."Sudahlah bang,aku nggak mau kita pura-pura terus,biar Abi sama Umi juga sekalian tau kalau kita nggak seperti yang mereka bayangkan..."...


..."Anis,tolong jangan bersikap seperti ini..."...


..."Kenapa,abang takut apa,bukannya bagus kalau mereka tau,jadi abang bisa mengurus semuanya supaya kita kembali kayak dulu lagi..."...


..."Tapi Anis,bukan itu maksudku..."...


..."Tapi aku lebih suka kalau kita pisah aja..."...


Nata melangkah mendekati Anis.


Meraih kedua tangan gadis itu.


..."Anis,kamu mau apa?"...


..."Untuk sekarang,aku cuma mau kita pisah?"...


..."Setelah pisah kamu mau kemana?"...


..."Kemana aja,aku susulin ibu juga nggak papa..."...


..."Tapi kayaknya aku belum bisa..."...


..."Abang---!"...


..."Ayo tidur..."...


..."Aku mau tidur diluar..."...


..."Aku ikut..."...


Nata merebut bantal yang dipegang oleh Anis dan menarik tangan Anis menggunakan tangan kanannya.


Nata mendudukkan Anis ditepi kasur.


..."Jangan melawan lagi,bagaimanapun sekarang aku adalah suamimu..."...


Anis hanya diam sambil terus memegangi ponselnya.


Nata mengambil ponsel Anis dan meletakkannya dikasur begitu saja.

__ADS_1


..."Abang mau apa...?"...


..."Mau melaksanakan tugas..."...


..."Tugas apa...?"...


..."Kewajiban suami..."...


..."Maksud abang..."...


..."Aku mau tidur..."...


..."Huhh..."...


Nata merebahkan tubuhnya begitu saja dan berbaring disamping Anis yang masih duduk dengan wajah bingung.


..."Anis...Sini..."...


..."Aku sudah disini abang..."...


..."Ternyata punya istri keras kepala tapi pura-pura jadi gadis pendiam sangat merepotkan..."...


..."Apa sih bang,jadi aku ngerepotin abang?"...


..."Hahaha nggak juga..."...


..."Terus kenapa,makanya kalau ngerepotin kita pisah aja,sebelum makin lama..."...


Nata yang kesal karena mendengar Anis yang terus mengucapkan kata pisah,bangun dan menarik tubuh Anis kedepannya.


Tanpa menunggu Anis mengungkapkan rasa kagetnya,Nata langsung mencium pipi kanan Anis.


..."Abaaaang..."...


..."Kenapa,masih kurang...?"...


Tanpa menunggu jawaban,Nata kembali mengecup pipi kiri Anis,juga tanpa ragu mencuri ciuman pertama Anis,dibibirnya...


..."Masih mau..."...


..."Jadi kamu mau apa?"...


Anis menggeleng.


Tanpa diminta,Nata menggerakkan tangannya kepunggung Anis dan menarik ujung resleting gamis yang dikenakan Anis.


..."Abang mau apa,jangan macam-macam,kita lagi dirumah Abi..."...


..."Ya sudah,ayo kita pulang,lanjutin dirumah..."...


..."Abang,ini sudah tengah malam.."...


..."Ya sudah,makanya disini aja..."...


..."Tapi abang nggak suka sama aku..."...


..."Yang penting kamu suka sama aku..."...


..."Nggak adil,aku nggak mau,sebelum abang juga suka sama aku..."...


..."Besok aku pasti sudah suka sama kamu..."...


..."Dasar aneh..."...


Nata kembali menurunkan resleting baju Anis yang tadi sempat terhenti.


Tanpa menunggu lama,gamis panjang yang dikenakan Anis sudah turun sampai setengah badannya.


Nata tertawa karena Anis masih menggunakan tanktop untuk melapisi pakaian dalamnya seperti anak gadis remaja yang masih SMA.

__ADS_1


..."Kenapa ketawa...?"...


..."Kamu masih pakai pakaian dalam kayak gini...?"...


..."Kenapa,kan nggak ada yang larang..."...


..."Mulai sekarang aku yang larang..."...


..."Abang jorok ih..."...


..."Kenapa,kan istri aku..."...


Nata berdiri untuk mematikan lampu dan hanya menyisakan lampu tidur yang remang-remang.


..."Anis,maaf kalau aku sudah lancang sekali malam ini,tapi asal kamu tahu,tidak ada laki-laki normal yang akan sanggup menahan diri jika setiap malam tidur berdua dengan perempuan,apalagi itu istrinya sendiri,aku akan menjaga kamu sampai kapanpun setelah ini,aku pastikan aku akan lebih mencintai kamu dibanding kamu menyukai aku..."...


Anis tidak menjawab,selama enam bulan ini dia juga menahan diri dan menjadi perempuan yang tetap menjaga rasa malunya untuk menyentuh suaminya sendiri.


Kini,dia merasa sudah seharusnya dia juga memberikan apa yang sudah menjadi hak Nata,tanpa menunggu Nata menerima perasaannya.


Dia memutuskan untuk meyakinkan dirinya bahwa Nata adalah laki-laki baik yang tidak akan meninggalkan dirinya.


Nata membungkukkan badannya ditepi kasur dan menatap Anis dalam cahaya tipis yang tetap memperlihatkan wajah cantik istrinya itu.


..."Anis,jawab aku..."...


..."Karena aku tidak mau memaksa kamu melakukan sesuatu yang tidak kamu sukai..."...


Anis mengangguk.


Bagaimanapun bibirnya berusaha menolak,tapi tubuhnya tidak berkata seperti itu,dia juga sangat menginginkan tubuh suaminya.


Nata kembali duduk disamping Anis dan melanjutkan usahanya untuk melepaskan baju milik Anis.


Setelah berhasil terlepas,Nata meminta izin untuk melepas semua yang dikenakan Anis.


Begitu semuanya terlepas,Anis yang merasa malu, langsung saja menarik selimut yang berada disampingnya untuk menutupi tubuh polosnya.


Nata meletakkan pakaian Anis diatas meja kecil disamping tempat tidur mereka.


Dia pun melepas baju dan sarung shalat miliknya yang sejak tadi dikenakannya.


Tubuh Anis seakan bergetar melihat pemandangan yang sama sekali belum dilihat sebelumnya.


Nata sudah melepas semuanya,dan ikut masuk kedalam selimut.


Kini mereka berdua berada didalam selimut yang sama tanpa sehelai benang pun menghalangi tubuh mereka.


..."Abang,aku takut..."...


..."Takut apa...?"...


..."Takut setelah ini,abang malah ninggalin aku..."...


..."Setelah ini,aku akan berusaha mencintai kamu,jadi jangan pernah bilang pisah atau kabur dari aku..."...


Anis mengangguk...


Nata meletakkan telapak tangan kanannya di atas kepala Anis dan membaca doa sebelum melakukan kewajibannya yang selama enam bulan ini tidak pernah mereka lakukan.


..."Anis,ini pertama kalinya buat aku,jadi maaf kalau aku belum berpengalaman sama sekali..."...


..."Abang pikir ini yang keberapa kalinya buat aku,ini juga pertama kali buat aku,dan sekarang aku merasa panas dingin..."...


..."Jadi kamu panas atau dingin...?"...


..."Dua-duanya..."...


..."Huh,aku jadi bingung..."...

__ADS_1


...🌷🌷🌷...


...>>> Bersambung >>>...


__ADS_2