Menikah Dengan Gadis Panti Asuhan

Menikah Dengan Gadis Panti Asuhan
Bab 37. Mulai Kuliah.


__ADS_3

Setelah melewati serangkaian tes dan ujian masuk perguruan tinggi.


Anis akhirnya menjadi seorang mahasiswa disalah satu Universitas Islam di ibu kota.


Pertengahan bulan juli tahun ini,adalah awal bagi dirinya menjadi mahasiswi sekaligus seorang istri.


Meski sudah memiliki seorang suami,tapi tidak menyurutkan niat Anis untuk tetap melanjutkan pendidikannya seperti keinginannya sejak lama.


Dikampusnya,ada beberapa perempuan yang berstatus sama,hanya saja usianya sedikit lebih tua dari dirinya.


Anis merasa beruntung karena Nata mendukung kemauannya,bahkan sampai rela membantu pekerjaan Abinya agar bisa mendapatkan gaji yang lebih banyak untuk membiayai kuliahnya.


Dihari pertamanya berkuliah,Anis merasa canggung karena usianya yang lebih tua dari mahasiswa lain yang baru saja lulus dari bangku SMA.


Beberapa teman yang seruangan dengan dirinya menyapa dengan ramah.


Yang akhirnya membuat Anis merasa lebih nyaman.


...***...


..."Bagaimana hari pertama kuliahmu?"...


..."Baik bang,aku cuma sedikit malu aja karena lebih tua daripada mahasiswa lain."...


..."Kamu yang paling tua?"...


..."Yang lain juga ada sih bang,tapi kayaknya mereka lebih terbuka aja,jadi lebih gampang dapat temannya."...


..."Kamu juga harus bisa lebih ramah sama yang lain,asal jangan sama yang laki-laki aja."...


..."Iya bang...Kerjaan abang gimana?"...


..."Yaa setiap harinya sama..."...


..."Abang nggak capek?"...


..."Nggak,sekarang lebih dinikmati aja."...


..."Abang,aku minta maaf kalau misalnya nanti aku jarang dirumah,karena sibuk kuliah..."...


..."Nggak papa Anis,yang penting kamu belajar yang betul."...


..."Iya bang..."...


..."Nanti malam mau jalan-jalan?"...


..."Boleh bang..." Anis tertawa senang....


..."Mau kemana?"...


..."Kok malah nanya,kan abang yang ngajak jalan."...


..."Hehehe...kamu maunya kemana?"...


..."Kemana aja."...


...***...


Malam hari selepas shalat isya,Nata dan Anis bersiap-siap untuk keluar.


Dengan menggunakan sepeda motor milik Nata,mereka menikmati angin malam ibu kota yang ramai.


..."Abang...kapan abang jatuh cinta sama aku?"...


Suara Anis terdengar serak dibelakang Nata.


..."Besok."...


..."Abang,aku serius..."...


..."Nggak tau Anis."...


..."Ih abang nyebelin."...


..."Aku sayang kamu,Anis..."...


..."Sejak kapan?"...


..."Entahlah,apa perlu aku beri tau?"...


..."Perlu lah bang..."...


..."Besok-besok ya..."...


..."Hemph..."...


..."Kamu marah?"...


..."Nggak,kenapa harus marah..."...

__ADS_1


Mereka kembali diam,hingga mereka sampai disalah satu pusat perbelanjaan paling besar ditengah kota.


Bukan hal asing bagi setiap warga ibu kota untuk menghabiskan waktu ditempat seperti ini.


Anis melangkah lebih dulu meninggalkan Nata.


..."Anis tunggu..."...


..."Cepat atuh,aku mau ngadem,hehehe..."...


..."Dijalanan kan tadi sudah ngadem."...


..."Tapi beda aromanya bang."...


..."Kamu suka ketempat kayak gini?"...


..."Nggak juga..."...


..."Ya sudah ayo masuk."...


Kini Anis melangkah disamping Nata.


Nata sesekali melirik Anis disampingnya.


..."Abang..."...


..."Kenapa?"...


..."Abang nggak malu jalan sama aku?"...


..."Malu kenapa?"...


..."Karena aku jelek?"...


..."Siapa yang bilang kamu jelek?"...


..."Nggak tau..."...


..."Kamu cantik..."...


..."Apa bang?"...


..."Nggak,itu ada gamis bagus,kamu mau beli buat kuliah?"...


..."Mau..."...


..."Halo Nata..."...


..."Oh hai..."...


..."Gimana kabar kamu Nat?"...


..."Alhamdulillah baik,kamu gimana?"...


..."Baik Nat,kamu kenapa nggak pernah mau ikut reunian?"...


..."Nggak papa,sibuk aja..."...


Anis yang melihat mereka mengobrol,merasa cemburu dan berniat meninggalkan mereka berdua.


Tapi Nata dengan cepat mencegahnya.


..."Oh iya Li,kenalin istri aku..."...


..."Oh hai mbak,saya Feli..."...


..."Saya Anis mbak..."...


Anis mendekat pada Feli sembari membalas uluran tangan mantan pacar dari suaminya itu.


..."Mbak cantik,pantas saja Nata tidak menolak saat dijodohkan dengan mbak..."...


..."Masih lebih cantik mbak kok..." Anis berusaha bersikap ramah,meski hatinya sedang marah....


..."Mbak bisa aja,tapi tetap saja Nata tidak memilih saya..."...


..."Feli..." Sahut Nata dengan gemetar....


..."Maaf Nat,aku bercanda,oh iya aku duluan ya,maaf ya sudah ganggu waktu kalian..."...


..."Iya Fel..."...


..."Iya mbak nggak papa..."...


Setelah Feli berlalu,Anis memilih banyak diam dan melanjutkan memilih gamis yang tadi dilihatnya.


Setelah menemukan dua lembar gamis dan dua lembar jilbab yang warnanya hampir senada,Anis cepat-cepat pergi dari sana dan menuju kekasir.


Nata mengejarnya.

__ADS_1


Nata tahu persis,gadis itu sedang marah.


Setelah selesai membayar,Nata yang berniat mengajak Anis berkeliling lagi,mengurungkan niatnya karena Anis sudah melangkah menuju pintu keluar.


..."Anis tunggu..."...


Anis mengabaikan suaminya.


Nata mengejarnya dan menarik ujung jilbab Anis.


..."Anis..."...


..."Aku mau pulang bang..."...


..."Iya,tapi beli minum dulu."...


..."Aku gerah tapi nggak haus,aku cuma mau pulang."...


..."Anis...!"...


Anis tidak peduli,dia kembali melangkahkan kakinya keluar dari sana.


Nata yang masih berada didekatnya,meraih lengan Anis.


..."Anis..."...


..."Kenapa abang?"...


..."Kamu yang kenapa?"...


..."Aku cuma mau pulang abang..."...


Nata berhenti menjawab Anis,karena malu jika harus menjadi pusat perhatian orang lain.


Akhirnya dia melepas lengan Anis,dan membiarkan gadis itu melangkah lebih dulu.


Sementara dirinya tetap membeli minuman.


Meski Anis sudah mengatakan tidak ingin minum,tapi Nata tetap membeli dua gelas minuman dingin.


Anis duduk diatas motor,menunggu suaminya.


Dia sadar bahwa dia bukanlah pacar Nata,melainkan istri sahnya,sehingga dia tidak bisa seenaknya pergi begitu saja,karena mereka bahkan tinggal dirumah yang sama.


Nata merasa bersalah melihat perubahan pada istrinya.


Padahal Felilah yang sudah membuat Anis marah.


Nata menyodorkan gelas minuman berukuran jumbo itu kedepan Anis.


Meski Anis kesal,tapi dia tetap menerimanya.


Nata duduk dibangku yang berada didekat parkiran sambil menikmati minumannya.


Anis juga melakukan hal yang sama.


Nata melirik kearah Anis yang sudah hampir menghabiskan setengah minumannya.


..."Katanya tadi nggak haus..."...


..."Berisik."...


..."Maaf..."...


..."Ayo pulang."...


..."Iya sebentar..."...


Karena tidak bisa menghabiskan minumannya,Nata menyodorkan lagi gelas miliknya pada Anis,sehingga gadis itu memegang dua gelas yang isinya berbeda.


..."Abang apa-apaan sih..."...


..."Pegangin dulu,aku mau bawa motor."...


..."Bikin ribet aja,abisin dulu..."...


..."Nanti aja buat dirumah."...


Nata meminta Anis naik untuk segera kembali kerumah mereka.


Anis yang masih memegang dua gelas minuman itu,duduk dibelakang sambil meminum dua gelas itu secara bergantian.


Meski sedang kesal,tapi dia bisa tertawa sendiri menyadari keanehannya yang malah menikmati gelas milik suaminya.


......................


...----------------...


...>>> BERSAMBUNG >>>...

__ADS_1


__ADS_2