
...🌷🌷🌷...
Mereka sudah sampai dipelataran mall besar di tengah kota.
..."Ayo masuk..."...
..."Iya pak..."...
..."Orang-orang pasti akan mengira aku ayahmu kalau kamu terus memanggil aku dengan bapak..."...
..."Maaf bang..."...
Mereka sampai di lantai satu,disana mereka langsung menjumpai toko yang menjual pakaian muslimah.
..."Anis pilih saja yang kamu suka,tapi ingat,pilih yang jilbabnya lebih panjang dari punya kamu."...
..."Bapak punya uang?"...
..."Anis,saya bukan bapakmu..."...
..."Ya ampun maaf pak...eh Abang..."...
..."Sekali lagi kamu salah memanggil,jangan harap aku mau bicara sama kamu sampai tiga hari..."...
..."Iya bang..."...
..."Oh ya tolong cari juga untuk Nita,aku lihat tinggimu hampir sama dengannya,jadi beli saja yang ukurannya sama..."...
..."Iya bang,tapi emang abang punya uang?"...
..."Ada...kemarin dikasih Abi..."...
..."Jadi belanjanya pakai uang Abi?"...
..."Nggak,pakai tabungan aku..."...
..."Ooohh..."...
..."Iya,nggak usah tanya lagi,aku nggak akan ngajak kamu kesini kalau nggak punya uang..."...
..."Iya deh bang..."...
Anis memilih beberapa gamis set dengan jilbab berukuran XL,lebih besar daripada miliknya dirumah.
Tiga set sudah ditangannya,dia memberi tahu Nata.
..."Apa sudah cukup?"...
..."Ini aja dulu,lagian nggak tahu mau dipakai kemana..."...
..."Beli aja untuk dipakai ngajar dipanti..."...
..."Iya deh..."...
Anis memilih tiga gamis lagi,gamis yang lebih pas untuk digunakan disekitar rumah.
Dan memilihkan satu set gamis untuk Nita dan Umi Sarrah.
..."Sudah?"...
..."Sudah bang..."...
..."Kamu mau cari sepatu atau yang lainnya?"...
..."Kayaknya nggak usah bang,ini masih bisa dipakai kok,dirumah juga masih ada..."...
..."Ya sudah..."...
..."Iya bang..."...
..."Kamu haus...?"...
..."Emh iya bang,mau minum air putih aja..."...
..."Kita beli diluar aja..."...
Selesai membayar,mereka keluar dari pusat perbelanjaan.
Karena hari sudah hampir siang,Nata mengajak Anis untuk makan siang terlebih dulu.
..."Bang,kita makan disana aja..." Anis menunjuk salah satu warung sederhana di seberang jalan tidak jauh dari tempat mereka berdiri....
..."Kamu nggak papa?"...
..."Nggak papa bang,aku malah kenapa-kenapa kalau makannya ditempat yang mahal..."...
..."Ya sudah..."...
__ADS_1
Karena perutnya yang lapar,Anis buru-buru berlari kearah jalan raya tanpa melihat sekitar.
Membuat sebuah mobil yang melaju kencang berhenti mendadak di depannya.
Nata yang berada di belakangnya dengan cepat menarik tangan Anis kembali kepinggir jalan.
..."Anis,kamu nggak sadar ini dimana,kalau kamu sampai ditabrak,aku yang akan disalahkan sama Abi dan Umi..."...
Anis tidak bisa berkata-kata,selain karena mobil yang hampir saja menabrak dirinya,dia juga bergetar karena suara Nata yang terdengar cukup keras ditelinganya.
Nata masih terus menggenggam lengan Anis.
Dan mereka menyeberangi jalan saat lampu merah sedang menyala.
Setelah sampai,Nata melepaskan genggamannya dan memesan dua porsi makanan dari warung itu.
Anis masih bertahan dengan posisinya yang terus berdiri disamping Nata tanpa berani mengeluarkan suara.
..."Duduk aja dulu..."...
Anis menurut saja,dia berjalan masuk dan duduk dikursi kecil yang berada didalam warung tersebut.
Sementara Nata mengambil dua botol air mineral dan memberikannya pada Anis.
Anis yang sejak tadi merasa haus,segera membuka botolnya dan meminum sampai hampir menghabiskannya.
..."Pelan-pelan..."...
Anis mengangguk.
..."Lain kali kalau dijalan raya hati-hati,apalagi kalau kamu jalan sendirian..."...
Anis mengangguk lagi.
..."Apa suara kamu ketinggalan diseberang jalan?"...
..."Eh..."...
"Kenapa tiba-tiba jadi nggak bisa ngomong?"
..."Ma-maaf bang,a-aku cuma lagi kaget aja karena tadi..." Jawab Anis tergagap....
..."Makanya hati-hati..."...
..."Iya bang..."...
Hanya makanan dengan lauk sederhana,tapi Anis menyukainya.
Dia makan dengan lahap,sementara Nata terus menatapnya heran.
..."Abang nggak suka?"...
..."Suka..."...
..."Kok nggak makan...?"...
..."Nggak papa..."...
Nata lalu melanjutkan memakan makanannya,meski setiap hari dia disuguhkan dengan makanan yang enak oleh orang tuanya,tapi dia juga tidak pernah menolak untuk makan apa saja.
Selesai makan,mereka masih duduk disana karena Nata baru saja akan memesan kembali taksi online.
..."Bang,kenapa nggak naik motor aja tadi?"...
..."Nggak papa..."...
Setelah Nata membayar,mereka keluar untuk menunggu taksi yang akan menjemputnya.
..."Abang..."...
..."Iya..."...
..."Nggak jadi..."...
..."Apa..."...
..."Taksinya sudah datang,heheh..."...
Mereka segera naik untuk pulang kerumah.
Tiga puluh menit berada didalam mobil,mereka sama sekali tidak ada yang berani membuka mulut.
Entah kenapa,mereka hanya bisa berbicara dengan bebas jika sedang berdua saja.
...*...
..."Assalamualaikum..."...
__ADS_1
..."Waalaikumsalam..." Sahut Nita dari dalam rumah....
..."Umi dimana?"...
..."Lagi dipanti bang,bentar lagi mau dzuhur,jadi tadi Umi buru-buru kesana..."...
..."Oh iya ini buat kamu sama Umi,maafin abang ya karena nggak bisa beliin banyak-banyak lagi,karena sekarang abang punya istri..."...
..."Hemp,nggak papa bang,Umi udah bilang sama aku,kalau aku nggak boleh sering-sering minta sesuatu sama abang lagi,heheh..."...
..."Tapi kamu nggak marah kan sama kak Anis?"...
..."Nggak bang,aku ikut senang akhirnya sekarang kak Anis ada yang bisa belanjain,hehehe..."...
..."Maafin aku ya Nit..."...
..."Nggak papa kak Anis,kata Umi aku nggak boleh iri sama kakak,karena kak Anis juga harus bahagia..."...
..."Makasih Nita..."...
..."Ya sudah,kita tinggal ke kamar dulu ya..."...
..."Iya bang,jangan lupa cepat turun kemushola,kata Umi tadi begitu,karena Abi belum pulang,padahal harusnya hari sabtu begini biasanya Abi cepat baliknya..."...
..."Iya..."...
Nata buru-buru berlari kekamarnya,karena harus segera menjadi imam bagi anak-anak panti.
Entah kenapa,akhir-akhir ini Abinya menjadi lebih sering sibuk dikantor maupun diruang kerjanya dirumah.
...*...
Adzan dzuhur sudah berkumandang.
Nata bersiap kembali turun setelah mengganti baju dan mengambil wudhu.
..."Bang,aku shalat disini aja..." Dengan setengah berteriak Anis memberi tahu Nata....
..."Ya sudah..." Balas Nata dari balik luar pintu....
Bukannya mengganti baju Anis malah berbaring dikasur milik Nata,sambil menatap langit-langit kamar yang berwarna putih.
Dia tertidur dengan masih menggunakan jilbab dan baju yang tadi dipakainya berbelanja.
...*...
Tiga puluh menit berlalu,Nata kembali kekamarnya.
Dan melihat Anis yang malah tertidur lelap tanpa mengganti bajunya.
..."Anis bangun,kamu pasti belum shalat?"...
Anis langsung terbangun karena merasa ada yang menyentuh wajahnya.
Nata buru-buru menjauhkan tangannya dari wajah Anis karena gadis itu membuka matanya dengan cepat.
..."Kenapa malah tidur,bukannya shalat dulu..."...
..."Maaf bang,aku ngantuk..."...
..."Sana shalat dulu..."...
..."Iya bang..."...
Anis beranjak dengan malas,karena kelelahan.
Setelah mengganti baju dan melaksanakan ibadahnya yang sedikit terlambat,dia kembali menuju kasur dan berniat melanjutkan tidurnya.
..."Anis..."...
..."Kenapa bang?"...
..."Ikut aku keruang kerja..."...
..."Tapi aku ngantuk bang..."...
..."Nanti kita tidur sama-sama..."...
..."Apaa..."...
..."Eh maksudnya itu,aku juga ngantuk,tapi tolong bantuin aku sebentar,nanti setelah selesai baru tidur siang..."...
..."Hemph..."...
...🌷🌷🌷...
...Bersambung......
__ADS_1