Menikah Dengan Gadis Panti Asuhan

Menikah Dengan Gadis Panti Asuhan
Bab 29. Kebosanan


__ADS_3

...🌷🌷🌷...


Seminggu setelah Anis sakit selama tiga hari.


Nata tidak memberi izin pada istrinya untuk segera kembali kepanti.


Karena takut jika Anis kembali sakit.


..."Tapi aku bosan abang..." Rajuk Anis saat Nata bersiap mengajar....


..."Anis,kamu boleh kembali minggu depan,jangan sekarang..."...


..."Abang---"...


..."Dengarkan aku atau aku marah..."...


Anis tidak punya pilihan lain selain menuruti suaminya.


Dia masuk kedalam rumah,setelah Nata berangkat.


Anis masuk dan membereskan piring kotor didapur.


Dan membersihkan rumah seperti biasa.


Setelah semuanya selesai,Anis membersihkan diri dan masuk kedalam ruang kerja Nata.


Dia menyalakan komputer milik Nata dan membuka album foto didalam layar.


Beberapa foto kenangan saat Nata lulus dari kampusnya tersimpan rapi didalam file "Memori".


Terdapat foto Nata bersama beberapa temannya,juga foto bersama teman perempuannya yang tampak tersenyum manis kearah kamera.


... "Dia pasti mantannya bang Nata waktu masih kuliah...!" Batin Anis.......


Anis kembali membuka foto-foto yang lain.


Album keluarga Nata juga foto anak-anak panti pun berada disana.


Anis menemukan wajah kecilnya disana.


Dirinya mengingat dengan jelas wajah tiga belas tahunnya.


Wajah yang saat itu hampir tidak pernah tersenyum,karena baru saja ditinggal pergi oleh ibunya.


Mereka berfoto bersama para donatur tetap yang setiap bulan mengunjungi panti.


Hari itu mereka berfoto karena anak laki-laki sang donatur yang meminta mengabadikan kebersamaan mereka bersama anak-anak panti asuhan "Cinta Bunda".


Anis ingat,anak laki-laki itu pernah menyapanya,usianya sekitar enam belas tahun saat itu.


Sejak hari itu,anak laki-laki itu tidak pernah lagi mengunjungi panti,tapi Anis tidak pernah sekalipun menanyakannya pada kedua orang tuanya,ataupun pada orang lain.


Anis melewati foto-foto tersebut dan menemukan foto ayahnya bersama Abi Rahman.


Didepan sang ayah,Anis kecil berdiri dengan wajah yang tersenyum penuh.


Anis tidak begitu ingat hari itu,mungkin usianya sekitar lima atau empat tahun.


Nata ternyata menyimpan banyak kenangannya disana.


Foto-foto tersebut didapat Nata dari kamera jadul milik kakeknya.

__ADS_1


Juga ada beberapa foto yang sepertinya difoto ulang menggunakan kamera ponsel lalu disimpan disana.


Lama sekali dia berada disana,dan memperhatikan foto-foto Nata saat kecil hingga dirinya berhasil lulus dari kampusnya,setelahnya tidak ada lagi wajah Nata.


Mungkin karena sudah malu untuk melihat kamera.


Anis juga menemukan file yang tidak menggunakan judul,dan hanya ada tanda tanya disana.


Anis membuka isinya,ternyata foto pernikahan mereka setahun lalu.


Wajah mereka memperlihatkan senyum yang aneh.


Anis tertawa sendiri melihat wajah dirinya saat itu.


Setelah melihat semuanya,dia iseng mengganti nama file tersebut dengan nama "Wedding day".


Dia mematikan komputer dan menyalakan televisi yang berada disamping komputer.


Karena sudah siang,Anis mengambil makanan dan membawanya kembali kedalam ruang kerja Nata.


Dia benar-benar merasa bosan,karena tidak memiliki kegiatan lain.


Selesai makan,dia meninggalkan piringnya begitu saja diatas meja kerja Nata.


Dan merebahkan tubuhnya diatas sofa kecil disana.


Hingga waktu dzuhur tiba,dia kembali kekamarnya sebentar untuk menjalankan ibadah,lalu kembali lagi kedalam ruang kerja untuk menonton televisi.


Karena merasa bosan dengan acara televisi,dia akhirnya tertidur sambil memegang bungkus camilan yang dibawanya kesana.


...*...


Nata segera melepas sepatu dan meninggalkannya begitu saja bersama tas kerjanya didepan pintu,lalu mencari Anis.


..."Anis..."...


Dia mengira Anis kembali sakit dan malah pingsan dirumahnya.


Setelah menyusuri semua ruangan lain.


Nata masuk kedalam ruang kerjanya dan melihat camilan Anis yang berhambur dilantai,sementara gadis itu tertidur lelap dan hampir saja terjatuh dari sofa kecil tempatnya berbaring.


..."Anak ini..."...


Nata membenarkan posisi Anis dan memunguti camilan dilantai.


Saat berdiri dia juga melihat piring dan gelas kotor berada diatas meja,Nata juga menatap pembawa acara didalam televisi yang terus saja mengoceh tanpa ada yang melihatnya.


..."Yang nonton kamu lagi tidur,jadi kamu bisa diam tidak..."...


Tapi pembaca berita wanita didalam tv tersebut terus saja berbicara panjang lebar menyampaikan berita dari dalam dan luar negeri.


..."Aku pusing dengar kamu ngoceh terus..."...


Anis yang mendengar Nata mengomel sendiri,akhirnya terbangun.


..."Abang kenapa sih,ganggu orang tidur aja..."...


..."Itu teman kamu dari tadi ngomong sendiri tapi malah kamu tinggal ngorok..."...


..."Siapa sih bang..."...

__ADS_1


Nata menunjuk TV yang masih terus menyala.


..."Abang stres..."...


..."Huhhh..."...


Nata menghela nafas dan membawa sisa camilan dan piring kotor kedapur.


Anis mengucek matanya dan melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul tiga sore.


..."Abang baru pulang...?"...


Nata yang sudah mengambil tas kerjanya dari luar,mengangguk pelan dan menyimpan tasnya keatas meja.


..."Abang capek...?"...


..."Hemph..."...


..."Abang,aku bosan,besok aku mau kepanti..."...


..."Segitu bosannya sampai camilan dibuang-buang,piring kotor dibiarkan disini,dan TVnya dibiarkan menyala seperti itu..."...


..."Maaf abang,ngga sengaja,tadi malah ketiduran..."...


..."Kamu sudah sehat...?"...


..."Sudah abang..."...


..."Ya sudah besok kamu boleh kepanti,aku takut kamu malah bakar rumah kalau bosannya seperti ini..."...


..."Makasih abang..."...


..."Bisa buatin kopi...?"...


..."Bisa,tunggu disini yaa..."...


..."Hemph..."...


Anis membawa segelas kopi untuk Nata yang kembali sibuk dengan pekerjaannya.


..."Abang,kenapa sibuk banget...?"...


..."Iya Anis,sekarang aku harus ngajar dari kelas sepuluh sampai kelas dua belas..."...


..."Tapi kan ini baru aja masuk semester baru..."...


..."Iya justru itu,aku harus nambah ilmu supaya bisa jawab pertanyaan-pertanyaan mereka."...


..."Emh iya iya..."...


..."Kamu lanjut tidur sana..."...


..."Nggak bang,sudah mau ashar..."...


..."Ya sudah,pijitin aku aja mau kan..."...


..."Iya bang..."...


...🌷🌷🌷...


...>>> Bersambung >>>...

__ADS_1


__ADS_2