
...🌷🌷🌷...
..."Mau dimatikan ACnya...?"...
..."Nggak usah bang,nanti gerah..."...
..."Atau mau buka selimutnya...?"...
..."Eh jangan bang,malu..."...
..."Ya sudah,begini aja..."...
Nata yang mulai merasa tubuhnya segera meminta sesuatu diluar kendalinya,segera menciumi Anis dengan perlahan.
Hingga saat bibir mereka bertaut satu sama lain,tidak ada lagi rasa malu diantara mereka.
Anis memeluk tubuh Nata yang mulai berkeringat.
Sementara Nata terus menjelajahi tubuh bagian atas Anis.
Tanpa sadar Nata meninggalkan dua tanda merah dileher Anis.
..."Abang..."...
..."Kenapa Anis..."...
Mereka berhenti sebentar sebelum melakukan penyatuan,karena Anis seolah meminta Nata berhenti.
..."Aku takut..."...
..."Jadi,mau berhenti...?"...
Anis menggeleng.
Siapa yang akan sanggup menghentikan sesuatu yang sangat istimewa bagi sepasang suami istri yang baru saja akan merasakan kenikmatan dunia.
Nata melanjutkan permainannya.
Meski tanpa pengalaman,tapi mereka seperti sudah menghafal apa yang akan mereka lakukan.
Nata yang hanya sering membaca buku tentang dunia suami istri,akhirnya benar-benar akan merasakan kenikmatan yang membuatnya ingin segera memiliki tubuh Anis sepenuhnya.
Nata yang masih terus bermain dibagian tubuh atas Anis,memberanikan diri untuk menyentuh milik Anis yang sangat berharga.
Sudah sangat basah dibawah sana,membuat miliknya pun semakin tidak sabar untuk menjelajah didalam sana.
Suara ******* Anis yang baru pertama kali didengar Nata,membuat mereka semakin bersemangat.
..."Anis,kamu janji dulu,jangan pernah bilang pisah lagi...!"...
..."Iya bang,tapi abang juga janji setelah ini abang akan nerima aku sebagai istri abang,dan jangan pernah ninggalin aku..."...
..."Iya Anis...Aku janji..."...
Anis memeluk tubuh Nata dengan kuat,dan membiarkan Nata berusaha memasukkan miliknya kedalam miliknya.
Meski sempat kesulitan,akhirnya tubuh mereka benar-benar menyatu setelah enam bulan pernikahan.
Anis merasa sakit sekaligus merasakan sesuatu yang sangat membuatnya ingin terbang.
Begitupun dengan Nata,meski belum benar-benar lihai dalam hal itu,tapi Nata berhasil melewatinya.
Dia menarik tubuhnya keluar masuk secara perlahan,benar-benar kenikmatan yang tiada duanya,pikirnya.
Sambil terus melahap bibir Anis dan meremas telapak tangan Anis,Nata mempercepat sedikit demi sedikit gerakannya.
Anis susah payah menahan dirinya agar tidak mendesah terlalu keras,tapi akhirnya kelepasan juga.
__ADS_1
..."Tidak apa Anis,itu hal yang wajar,tidak perlu malu..." Ucap Nata yang sangat menikmati permainannya....
..."Abang...Aku mau kekamar mandi dulu boleh ya...?"...
..."Mau apa Anis...?"...
..."Aku mau buang air kecil dulu,aku nggak tahan bang..."...
Nata yang menyadari Anis akan mencapai titik kenikmatannya,merapatkan tubuhnya dan menciumi leher Anis.
..."Abang,pindah dulu,aku mau---"...
..."Disini aja..."...
..."Abang jorok ih..."...
Nata semakin mempercepat gerakannya agar Anis segera merasakan sesuatu yang luar biasa.
Dan benar saja,sesaat kemudian tubuh Anis seakan bergetar dan hampir saja mencakar punggung Nata.
..."Sudah...?" Tanya Nata serius....
Anis mengangguk karena tidak sanggup berkata-kata.
Nata masih melanjutkan permainannya,sampai Anis kembali mencapai kenikmatannya untuk yang kedua kali.
Nata tidak menyangka dirinya bisa bermain selama itu dihari pertamanya,dan membuat Anis nampak kelelahan.
Anis hampir mencapai puncak untuk yang ketiga kalinya saat Nata juga berhasil mencapai kenikmatan yang sudah ditunggu-tunggunya.
Anis mendesah lagi,suara desahannya membuat Nata juga tanpa sadar mengeluarkan desahannya dan juga mengeluarkan sesuatu dibawah sana.
Anis bisa merasakan sesuatu yang hangat mengalir didalam miliknya yang menyatu dengan puncak kenikmatannya yang sudah ketiga kalinya.
Nata menjatuhkan tubuhnya diatas tubuh Anis,dan merasakan keringat mereka yang menyatu.
..."Sebentar lagi ya..."...
Nata belum mengeluarkan miliknya dari bawah sana dan terus menindih tubuh Anis.
..."Kamu mau mandi...?" Tanya Nata....
..."Nggak bang,capek..."...
..."Ya sudah,wudhu dulu aja,nanti subuh bangun cepat dan mandi..."...
..."Iya bang..."...
Nata melepas tubuhnya dari tubuh Anis,dan beranjak mengambil handuk yang berada tidak jauh darinya.
Anis menarik selimut yang sudah hampir terlepas dari tubuhnya.
Dia menatap dengan malu tubuhnya masih belum memakai pakaian.
Dia hampir saja tertidur saat Nata keluar dari kamar mandi dan mengusap wajahnya dengan tangan yang basah.
..."Aahh apa sih bang,aku ngantuk..."...
..."Wudhu dulu sana,jangan jorok..."...
..."Emh iya bang,minjam handuknya..."...
Nata sudah selesai mengenakan sarung miliknya dan memberikan handuk pada Anis.
..."Abang jangan lihat-lihat,aku malu..."...
..."Kan tadi sudah lihat,kamu tadi juga nggak malu..."...
__ADS_1
..."Hemph..."...
Anis beranjak dari kasur dan memakai handuk yang hanya menutup sampai diatas lututnya.
Susah payah dia berdiri,membuat Nata dengan cepat menahan tubuh Anis yang hampir terjatuh.
..."Kamu bisa jalan kan?"...
..."Bisa bang..."...
..."Terus kenapa begini,aku malah merasa bersalah jadinya..."...
..."Nggak bang,aku cuma ngantuk aja..."...
..."Ya sudah,cepat cuci badan kamu,terus wudhu,baru tidur..."...
..."Iya bang..."...
Anis melangkah pelan menuju kamar mandi,dia merapikan rambutnya yang berantakan,dan membasuh tubuh bagian bawahnya kemudian segera berwudhu karena tidak ingin mandi.
Nata menyalakan lampu kamar,agar Anis bisa melihat dengan jelas saat keluar dari kamar mandi.
Anis keluar dengan wajah yang sudah sedikit lebih baik.
Nata mendekatinya.
Dan melihat tanda merah yang dibuatnya dileher Anis.
..."Anis,besok kalau turun pakai jilbabmu..."...
..."Kenapa bang...?"...
..."Ah itu,ini bisa bikin Umi ledekin aku..."...
..."Apa abang...?"...
..."Bercermin dulu..."...
Anis masuk kembali kedalam kamar mandi untuk bercermin karena sudah tidak ada cermin didalam kamar mereka.
Benar saja,dua tanda berwarna merah keunguan nampak jelas dilehernya.
Dia keluar dari sana dan malah mengomeli Nata.
..."Abang kenapa dibuat kayak gini sih,kalau yang lain liat gimana?"...
..."Ya aku nggak tahu Anis,makanya aku bilang besok pakai jilbab aja..."...
..."Tapi emang nggak aneh kalau aku tiba-tiba pakai jilbab cuma turun kebawah..."...
..."Nggak papa,bilang aja aku yang suruh."...
..."Lagian abang emang nggak tahu kalau jadinya bakal kayak gini..."...
Nata menggeleng gemas melihat Anis yang masih memakai handuk miliknya.
..."Ya sudah,tidur aja dulu,besok mungkin udah hilang..."...
Anis mengenakan baju tidur pendek yang disodorkan Nata kepadanya,lalu beranjak tidur.
Nata menatap wajah lelah Anis dan mencium keningnya.
..."Terima kasih,Anis..." *Bisiknya....
...🌷🌷🌷*...
...>>> Bersambung >>>...
__ADS_1