
...🌷🌷🌷...
Satu bulan sudah berlalu.
Anis kembali mengajar dipanti seperti biasa.
Nata juga beberapa kali seminggu mengajar disekolah.
Untuk menambah biaya hidupnya,kini dia semakin aktif mengajar diluar sekolah.
Dulu dia hanya memilih mengajar diluar sekolah saat hari sabtu dan minggu,tapi karena menyadari kini dia memiliki istri,dia harus bekerja lebih giat lagi.
Bisa saja dia mengandalkan Abinya,tapi dia tidak ingin menjadi bahan gosip bagi para tetangganya.
Memang,kehidupan keluarga Nata yang terlihat serba ada itu, seringkali membuat para tetangga yang tinggal disekitar rumah mereka selalu ingin tahu tentang kehidupan Nata dan keluarganya.
Tapi Nata lebih sering memilih untuk tidak menggubris mereka.
Hanya adiknya Nita yang sering mengadu pada Abi dan Uminya jika tetangga mereka bertanya banyak hal mengenai apapun itu.
...*...
Hari minggu pagi,saat semua orang sedang berada dirumah,Abi meminta mereka berkumpul diruang tengah.
Karena akan menyampaikan sesuatu yang penting.
Nata dan Anis sudah duduk dikursi didepan Abinya.
Sementara Umi Sarrah dan Nita duduk didekat Nata dan Anis.
..."Maaf Abi ganggu waktu istirahat kalian..."...
..."Tidak Abi..."...
..."Abi kenapa lagi sih,jangan-jangan kali ini Abi beneran nyuruh kak Anis sama Bang Nata pindah..."...
..."Iya Anis..." Jawab Abinya tersenyum....
..."Abi,aku harus pindah kemana?" Tanya Nata dengan wajah heran....
..."Abi sudah membeli rumah untuk kalian ditengah kota,tapi tempatnya nggak begitu ramai,kayaknya cocok untuk kalian..."...
..."Abi,kenapa membelinya tanpa persetujuan dari kita dulu..."...
..."Nata,tidak usah berlebihan,anggap saja ini hadiah pernikahan kalian dari Abi..."...
..."Tapi Abi..."...
__ADS_1
..."Nata,mau sampai kapan kamu membuat istrimu tidak nyaman tinggal bersama kami?"...
..."Tapi Abi...Anis bilang,dia baik-baik saja disini?"...
..."Siapa yang tahu isi hati seseorang Nata?"...
Anis hanya terus tertunduk menatap lantai keramik yang diinjaknya.
Dia memang sedikit merasa tidak nyaman tinggal bersama mertuanya,tapi dia tidak bisa banyak menuntut,karena takut Nata justru berbalik membencinya.
Selama ini dia juga harus terus berusaha terlihat baik-baik saja dengan Nata saat berada didepan kedua orang tua Nata,meskipun dia merasa seperti bukan dirinya.
Selama ini,meski sudah sebulan menikah,tapi mereka sama sekali belum menjalankan kewajiban mereka sebagai suami istri.
Dan Anis takut,bagaimana jika tiba-tiba kedua orang tua Nata menanyakan sesuatu diluar dugaan mereka berdua.
..."Anis,bagaimana menurutmu?" Tanya Abi Rahman pada Anis....
Anis yang ditanya langsung mendongakkan kepalanya dan menatap kearah Nata dengan tatapan yang sulit dimengerti.
..."Anis..." Panggil Umi Sarrah....
..."Eh iya Umi,Abi..."...
..."Bagaimana menurutmu?"...
..."Soal apa itu Abi?"...
..."Saya terserah sama bang Nata saja..."...
..."Bagaimana Nata?"...
..."Aku tidak tahu Abi..."...
..."Loh Nata...Abi dan Umi sudah menyiapkan keperluan kalian disana,rumah itu tidak terlalu besar,juga hanya berlantai satu,tapi ada tiga kamar tidur,satu kamar untuk kalian,satu lagi untuk tamu,dan satu lagi bisa kalian gunakan sebagai ruang kerja kalian..."...
..."Tapi aku mau tanya satu hal Abi?"...
..."Apa itu Nata?"...
..."Bagaimana Abi bisa membeli rumah itu?"...
..."Karena Abimu ini sudah memenangkan suatu proyek besar diluar kota,selama ini Abi sering sibuk dikantornya,karena mengurus pekerjaan itu,agar bisa segera membeli rumah untuk kalian,dan kalian bisa tinggal dengan nyaman disana..." Uminya menjawab....
..."Tapi Umi,Abi...Aku bisa berusaha sendiri dengan mengontrak atau menyewa rumah yang lebih sederhana,apa kalian sengaja bikin aku malu didepan Anis?"...
..."Malu kenapa Nata?"...
__ADS_1
..."Karena aku akan dianggap anak Abi yang manja dan hanya bisa mengharapkan bantuan dari Abi..."...
..."Tapi Abi hanya ingin yang terbaik untuk anak-anak Abi,selama ini kamu sudah sering menolak setiap Abi ingin memberi sesuatu untuk kamu,jadi Abi harap kali ini kamu tidak akan menolak dan menghargai usaha Abi untuk kamu..."...
..."Tapi Abi..."...
..."Nata,dulu kamu menolak saat Abi meminta kamu untuk melanjutkan pendidikan S2,kamu menolak saat Abi meminta kamu menikahi anak dari teman bisnis Abi,kamu menolak saat Abi akan membeli mobil untuk kamu,kamu menolak saat Abi menawarkan kamu pekerjaan,kamu bahkan hampir menolak saat Abi meminta kamu menikahi Anis,kenapa sekarang masih menolak pemberian Abi untuk yang terakhir kalinya..."...
..."Maksud Abi...?"...
..."Setelah ini,Abi akan membiarkan kamu berusaha sendiri,Abi tidak akan lagi memaksakan kamu untuk menerima setiap pemberian dari Abi,untuk rumah itu,Abi benar-benar hanya memberikannya sebagai hadiah untuk kamu dan Anis,agar Anis bisa bergerak dengan bebas dirumahnya sendiri..."...
..."Anis,apa selama ini kamu mengeluh pada Umi kalau kamu tidak merasa bebas selama berada disini?"...
Anis kaget dengan pertanyaan Nata.
..."Nata,jaga bicaramu,Anis tidak pernah mengeluh tentang apapun kepada kami,tapi kami bisa tahu persis perasaan Anis,karena Abi dan Umi dulu juga sempat tinggal bersama kakek dan nenekmu,tapi apa yang Abi dapatkan,Umi hanya bisa terus berkata iya meskipun sebenarnya ingin berkata tidak,saat berdua dengan Abi,Umi terus mengomel sepanjang malam karena kelelahan,jadi jangan menganggap Anis akan baik-baik saja..."...
Nata akhirnya diam,meski Anis tidak menjawab pertanyaannya.
Kini giliran Uminya yang bercerita pada anak dan menantunya.
..."Nata,Anis...dulu Umi dan Abi juga melewati masa sulit,kami bahkan tinggal beberapa tahun bersama kakek dan nenek Nata,karena kami juga harus membantu mereka mengurus panti asuhan,dan mengurus rumah,dan hal itu membuat Umi sering kelelahan setiap malam,jadi Abimu bertekad untuk meninggalkan rumah ini dan mengontrak rumah,meski pada akhirnya kami tetap kembali kesini,karena saat itu kakek sudah sangat tua,dan nenek juga meninggalkan kami duluan,Umi ingat betul dimana saat Umi dulu harus membantu mengurus anak-anak dipanti sambil menjaga Nata yang saat itu sedang berada diumur emasnya,karena selalu ingin ditemani bermain,diajak bercanda,diajak kesana-kemari,membuat Umi selalu saja kehilangan konsentrasi saat mengajari anak-anak dipanti,beruntung saat itu Abi mengerti dan akhirnya meminta kakek untuk menambah pengasuh dipanti,agar Umi tidak lagi membantu disana setiap hari."...
..."Umi dan Abi,juga Nata yang saat itu sudah berumur sepuluh tahun kembali menghabiskan waktu disini setelah nenek meninggal,karena kami harus mengurus kakek yang saat itu sudah sangat tua,dan beberapa bulan kemudian kakek juga menyusul nenek..."...
..."Dulu semua saudara Abi tidak ada yang mau meneruskan usaha kakek untuk mengurus panti asuhan,jadi mereka semua merelakan rumah dan panti asuhan menjadi milik kami..."...
..."Umi tahu persis apa yang dirasakan Anis meski Umi tidak bertanya,dan Anis tidak bercerita apapun."...
..."Jadi Umi mendukung sekali saat Abi berkata akan membeli rumah itu untuk kalian,Umi juga yang meminta pada Abi agar Umi bisa melengkapi rumah itu dengan sedikit perabotan rumah,jika ada yang kurang kalian bisa menambahnya nanti..."...
..."Umi bukannya mengusir kalian dari sini,tapi Umi hanya kasihan pada Anis,yang setiap subuh harus membereskan dapur dan setelah itu harus mengajar."...
..."Semoga kalian bisa mengerti maksud Abi dan Umi ya nak..."...
..."Maksud kami baik,dan pastinya tidak akan membuat kalian kecewa."...
..."Baik Umi,maafkan aku..."...
..."Tidak apa Nata,Umi bisa mengerti perasaan kamu..."...
..."Jadi kapan kalian akan pindah?" Tanya Abinya dengan tenang....
..."Secepatnya saja Abi..."...
..."Alhamdulillah..."...
__ADS_1
...🌷🌷🌷...
...>>> Bersambung <<<...