
Hari Jumat diawal bulan januari.
Semua terasa seperti mimpi bagi Anis.
Setelah hampir delapan tahun hidup dan tinggal dipanti asuhan milik keluarga Nata,kini dia malah menjadi istri dari anak sulung Abi Rahman itu.
Wajahnya dirias tipis sesuai permintaannya.
Dia tidak begitu percaya diri pada dirinya sendiri jika harus mengenakan riasan tebal seperti para pengantin pada umumnya.
Mereka akan melangsungkan akad dimushola panti Asuhan.
Paman Anis yang merupakan adik mendiang ayah kandungnya,datang dari ujung kota beserta keluarga kecilnya,setelah dijemput oleh orang kepercayaan Abi Rahman.
Paman Anis harus datang sebagai wali,menggantikan ayahnya yang sudah tidak ada.
Hanya pamannya itu yang sampai saat ini masih peduli pada Anis,tapi karena kehidupannya jauh dari kata cukup,maka pamannya itu pun merelakan Anis dirawat dipanti.
Kini orang tua itu merasa lega setelah mengetahui keponakannya akan menikah dengan anak dari sahabat saudara kandungnya.
...*...
Pukul sembilan pagi,acara ijab kabul dimulai,semua penghuni panti Asuhan dan para tetangga dekat Nata dengan antusias menunggu bapak Penghulu.
...*...
..."Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara Nata Habibi Bin Rahman dengan keponakan perempuan saya, Ananda Alanis Yasmin dengan mas kawin berupa cincin emas dan Seperangkat alat sholat dibayar tunai."...
..."Saya terima nikah dan kawinnya Alanis Yasmin binti Zayn Abdullah dengan mas kawin tersebut dibayar tunai..."...
..."Bagaimana para saksi,saahh?"...
..."Saaah..."...
Suara para penghuni panti Asuhan dan tetangga yang menyaksikan ijab kabul terdengar riuh disana,memecah keheningan panti di hari jumat yang cerah.
Setelah membaca doa selesai akad nikah,Anis diminta keluar untuk menemui Nata dimushola,dan untuk menandatangi buku pernikahan mereka.
Anis yang berada dikamarnya bersama adik-adiknya juga istri dari pamannya mengantar Anis keluar sambil tersenyum bahagia.
Semua orang disana memandangi Anis yang terlihat cantik dengan gaun pengantin sederhana,dan jilbab putih yang menutupi kepalanya,membuatnya semakin memancarkan aura yang berbeda,wajah cantiknya yang selama ini selalu ditutupi dengan gurat kesedihan,kini nampak bahagia.
Tidak terkecuali Nata,pemuda yang kini sudah sah menjadi suaminya itu,hampir tidak berkedip ketika Anis mendekat kearahnya,tapi buru-buru disadarkan oleh colekan kecil Abinya.
Setelah Anis duduk disebelah Nata,bapak penghulu meminta Anis mencium tangan suaminya.
..."Mbak Alanis,silakan disalimin dulu suaminya,nggak usah malu-malu,sekarang sudah sah..." Ucap pak penghulu paruh baya itu disambut gelak tawa dari ibu-ibu disana....
..."Pak Nata,jangan disembunyikan tangannya atuh,gimana istrinya mau salim..." Lagi-lagi ibu-ibu disana tertawa karena baru kali ini melihat pasangan pengantin yang gemetaran setelah akad....
Nata dengan bergetar menyodorkan telapak tangannya pada Anis,yang disambut dengan gemetar pula oleh Anis.
Tangan mereka yang dingin akhirnya bersentuhan.
Anis mencium punggung tangan Nata yang terasa lembut.
..."Nataa,dicium dong istrinya,sekarang nggak papa,Abimu nggak akan marah dan hukum kamu lagi..." Sahut tetangga mereka....
"Iya pak Nata,ayo dong dicium mba Anisnya."
..."Silakan pak Nata,dituruti saja permintaan para tamunya,agar urusannya cepat selesai,saya akan minta mereka tutup mata sebelah,hehehe..."...
^^^"Bu-ibu ayo tutup matanya sebelah dulu,agar suami istri baru ini tidak begitu malu-malu..."^^^
Ibu-ibu disana kembali tertawa.
__ADS_1
Dengan tangan yang masih belum terlepas,Nata akhirnya mencium kepala Anis.
Membuat ibu-ibu yang lain bersorak bahagia sekaligus terharu.
..."Pak Nata,bisa tolong pasang cincin buat mbak Anisnya sekalian,buruan pak,saya sudah lapar ini,hehehe..."...
..."Eh i-iya pak..." Entah bagaimana suara Nata terdengar bergetar....
Umi Sarrah lalu memberikan cincin berukuran kecil itu kepada Nata,dirinya baru membelinya beberapa hari lalu,sebagai mahar untuk Anis.
Tanpa diminta Nata menggapai pelan tangan kiri Anis,dan memasangkan cincin itu dijari manis Anis.
Uminya bersyukur karena cincin pilihannya itu sangat pas dijari menantunya.
..."Kalau begitu,sudah selesai acara ijab kabul hari ini,kalau begitu saya boleh makan pak,bu..." Bapak penghulu itu kembali tertawa karena sejak tadi sepertinya tengah menahan lapar....
..."Eh iya pak,silakan ke sebelah sana,kita makan di sana,sepertinya bapak belum sarapan ya,heheh..." Seloroh Abi Rahman....
..."Bapak tau saja,pagi ini saya sangat sibuk sejak tadi subuh,entah karena hari ini hari sangat baik untuk menikah,atau karena mereka memang tidak sabar menjalankan ibadah,saya sudah menikahkan tiga orang sepagi ini,jadi tidak sempat sarapan,hehehe..."...
..."Ya sudah kalau begitu,silakan sarapan dulu pak,jika bapak tidak sibuk,kita bisa melaksanakan sholat jumat dimasjid depan sana sekalian..."...
..."Terima kasih pak..."...
...*...
Nata kemudian duduk ditempat yang disediakan disekitar panti untuk menyambut tamu laki-laki.
Sementara Anis menuju kerumah Abi Rahman,untuk menyambut tamu perempuan.
Semua atas perintah Abi Rahman,dengan maksud dan tujuan agar tidak bercampur baur tamu laki-laki dan perempuan.
Satu persatu teman-teman kantor Abi Rahman mulai berdatangan,belum banyak yang datang karena hari ini hari jumat,dan memang acara hari ini akan berlangsung sampai sore nanti.
Sampai pukul setengah dua belas siang,tamu sudah tidak terlihat lagi.
Nata masuk kedalam rumahnya untuk mandi dan mengganti baju.
Begitupun dengan Anis.
Nata sampai terlebih dulu dikamarnya dilantai atas.
Anis masuk saat Nata sedang mandi.
Kamar Nata yang mulanya sepi tanpa gambar apapun,kini dihias sedemikian rupa,membuat Anis merasa asing disana,dan memang kamar itu sudah asing baginya bahkan sebelum menikah.
Anis duduk di depan meja rias,yang sepertinya baru saja berada disana,karena sama sekali tidak berisi apa-apa.
Karena kelelahan,dia tertidur sambil duduk disana dan masih mengenakan gaun pengantinnya.
...*...
Nata keluar dari kamar mandi,dan melihat kearah Anis.
Gadis itu tertidur dengan tenang seperti anak bayi tanpa dosa.
Dia segera mengenakan baju dan berniat membangunkan Anis.
Tapi gadis itu sudah bangun tanpa dibangunkan.
..."Maaf pak,saya mengganggu bapak disini..."...
..."Tidak apa,silakan beristirahat sebentar dan laksanakan sholat dzuhur disini,saya akan ke masjid bersama Abi."...
..."Baik pak..."...
__ADS_1
Nata meninggalkan Anis sendirian disana.
Anis segera melepas jilbab dan gaunnya lalu masuk kedalam kamar mandi.
Setelah mandi,dia mencari baju ganti untuknya,tapi tidak ada.
..."Gimana ini,aku kan nggak belum bawa apa-apa kesini,apalagi baju..."...
Karena tidak ada baju sama sekali untuknya,dia mengambil baju kaos dan celana Training milik Nata dengan asal.
Meski kebesaran,tapi Anis menyukainya.
Aroma pewangi pakaian masih melekat dibaju Nata.
Anis tertidur dikasur tanpa jilbab dan hanya mengenakan baju milik suaminya.
...*...
Sudah pukul satu siang.
Anis masih tertidur lelap dikasur Nata,kasur itu memang tidak begitu besar,tapi cukup untuk dua orang.
Dan Nata tidak ingin jika kasurnya harus diganti dengan yang baru.
Nata masuk kedalam kamarnya untuk kembali mengenakan jas pengantinnya,dan kaget melihat Anis yang memakai bajunya.
Dan yang membuatnya lebih kaget adalah rambut panjang Anis yang hitam dan tebal,untuk pertama kalinya dia melihat rambut gadis yang kini berstatus sebagai istri sahnya itu.
Karena sebentar lagi,tamu akan mulai berdatangan,Nata mau tidak mau membangunkan Anis.
..."Assalamualaikum..."...
..."Waalaikumsalam,eh pak Nata,maaf pak saya ketiduran,dan maaf juga karena sudah tidak sopan memakai baju milik bapak."...
..."Tidak apa,saya lupa memberi tahu Umi kalau bajumu tidak ada disini."...
..."Iya pak..."...
..."Tunggu disini,saya akan panggilkan Umi,dan membantu kamu memakai bajumu..."...
..."Iya pak,tapi saya belum sholat dzuhur pak..."...
..."Ya sudah,cepat sholat dulu..."...
..."Baik pak......
Anis segera masuk kekamar mandi dan mengambil wudhu.
Nata sudah siap dengan pakaiannya dan akan segera turun.
..."Saya akan turun duluan..."...
..."Baik pak..."...
...*...
Anis sudah selesai sholat tepat saat Umi Sarrah dan Keponakannya masuk kedalam kamar Nata.
..."Anis,ini baju kamu,maaf tadi pagi Umi lupa membawanya naik."...
..."Baik Umi,terima kasih..."...
..."Oh ya,ini baju ganti untuk pengantinnya,hehehe..." Sahut sepupu Nata yang masih terlihat muda dan cantik....
..."Eh iya kak,saya pikir harus pakai itu lagi..." Jawab Anis sambil menunjuk baju gaun putih yang dipakainya tadi pagi....
__ADS_1
...🌷🌷🌷...
^^^^^^"Bersambung..."^^^^^^