
...🌷🌷🌷...
..."Jangan marah lagi,aku minta maaf."...
..."Nggak usah ganggu,aku tau abang lagi ada maunya."...
..."Aku mau ajak kamu kemasjid,kenalan sama ibu-ibu lain."...
..."Nggak mau abang,aku bukan ibu-ibu,lagian kan perempuan harusnya ibadah dirumah aja."...
..."Tapi sebentar lagi jadi ibu-ibu kan."...
..."Aku nggak mau."...
..."Terserahlah,aku jalan dulu,jangan lupa besok-besok kamu jalan-jalan temuin tetangga."...
..."Nggak mau mas,nanti aku digosipin."...
..."Justru kamu nggak pernah nemuin mereka,malah digosipin."...
..."Tapi kan aku jarang dirumah bang."...
..."Kan sekarang sering libur!"...
..."Iya bang,udah sana pergi,keburu pulang imamnya."...
...***...
Selesai makan malam,Nata kembali kemasjid,beruntung sekali karena masjid sangat dekat dari rumah mereka,jadi Nata hanya perlu berjalan kaki untuk menuju kesana.
Anis belum pernah sama sekali mengikuti Nata,karena memang dirinya lebih suka jika beribadah dirumah.
Anis beranjak dari kamarnya untuk shalat isha.
Setelah selesai,dia menuju kedalam ruang kerja Nata.
Kembali lagi dia membuka album foto yang berada didalam komputer.
Karena penasaran pada gadis disebelah Nata yang dia lihat kemarin,dia memutuskan untuk bertanya pada suaminya nanti.
Sambil terus melihat beberapa foto yang lain yang belum sempat dia buka beberapa hari lalu.
Nata memberi salam dari luar.
Anis menjawab dengan suara yang tidak terdengar oleh Nata.
Karena tidak menemukan Anis dikamarnya,Nata menyusul Anis yang masih mengenakan mukena berwarna putih polos.
..."Kamu ngapain?"...
..."Eh abang,ini aku lagi liatin foto-foto abang,kemarin aku penasaran sama foto ini,jadi aku buka lagi sambil nunggu abang."...
..."Foto apa?"...
..."Ini siapa,mantan abang yah?"...
..."Anis kenapa dibuka-buka sih?"...
..."Kemarin nggak sengaja nemu,hehe...maaf ya."...
..."Udah nggak usah dibahas,aku nggak perlu cerita juga kamu pasti sudah tau!"...
..."Emh jadi bener,tapi kok nggak dihapus,abang masih sayang kan sama dia?"...
Tanpa menjawab,Nata merebut mouse dari tangan kanan Anis,lalu menghapus fotonya bersama sang mantan ketika mereka masih berkuliah.
Anis kaget dan tidak menyangka Nata akan langsung menghapusnya begitu saja.
Nata lalu kembali mencari album lain yang ternyata berisi banyak foto bersama wanita cantik itu.
Dan menghapus semuanya tanpa tersisa.
Anis hanya bisa diam karena tahu Nata pasti sedang marah.
Selesai menghapus semua foto-foto itu,Nata meninggalkan Anis yang masih terpaku ditempat duduknya.
Anis segera mematikan komputer yang masih menyala didepannya lalu berlari keluar menyusul Nata yang hendak membuka pintu depan.
..."Abang mau kemana?"...
..."Mau cari angin diluar."...
..."Abang marah?"...
__ADS_1
Nata menggeleng,dengan wajah datar.
..."Abang marah kan,abang marah karena aku buka-buka foto abang,atau karena abang terpaksa hapusin foto-fotonya."...
..."Anis,aku cuma mau keluar sebentar."...
..."Aku ikut."...
..."Kemana?"...
..."Keluar!"...
..."Tapi aku cuma mau duduk diteras,Anis."...
..."Emhh iya aku mau ikut..." Jawab Anis malu karena mengira Nata akan keluar entah kemana....
Setelah duduk dibangku plastik yang berada diteras,Nata langsung memberi tahu Anis untuk mendengarkan ceritanya,meski Anis tidak berharap Nata akan menceritakan semua masa lalunya pada dirinya.
..."Anis,aku mohon setelah ini jangan pernah tanya apapun lagi tentang yang sudah lewat."...
..."Tapi abang sendiri sengaja belum hapus foto itu,artinya abang juga masih berharap sesuatu kan?"...
..."Anis,aku belum sempat untuk menghapusnya,karena kebetulan kamu buka,jadi aku hapus selagi ingat."...
..."Abang nggak nyesal?"...
..."Justru nyesal karena terlambat,dan kamu malah sempat lihat."...
..."Abang masih ada rasa sama dia?"...
..."Tidak ada,dia sudah menikah beberapa tahun lalu."...
..."Oh ya." Anis merasa lega karena mengetahui mantan kekasih dari suaminya ternyata sudah menikah....
..."Kenapa,kamu senang kan?"...
Anis mengangguk sambil tersenyum manis sampai memperlihatkan gigi putihnya.
..."Kamu sendiri punya mantan kan?"...
..."Mantan darimana bang,selama ini aja aku nggak pernah kemana-mana,cuma sekolah aja."...
..."Disekolah tidak ada mantan?"...
..."Nggak ada,siapa yang mau sama perempuan nggak terurus kayak aku dulu."...
..."Abang bilang apa?"...
..."Ada bintang jatuh."...
..."Hemph,apa susahnya sih ngulang sekali aja."...
..."Ayo masuk,dingin..."...
Nata meninggalkan Anis yang masih senyum-senyum sendiri karena baru saja mendengar Nata memujinya.
Karena masih tidak beranjak dari kursinya,Nata menarik ujung mukenanya.
..."Eh abang..."...
..."Makanya masuk..."...
..."Iya bang iya..."...
Anis mengekor dibelakang Nata sampai dikamar.
..."Jangan marah-marah lagi?"...
Nata berbalik begitu saja yang membuat Anis hampir menabraknya.
..."Iya bang,abang juga..."...
..."Tidak janji."...
..."Ih kok gitu?"...
..."Kalau kamu bikin marah,ya aku marah."...
..."Aku juga tetap boleh marah kalau gitu."...
..."Tapi jangan lama-lama."...
Nata menatap Anis yang sedang menggigiti bibirnya dengan gemas.
__ADS_1
Tanpa menunggu lama,Nata menarik dengan pelan mukena Anis hingga terlepas,dan ternyata Anis hanya mengenakan pakaian tidur yang sangat menggodanya.
..."Kamu sengaja kan?"...
..."Sengaja gimana,biasanya juga pakai begini!"...
..."Tapi ini beda."...
..."Baru dipakai aja."...
Anis yang sudah beberapa hari ini sering mendapat ceramah dari Nata,merasa rindu pada suaminya,dan langsung memeluk Nata yang berdiri didepannya begitu saja.
..."Kamu kenapa?"...
..."Aku rindu sama abang!"...
..."Tapi kita ketemu setiap hari."...
..."Tapi sudah berapa hari ini abang marahin aku terus."...
..."Nggak marah Anis,cuma kasih tau kamu."...
Nata membalas pelukan Anis karena merasa kasihan pada istri cantiknya itu.
..."Kapan abang mau bilang suka sama aku."...
..."Besok."...
..."Huhhh..."...
Nata melepaskan pelukan Anis,lalu mendekatkan wajahnya untuk mencium bibir Anis.
..."Abang mau apa?"...
..."Mau bilang suka sama kamu."...
..."Besok aja."...
..."Anis---!"...
Nata kembali mendekati Anis yang sudah mundur beberapa langkah karena takut disentuh.
..."Jangan main-main,kamu yang mulai."...
..."Aku mau tidur."...
..."Tidak,sebelum kamu mendapatkan hukuman."...
Tanpa bisa kabur lagi,Nata mengangkat Anis begitu saja lalu membaringkannya ditempat tidur.
..."Kalau kamu melawan,hukumannya ditambah dua kali."...
..."Ih abang kenapa jadi m**um begini sih?"...
..."Bukan m**um Anis,tapi cuma menuntut hak yang sudah berapa hari ini harus ditahan karena sikapmu."...
..."Abaaaang---!"...
..."Hust..."...
Nata mencium Anis yang mulai memberontak.
..."Kamu sengaja melawan supaya kamu juga bisa nambah dua kali kan?"...
..."Abaang,aku laporin sama semua orang kalau ada guru agama yang otaknya m**sum kayak gini."...
..."Tapi aku begini cuma sama istri aku,nggak mungkin sama orang lain kan?"...
..."Ihhh abang nyebelin."...
..."Nyebelin tapi kamu suka."...
..."Kalau dari awal aku tahu abang nyebelin,nggak bakalan suka deh..."...
..."Terserah saja,sudah jangan banyak gerak,biar cepat selesai."...
Nata kembali melanjutkan menjelajahi tubuh Anis yang kini semakin membuatnya seperti terhipnotis setiap kali menyentuh gadis yang sudah setahun ini menjadi istrinya.
Dan seperti biasa,gadis itu selalu membuatnya mencapai kenikmatan meski sampai saat ini masih terlihat kaku dan malu-malu.
Anis menghela nafas saat Nata ambruk disampingnya.
Jika mereka terus begitu,bisa saja dirinya segera hamil sebelum berkuliah,Pikir Anis.
__ADS_1
...🌷🌷🌷*...
...*** Bersambung ***...