
...🌷🌷🌷...
Halo semuanya...apa kabar?
Semoga selalu baik ya...!
Jangan lupa tetap dukung othor ya...hehehe...
...🌷🌷🌷...
Hari minggu sore,Nata mengajak Anis untuk kerumah Abinya.
Meski Anis tidak ingin,tapi karena takut Nata memarahinya,dia menurut saja.
Dia bahkan belum bisa banyak berbicara karena kemarin baru saja Nata menceramahi dirinya.
Sampai dirumah Abi Nata,Anis langsung menghampiri adik-adiknya yang sedang bergotong royong membersihkan pekarangan panti asuhan.
..."Assalamualaikum..." Sapanya berusaha tetap tenang....
..."Waalaikumsalam,kak Anis kenapa baru datang sekarang,dua hari kemarin kemana,kita jadi gagal belajar kata-kata baru deh."...
..."Maaf ya sayang,kak Anis sekarang nggak bisa sering datang,karena dirumah kak Anis juga banyak pekerjaan,semoga kalian bisa ngerti ya,Oh ya kalian memangnya nggak mau diajarin sama kakak pengasuh yang baru?"...
..."Nggak mau kak,memangnya kak Anis mau kemana?"...
..."Kak Anis nggak kemana-mana kok,kan cuma tanya,hehehe..."...
..."Pokoknya kita nggak mau kalau kak Anis digantikan sama yang lain."...
..."Hemph oke deh,kalau gitu kak Anis kerumah Abi dulu ya."...
Anis berjalan pelan menuju kedalam rumah.
Nata dan Abinya berbincang diruang tamu.
Setelah memberi salam,Anis langsung menuju dapur membantu Umi Sarrah membuat kopi.
..."Eh Anis,sudah ketemu anak-anak?"...
..."Sudah Umi."...
..."Mereka itu baru ditinggal sebentar saja sudah sibuk sekali mencari kamu,sampai Umi yang kena omel mereka." Umi Sarrah tertawa....
..."Maaf Umi."...
..."Oh iya,kamu sudah enakan?"...
..."Sudah Umi,oh ya Nita mana?"...
..."Dia lagi keluar sama teman-temannya,ini kamu bawa kedepan dulu ya."...
..."Baik Umi."...
Anis membawa nampan berisi dua gelas kopi dan kue yang baru saja selesai dibuat oleh Umi Sarrah untuk Abi Rahman dan Nata.
..."Anis,duduk dulu sebentar!"...
..."Iya Abi."...
Selesai meletakkan kopi diatas meja,Anis masih memegang nampan,dan duduk disebelah Nata.
..."Anis,apa benar kamu mau kuliah?"...
Anis tidak langsung menjawab dan menatap Nata yang juga menatapnya.
Dia tidak menduga ternyata Nata sudah memberi tahu Abinya saat itu juga.
..."Untuk sekarang mungkin belum Abi."...
..."Kenapa Anis?"...
..."Aku takut memberatkan abang."...
..."Kalau kamu mau,Abi akan mengurus semuanya."...
..."Jangan Abi,sekarang Nita juga sedang kuliah,aku tidak mau membuat Abi sampai kerepotan mengurus aku juga."...
..."Ya sudah,kalau begitu biarkan Nata bekerja membantu proyek Abi."...
..."Itu terserah pada abang saja,Abi."...
..."Kalau begitu,pikirkan baik-baik Nata,Abi menunggu keputusanmu,kamu boleh tetap mengajar seperti biasa dihari jumat."...
..."Baik Abi."...
__ADS_1
..."Ini demi masa depan kalian juga,demi Anis bisa segera berkuliah."...
Umi Sarrah yang baru tiba disana mendengar ucapan suaminya yang mengatakan Anis akan berkuliah.
..."Kamu mau kuliah Anis?"...
..."Eh Umi,duduk dulu sini." Ucap Nata....
..."Apa benar kamu mau kuliah Anis?" Umi Sarrah mengulang pertanyaannya....
..."Insya Allah Umi,tapi mungkin tidak sekarang."...
..."Kenapa?"...
..."Aku takut abang sakit kepala Umi." Anis berusaha tertawa,meskipun takut Umi Sarrah memarahinya....
..."Kenapa kamu tidak bilang waktu kamu lulus SMA dulu?"...
..."Aku takut menyusahkan Umi,bisa tinggal disini dan sekolah saja,aku sudah bersyukur."...
..."Tapi kamu bisa mendaftar dan masuk kuliah lewat jalur beasiswa?"...
..."Aku takut tidak bisa terus mendapat nilai yang bagus Umi."...
..."Anis Anis,dulu kamu menolak saat Abi menanyakan tentang niatmu untuk melanjutkan kejenjang perkuliahan dan hanya memilih untuk kursus bahasa inggris,tapi ternyata diam-diam kamu ingin kuliah."...
..."Maaf Umi."...
..."Kalau begitu,biarkan Abimu kembali mengurus semuanya."...
..."Umi---!" Nata dan Abinya menyela bersamaan....
..."Kenapa kalian ini?"...
..."Nata tidak akan membiarkan kita Umi." Jawab Abi Rahman....
..."Tapi pekerjaan kamu sekarang apa bisa membiayai kuliah istrimu?"...
..."Aku akan bekerja membantu Abi."...
..."Yang benar Nata,lalu bagaimana dengan muridmu?"...
..."Tidak apa Umi,aku akan mengajar setiap hari jumat seperti kata Abi,tapi kalau tidak sempat aku harus berhenti mengajar."...
..."Tidak apa Nata,kamu bisa tetap mengajar dimanapun nanti."...
..."Tidak Nata,Abi malah bersyukur kalau Anis mementingkan pendidikannya,karena setelah kalian memiliki anak,ibunya yang akan menjadi guru pertama untuk anak-anak kalian."...
..."Iya Abi,oh ya Umi tidak marah?"...
..."Umi tidak masalah,karena dulu Umi juga terlambat melanjutkan pendidikan Umi,tapi kalau Anis kuliah,bagaimana dengan cucu Umi?"...
..."Akan kami usahakan Umi,tapi jangan sekarang ya,Anis pasti lagi banyak pikiran,tidak baik kalau hamil dalam keadaan tidak tenang."...
..."Baik kalau begitu,kalian atur dan pikirkan semuanya dari sekarang,Abi tidak akan memaksakan kalian,tapi sekali lagi,Abi ingatkan,semua untuk masa depan kalian juga,Anis juga bisa bisa tetap berkuliah meski sedang hamil,asalkan sehat dan tidak ada keluhan yang berarti."...
..."Baik Abi,kalau begitu kami pamit pulang dulu."...
..."Kalian tidak menginap?"...
..."Tidak Umi,kami harus pulang,karena besok harus mengajar dan membicarakan semuanya dengan pihak sekolah."...
..."Baiklah,kalian hati-hati yah."...
..."Iya Umi."...
...***...
Setelah menyalami kedua orang tuanya,Nata dan Anis meninggalkan mereka berdua yang mengantar sampai didepan teras rumah.
Nata dan Anis mengendarai motor karena tidak ingin terjebak macet disaat jam ramai seperti ini.
Pukul lima lewat tiga puluh menit,mereka sudah sampai dirumah mereka.
Anis masuk terlebih dulu dan segera mandi.
Sementara Nata memarkirkan motornya disamping rumah dan memilih duduk diteras rumah sambil memikirkan semuanya.
Anis sudah selesai mandi,dan menyadari Nata yang belum masuk kedalam rumah.
Dia segera menghampiri suaminya yang sedang melamun diteras.
..."Abang nggak mandi,sebentar lagi maghrib?"...
..."Sebentar lagi."...
__ADS_1
Anis kembali kedalam menuju dapur dan memanaskan lauk yang tadi siang dimasaknya setengah matang.
..."Mau ikut kemasjid?" Tanya Nata yang tiba-tiba muncul dengan bertelanjang dada....
..."Nggak usah bang,aku malu."...
..."Ya sudah."...
Nata mandi dan segera bersiap menuju kemasjid.
..."Aku berangkat."...
..."Iya bang."...
..."Jangan marah lagi."...
..."Eh,siapa yang marah?"...
..."Kamu."...
..."Abang."...
..."Emh,Assalamualaikum."...
Nata berlalu begitu saja meninggalkan Anis karena tidak ingin kembali berdebat.
..."Waalaikumsalam." Anis mendengus kesal....
Lalu kembali menyiapkan makanan dimeja makan.
Setelah selesai,dia buru-buru mengambil wudhu dan masuk kedalam kamar tamu yang menjadi tempat mereka menjalankan ibadah.
Anis duduk disana sampai Nata kembali.
..."Abang masih marah?" Seru Anis sambil mengekori Nata yang langsung menuju dapur....
..."Aku lapar,mau makan dulu."...
..."Abang,jawab dulu."...
..."Sebenarnya yang marah siapa?"...
..."Abang!"...
..."Yang bikin marah siapa?"...
..."Nggak ada."...
..."Terus yang kemarin nangis histeris itu siapa?"...
..."Abang nyebelin."...
..."Aku kan tanya,siapa hemph coba?"...
..."Tau ah bang..."...
..."Sudah,sini makan dulu."...
..."Nggak mau."...
..."Nggak lapar?"...
..."Nggak,aku kenyang liat abang yang sekarang jadi suka marah-marah,suka ceramah juga."...
..."Anis,mana ada orang yang marah-marah kalau nggak dibuat marah."...
..."Tapi kan abang sudah tua,harusnya kalau aku salah jangan dimarahin."...
..."Terus mau diapain,aku memang sudah tua,tapi kamu juga bukan lagi anak SMA."...
..."Aku salah lagi kan."...
..."Nggak salah Anis,tapi umur kamu sudah masuk dewasa,harusnya kalau mau melakukan sesuatu,izin atau cerita dulu sama aku,karena sekarang itu aku suami kamu."...
..."Tapi cuma suami terpaksa kan?"...
..."Anis,kalau mau ngomong itu hati-hati,oh ya bicara soal terpaksa,bukannya kamu juga terpaksa?"...
..."Nggak,karena aku suka sama abang,jadi aku terima-terima aja,taunya sekarang malah ketahuan kalau abang pemarah,padahal guru agama."...
..."Guru agama juga manusia biasa Anis,bukan malaikat,mana mungkin tidak bisa marah."...
..."Terserah deh bang,abang makan aja sendiri,aku mau kekamar."...
Anis meninggalkan Nata yang sedang berada didapur.
__ADS_1
...🌷🌷🌷...
...^^^>>> Bersambung >>>^^^...