Menikah Dengan Gadis Panti Asuhan

Menikah Dengan Gadis Panti Asuhan
Bab 30. Kemarahan Nata.


__ADS_3

Sudah sebulan sejak Anis sakit.


Anis kembali bekerja dipanti asuhan.


Nata membiarkan istrinya tetap bekerja disana karena Anis yang akan uring-uringan ketika hanya berdiam diri dirumah.


Abi dan Uminya pun tidak punya pilihan lain selain membiarkan menantunya itu tetap mengajari anak-anak dipanti.


Karena mereka pun merasa, adik-adik Anis disana tidak ingin jika Anis digantikan oleh orang lain.


...*...


Sepulangnya bekerja.


Anis yang tidak ingin dijemput oleh Nata,memilih naik taksi online dan meminta diturunkan disekitar pasar yang berada tidak jauh dari rumahnya.


Anis mampir disebuah apotik yang masih terbuka meski hari sudah hampir gelap.


Anis membeli satu keping pil yang segera dimasukkannya kedalam tas.


Setelah membayar,dia berlari kecil untuk pulang kerumahnya agar tidak kemalaman.


Nata yang menunggunya diruang tamu,menyambutnya dengan wajah khawatir.


..."Kamu jalan kaki darimana?"...


..."Dari pasar bang,tadi mau liat-liat tapi tokonya sudah pada tutup,mungkin karena sudah senja..."...


..."Ya sudah cepat mandi sana...?"...


..."Iya bang..."...


Anis malah dengan ceroboh meninggalkan tas miliknya begitu saja dimeja ruang tamu.


Saat Anis sedang memakai pakaian dikamar,ponsel Anis berdering dari dalam tas.


..."Anis ada yang telpon..."...


..."Angkat aja bang,aku masih pakai baju..."...


Nata membuka tas Anis,untuk mengambil ponsel,dan membuat pil yang berada didalam tas Anis ikut terambil oleh Nata.


Nata langsung mengabaikan panggilan diponsel Anis dan memperhatikan pil kecil berwarna merah dan putih,karena takut Anis keluar dari kamar,dia memotret pil itu dan segera mengembalikannya kedalam tas Anis.


..."Siapa bang..."...


..."Oh iya kayaknya Nita..."...


..."Hemph,kenapa ya dia telpon..."...


Nata menjawab tidak tahu dengan datar lalu beranjak menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu.

__ADS_1


..."Aku kemasjid dulu ya..."...


..."Iya bang,hati-hati..."...


Karena penasaran dengan pil milik Anis,Nata akhirnya membawa ponselnya kemasjid dan mengaktifkan mode senyap agar tidak mengganggu.


...*...


Nata buru-buru keluar dari masjid untuk mencari tahu pil tersebut.


Dia membuka halaman pencarian diponselnya.


Nata dibuat sangat terkejut setelah menemukan fungsi pil itu.


...Pil KB....


Untuk mencegah terjadinya kehamilan.


Begitu penjelasan pertama yang didapatkannya.


Nata sama sekali tidak menduga Anis akan mengkonsumsi pil itu tanpa memberi tahu dirinya.


Sementara dirinya sudah beberapa kali ditanya oleh Uminya tentang kehamilan Anis.


Bahkan meminta mereka berdua untuk memeriksakan diri,tapi Nata selalu berdalih agar Anis tidak merasa tersinggung.


Ternyata pil itulah yang menjadi penyebab Anis belum juga hamil hingga saat ini.


Dan mendapati Anis yang sedang menunggunya diruang tamu.


..."Abang mau makan dulu...?"...


Nata menggeleng dan menatap Anis dengan wajah marah.


..."Abang kenapa...?"...


..."Anis..."...


..."Kenapa abang..."...


..."Ini apa...?"...


Nata menunjukkan foto pil milik Anis dari ponselnya.


Anis kaget bukan main saat mengetahui pil itu adalah miliknya.


..."Ini apa Anis...?"...


..."I-i tu..."...


..."Apa...? Kamu nggak bisa bilang ini apa?"...

__ADS_1


..."Ma-ma af bang..."...


..."Sudah berapa lama kamu minum ini...?"...


..."Jawab Anis..." Sambung Nata....


Anis terduduk lesu dikursi ruang tamu.


Dia kesulitan menjawab karena menahan tangis.


..."Anis,tolong jawab..."...


..."Aku cuma mau tau sejak kapan kamu minum ini...?" Suara Nata semakin meninggi....


Anis tidak bisa lagi menahan air matanya.


Dia akhirnya menangis karena suara Nata yang terdengar lebih keras dari biasanya.


..."Anis,aku cuma mau tau sejak kapan?"...


Suara Nata kembali normal.


..."Anis jawab aku,atau aku beri tahu semuanya pada Umi..."...


Kini Nata duduk disamping Anis.


..."Anis,selama ini aku menjaga ucapanku didepan Umi,setiap kali Umi bertanya tentang kehamilan kamu,aku bahkan tidak pernah membicarakannya,agar kamu tidak merasa tersinggung,tapi ternyata ini yang sudah bikin kamu tidak bisa hamil sampai sekarang...!"...


..."Kenapa Anis...Apa sampai sekarang kamu tidak percaya sama suami kamu sendiri...?"...


..."Aku sudah berusaha sebisa mungkin untuk nerima kamu,aku mungkin sudah jatuh cinta sama kamu,meskipun aku tidak pernah mengungkapkan secara langsung,tapi kamu malah seperti ini..."...


..."Anis,tolong jelaskan semuanya besok pagi..."...


..."Malam ini,jangan ganggu aku..."...


Nata meninggalkan Anis dan masuk kedalam ruang kerjanya lalu mengunci pintu dari dalam.


Anis mengusap air matanya dan menyandarkan tubuhnya disofa.


Ada rasa sesal didalam dirinya karena sudah diam-diam mengkonsumsi pil itu sejak lima bulan lalu.


Ya...Sejak mengetahui dirinya belum hamil setelah berhubungan untuk pertama kalinya.


Anis memutuskan untuk membeli pil tersebut dan meminumnya setiap malam tanpa sepengetahuan Nata.


Kini dia menyesal karena Nata sudah mengetahui dan sangat marah kepadanya.


...🌷🌷🌷...


...>>> Bersambung >>>...

__ADS_1


__ADS_2