Menikah Dengan Gadis Panti Asuhan

Menikah Dengan Gadis Panti Asuhan
Bab 27. Game


__ADS_3

...🌷🌷🌷...


Nata dan Anis sudah kembali kerumahnya.


Karena besok mereka sudah harus kembali mengajar.


Mereka pulang selepas makan malam dan melaksanakan ibadah shalat isya bersama.


...*...


Anis langsung merebahkan tubuhnya begitu saja diatas kasur.


Tubuhnya sedikit lelah karena seharian tidak sempat beristirahat.


Karena merasa gerah.


Anis bangun dan mengganti pakaiannya dengan pakaian rumah yang sedikit lebih pendek.


Baju-baju pendek seperti itu merupakan pemberian Umi Nata saat mereka pindah kerumah ini.


Anis baru berani memakainya karena Nata sudah menyentuhnya.


Sejak enam bulan lalu pakaian itu hanya bertumpuk didalam lemarinya,karena tidak ingin membuat Nata menatapnya aneh.


...*...


Nata sendiri sejak sampai tadi langsung menuju ruang kerjanya,mungkin sedang menyiapkan keperluannya besok hari.


Anis,memainkan ponselnya.


Sudah satu jam berlalu,Nata belum juga kembali kekamar.


Karena penasaran,Anis menyusul Nata yang berada diruangan yang tidak jauh dari kamar utama mereka.


..."Abang...kok malah rebahan disini...?"...


Anis menghampiri dan duduk berjongkok disamping Nata yang ternyata sedang merebahkan tubuhnya dilantai yang hanya dialasi karpet bulu berukuran kecil sambil menatap langit-langit ruang kerjanya.


..."Loh kamu belum tidur...?"...


..."Belum,tadi nunggu abang,aku kira sibuk,ternyata sibuk menghayal..."...


..."Aku takut kalau masuk kekamar,malah mau main game..."...


..."Ya ampun,pak guru agama sekarang sudah bisa berpikiran jorok ya..."...


..."Gara-gara kamu..."...


..."Kenapa gara-gara aku...?"...


..."Kamu enak,rasanya mau makan kamu mentah-mentah..."...


..."Eh pikirannya..."...


Anis bersiap berdiri dan meninggalkan Nata.


Tapi tangan kekar Nata sudah lebih dulu menarik ujung baju yang dikenakan Anis.


..."Eh apaan sih bang,nanti bajunya robek..."...


..."Biarin robek sekalian,itu juga udah kependekan..."...


..."Abang---"...


Nata bangun dan duduk berjongkok didepan Anis yang sudah kembali duduk dilantai.


..."Siapa yang suruh pakai baju begini...?"...


..."Nggak ada,sayang aja bajunya nggak pernah dipakai...?"...


..."Jangan coba-coba pakai begini didepan orang lain..."...

__ADS_1


..."Eh iya lah bang,kalau keluar kan aku pakai jilbab..."...


..."Sudah,balik kekamar sana..."...


..."Abang mau tidur disini...?"...


..."Aku nunggu kamu tidur dulu..."...


..."Kenapa begitu...?"...


..."Aku sudah bilang,aku takut mau main game kalau liat kamu masih begini..."...


..."Kenapa takut...?"...


Nata berdiri dan duduk dikursinya.


..."Aku takut kamu mikir kalau aku nemuin kamu cuma karena nafsu..."...


..."Jadi,aku harus apa sekarang...?"...


..."Pergi tidur sana..."...


..."Nggak mau..."...


..."Kamu mau main game juga...?"...


Anis diam menatap tajam Nata.


..."Anis,sudahlah kamu kembali kekamar duluan sana..."...


Anis menggeleng.


Nata yang kesal melihat tingkah Anis,berdiri dan mematikan lampu diruang kerjanya dan hanya tersisa lampu kecil dimeja yang menyala.


Nata menarik tangan Anis dan menuntunnya menuju sofa berukuran kecil didepan jendela kamar itu.


..."Kamu yang maksa aku..."...


..."Abang,aku malu..."...


..."Malu kenapa,pakai baju begini aja sudah tidak malu..."...


..."Nggak ada selimut..."...


..."Ya sudah..."...


Nata kembali menarik tangan Anis dan membawanya keluar dari sana.


Mereka menuju kamar tidur mereka.


Nata yang sudah dikuasai nafsunya tidak mampu lagi menahan diri,apalagi mereka sudah merasakan kenikmatan dunia yang membuat mereka ingin melakukannya lagi.


Nata masih dengan posisi berdiri didepan kasur,sementara Anis duduk didepannya.


Pelan tapi pasti,Nata sudah membuat tubuh Anis polos tanpa pakaian.


Dia melepas pakaiannya sendiri dan membiarkannya tergeletak dilantai begitu saja.


..."Anis,aku minta maaf,aku tidak bisa menahan diri..."...


Anis mengangguk,karena dirinya pun tidak bisa menolak,meski tubuhnya masih lelah.


..."Kamu suka...?"...


Anis mengangguk lagi.


Membuat Nata terlihat lebih bersemangat untuk melakukan permainannya.


Sebelum kembali menyentuh tubuh istrinya,tidak lupa dia selalu memegang kepala istrinya dan membaca doa sebelum berhubungan intim.


Nata sudah berada disamping Anis,membiarkan tubuh mereka berkeringat didalam selimut karena dikamar mereka hanya ada sebuah kipas kecil yang menyala.

__ADS_1


..."Anis,kamu bisa menolak kalau kamu tidak mau...?"...


Anis menggeleng dan menenggelamkan kepalanya didada bidang Nata.


Siapa yang akan menolak disentuh oleh orang yang sejak dulu sangat diharapkannya itu.


..."Tapi kamu tau,aku---"...


..."Aku suka sama abang..."...


..."Aku tau,tapi aku belum tau sama perasaan aku sendiri...?"...


..."Katanya nanti abang akan lebih suka sama aku..."...


Nata tidak menjawab dan hanya mencium ujung kepala Anis.


..."Aku benar-benar minta maaf,Anis..."...


Nata merasakan tubuh polos Anis yang hangat mendekap tubuhnya.


Membuatnya semakin tidak bisa menahan diri untuk melanjutkan game yang sempat tertunda pagi tadi.


Nata meraba tubuh Anis dari kepala hingga bagian yang membuatnya tergila-gila sejak kemarin malam.


Yaa...Sejak berhasil melakukannya dirumah Abi dan Uminya kemarin,Nata terbuai setiap kali melihat Anis.


Tapi dia takut dan berpikir itu hanya nafsu yang bisa saja dia tahan.


...*...


Anis mendesah perlahan saat Nata memainkan area sensitifnya.


Kini Nata sudah lebih lihai memainkan game yang disukainya.


..."Abang---"...


..."Kenapa Anis...?"...


..."Aku nggak akan kenapa-kenapa kan?"...


..."Kamu bisa saja hamil anak kita...?"...


..."Tapi aku belum mau..."...


..."Kenapa?"...


..."Aku takut nggak bisa jadi ibu yang baik..."...


..."Kamu pasti bisa..."...


Tanpa menunggu lama,Nata sudah bergerak perlahan diatas tubuh Anis untuk kembali merasakan kenikmatan yang luar biasa.


Anis sudah merasa lebih nyaman,karena sudah tidak ada rasa sakit dibawah sana.


..."Anis,kamu senang...?"...


Anis yang memejamkan mata,hanya bisa mengangguk sambil menggigit bibir bawahnya,yang membuat Nata tersenyum manis menatapnya.


..."Abi-Umi,mungkin aku sudah jatuh cinta sama istriku..."...


..."Tapi aku masih ragu,bagaimana kalau ini cuma nafsu..."...


Nata membatin sambil terus menggerakkan tubuhnya perlahan diatas tubuh Anis.


Game yang mereka mainkan berakhir dengan sempurna.


Anis tanpa rasa malu lagi mendesah dengan keras saat mereka berdua mencapai puncak kemenangan masing-masing.


...🌷🌷🌷...


...>>> Bersambung >>>...

__ADS_1


__ADS_2