Menikah Dengan Gadis Panti Asuhan

Menikah Dengan Gadis Panti Asuhan
Bab 9. Seminggu sebelum pernikahan


__ADS_3

Undangan sudah selesai dibuat.


Seluruh penghuni panti asuhan dibuat heboh dengan berita pernikahan Anis dan Nata.


Para tetangga yang mengetahui sikap Nata pun seketika menjadi rusuh,karena takut Anis tidak bahagia jika menjadi istri Nata,pemuda tanggung yang terlihat sangat dingin pada sosok wanita itu.


Mereka juga tahu,sikapnya itu berkat didikan Abinya yang sangat keras padanya.


Mereka masih ingat dengan jelas kejadian saat Nata menjadi mahasiswa.


Dimana Nata menerima hukuman dari Abinya dengan berkeliling komplek untuk meminta maaf pada semua tetangganya karena sudah ketahuan berpacaran.


Sejak hari itu,Nata menjadi sosok laki-laki yang tidak pernah memandang pada wanita.


Tapi seminggu lagi pernikahannya dengan Anis akan segera diselenggarakan.


Membuat mereka tidak habis pikir pada Abi Rahman.


Mereka bertanya-tanya sejak kapan Nata dan Anis dijodohkan.


Apa karena Abi Rahman takut akan terjadi fitnah,jika membiarkan Nata terus melajang,sementara didalam panti Asuhan ada sosok gadis cantik yang sudah dewasa,dan sering bertemu Nata saat pak Guru agama itu sesekali mengajar dipanti.


Semua orang sibuk menerka-nerka tanpa tahu ada apa dibalik perjodohan dan pernikahan dua anak muda yang tidak pernah saling bertegur sapa itu.


...*...


Sore itu,Anis memutuskan untuk membuang egonya,membuang jauh-jauh rasa marah didalam hatinya yang selama ini menghantuinya.


Dia meminjam ponsel milik bu Lastri dan menelpon ibunya.


Tidak perlu menunggu lama,Ibunya dengan cepat mengangkat panggilan,karena memang sudah berbulan-bulan Anis tidak menghubunginya.


..."Assalamualaikum bu..."...


..."Waalaikumsalam nak,ibu lega akhirnya kamu menghubungi ibu,selama ini ibu sangat takut untuk menelpon kamu..."...


..."Tidak apa-apa bu..."...


..."Ada apa nak,kamu tiba-tiba telpon ibu?"...


..."Aku akan menikah bu..."...


..."Menikah?"...


..."Iya bu..."...


..."Dengan siapa nak?"...


..."Pak Nata bu,anak Abi Rahman?"...


..."Yang benar nak?"...


..."Benar bu,aku menghubungi ibu,untuk menyampaikan ini,karena bagaimanapun,aku masih punya seorang ibu..."...


..."Maafkan ibu ya nak..."...


..."Iya bu..."...


..."Kapan kalian akan menikah?"...


..."Minggu depan bu,oh ya bu,siapa yang akan jadi wali nikah untuk aku bu?"...


..."Kamu bisa menghubungi pamanmu nak,pasti dia bisa,hanya dia yang bisa membantumu sekarang ini..."...


..."Baik bu,kalau begitu aku tutup telponnya ya bu,jaga diri ibu baik-baik disana,pulanglah jika bisa,aku akan menunggu ibu disini..."...


..."Iya nak,iyaa...ibu selalu berusaha untuk bisa pulang nak,kamu juga baik-baik ya,jadi istri yang baik untuk suamimu,dan semoga kamu bahagia ya nak..."...


..."Terima kasih bu,assalamualaikum..."...


..."Waalaikumsalam..."...


Anis menutup telponnya.


Lalu mengembalikan ponsel itu kepada ibu Lastri.

__ADS_1


..."Anis,tunggu sebentar,ada yang mau ibu tanyakan sama kamu?"...


..."Iya bu,ada apa?"...


..."Tentang pernikahan kamu sama pak Nata,apa kamu serius?"...


..."Iya bu..."...


..."Anis,tapi pak Nata itu seram loh Nis..."...


..."Apanya yang serem bu,dia kan bukan harimau..."...


..."Heheh iya sih Nis,tapi kamu tidak takut sama pak Nata?"...


..."Takut bu,hehehe..."...


..."Terus bagaimana kamu bisa menerima dia,kalau kamu takut...?"...


..."Aku nggak bisa nolak perintah Abi Rahman bu,mungkin karena aku sudah banyak merepotkan keluarga mereka,jadi mau tidak mau aku harus menerima apapun yang diperintahkan oleh Abi dan Umi..."...


..."Anis,kamu ini,tapi kamu juga berhak menolak kalau kamu tidak suka..."...


..."Aku suka kok bu..."...


..."Suka sama apanya Anis,pernikahannya atau pak Nata?"...


..."Dua-duanya bu,tapi ini rahasia ya bu,jangan sampai ada yang tahu soal ini..."...


..."Ehh iya iya Nis,ibu paham..."...


..."Terima kasih ibu..."...


..."Sama-sama Anis,tapi soal perjodohan ini,ibu boleh cerita kan sama yang lain,biar mereka semua bisa tidur nyenyak malam ini,hehehe..."...


..."Baik ibu..."...


Anis meninggalkan ruangan Anis,dan segera berjalan keluar memberi tahu penduduk panti dan tetangga sekitar panti, bahwa Abi Rahman yang sengaja menjodohkan mereka dan Anis tidak bisa menolak sebagai bentuk balas budi pada keluarga Abi.


Akhirnya tetangga mereka mengangguk paham,dan menyampaikan berita penting itu pada tetangga yang lain.


Begitulah kehidupan orang-orang disekitar rumah Abi Rahman,maka dari itu,sebelum mereka tahu yang sebenarnya,Abi Rahman harus bertindak lebih cepat,karena gosip disana lebih cepat menyebar daripada virus.


...*...


Dan salah satu ibu-ibu dari mereka menanyakan keseriusan Nata pada Anis.


..."Assalamualaikum pak Rahman..."...


..."Waalaikumsalam ibu-ibu..."...


..."Pak Rahman serius akan menikahkan Nata dengan Anis?"...


..."Ya serius atuh bu,memangnya kenapa ya bu?"...


..."Tapi apa pak Rahman tidak kasihan pada Anis?"...


..."Kasihan kenapa ibu?"...


..."Anis itu anaknya pendiam dan penurut sekali,bagaimana jika Nata tetap bersikap dingin sama Anis pak?"...


..."Tenang saja ya bu-ibu,saya kenal anak saya,saya juga kenal dengan Anis,Insya allah saya percaya,mereka akan jadi pasangan yang sakinah,mohon doanya yaa ibu-ibu semua,semoga acara anak kami dilancarkan..."...


..."Baik pak Rahman,jika dirumah bapak butuh bantuan,kami bersedia membantu..."...


..."Terima kasih ibu-ibu semua..."...


Abi Rahman melewati mereka dan buru-buru masuk kedalam pagar rumahnya.


..."Umi..."...


..."Ada apa Abi,bukannya salam dulu,malah langsung teriak-teriak..."...


..."Maaf Umi,Abi lupa..." Ucap Abi Rahman sambil mengucap salam....


Istrinya menjawab salam.

__ADS_1


..."Terus sekarang ada apa?"...


..."Teman-teman Umi didepan sana itu,sepertinya sedang sibuk bergosip tentang pernikahan Nata dan Anis,apa bisa Umi pergi menenangkan mereka."...


..."Alaah Abi..Aku pikir ada apa,ya sudah biarkan saja mereka itu,sejak tahun gajah kan mereka sudah seperti itu..."...


..."Tapi mereka sibuk menanyakan keseriusan Nata..."...


..."Ya sudah,tinggal jawab,kalau Nata serius..."...


..."Tapi bagaimana kalau mereka nanya sama Nata langsung,Umi..."...


..."Entahlah bi,biarkan saja,Nata juga pasti tahu yang terbaik untuk dirinya."...


..."Ya sudah,dimana Nata?"...


..."Mungkin diruang kerjanya,coba saja Abi kesana..."...


..."Nanti saja setelah maghrib..."...


..."Terserah Abi sajalah."...


...*...


Selesai melaksanakan ibadah berjamaah dimushola panti asuhan,Abi Rahman langsung memanggil Nata menuju ruang kerjanya.


Tanpa banyak bertanya,Nata menuruti permintaan Abinya.


...*...


..."Nata,sepertinya para tetangga kita mempertanyakan keseriusan kamu untuk menikah?"...


..."Lalu kenapa Abi?"...


..."Abi hanya ingin menanyakan,apa kamu benar-benar menikahi Anis karena permintaan Abi?"...


..."Tidak juga Bi..."...


..."Lalu..."...


..."Aku kan sudah bilang sama Abi,aku akan mencobanya..."...


..."Tapi Nata,apa yang akan kamu lakukan jika nanti kamu tidak bisa menerima Anis?"...


..."Entahlah Abi,untuk saat ini aku tidak bisa berpikir apa-apa..."...


..."Ya sudah,semoga kamu tidak mempermalukan keluargamu dikemudian hari nanti Nata,Abi sebenarnya akan menerima jika kamu menolak,tapi Abi masih ragu kamu tidak melakukan apa-apa diperpustakaan hari itu..."...


..."Tidak apa Abi,dan untuk hari itu,aku benar-benar tidak melakukan apa-apa,tolong percaya sama aku Bi..."...


..."Baiklah,Abi akan mencoba percaya,tapi ingat janji kamu untuk mencintai Anis..."...


..."Baik Abi..."...


..."Ya sudah,kembalilah kekamarmu..."...


Nata mengangguk dan berlalu meninggalkan Abinya.


Dia tidak menduga bahwa Abinya masih saja menuduhnya berbuat aneh malam itu.


Tapi akhirnya dia mengalah saja,toh undangan pernikahan sudah selesai dibuat.


Jika dia menolak kali ini,mungkin saja dia benar-benar akan dikutuk saat ini juga.


Nata bergidik,sambil merebahkan tubuhnya dikasur.


..."Satu minggu lagi..." Batinnya...


Bayangan wajah Anis yang tersenyum manis tiba-tiba muncul dihadapannya.


..."Astaghfirullah..." Dia terbangun dan menyandarkan diri didinding kamarnya....


...🌷🌷🌷...


^^^"Bersambung...^^^

__ADS_1


..."Maaf karena masih berusaha untuk Up satu bab setiap hari,masih sibuk nabung bab agar nanti bisa crazy Up..."...


..."Terima kasih..."...


__ADS_2