
Sepulangnya dari kantor pras pun bergegas pulang untuk mengambil beberapa barangnya.
ceklek...
Pras yang membuka pintu yang mewah itu dengan kasarnya,raras yang melihat suaminya pulang merasa sangat senang seakan kemarahan dia kemarin sudah di lupakan sesaat.
"mas..mas.."panggil raras sambil mengikuti pras dari ruang tamu hingga kamar mereka.
"mas...jawab aku,kamu kemarin malam kemana?"tanya raras lagi dengan muka yang sedikit mengerutkan keningnya.
"diam kamu ras,kamu sudah tidak mau mendengar penjelaskan aku kan?" jawab pras dengan nada ketusnya.
Raras yang mendengar ucapan pras pun merasa dia bersalah karena dia tidak mau mendengarkan penjelasan pras kemarin.
"maaffff...mas" tandas raras dengan raut wajah yang sedikit memohon.
"aku mohon kamu jangan pergi lagi" tandas raras lagi sambil menangis menolak suaminya pergi.
Pras yang sedang memasukan pakaian kedalam tas dan ingin segera pergi,krena sudah ada mia wanita yang membuat dia nyaman menunggunya.
"ingatnya kamu dulu di sini hanya seorang suster dan sekarang menjadi istriku tapi kamu tidak ada hak kamu tidak ada hak untuk melarang aku pergi" teriak pras kepada raras
Kiky,tami yang sedang di dapur mendengar teriakan pras mereka hanya saling pandang dan sari pun juga hanya diam,karena dia juga tidak ada hak untuk ikut campur dengan rumah tangga mereka.
Di kamar pun raras memohon pras agar dia tidak pergi meninggalkannya.
"masss aku minta maaf,aku mohon kamu jangan pergi lagi" tangis raras.
"DIAM KAMU RAS......" triak pras lagi.
Dan stelah baju pras yang sudah masuk ke dalam tas pras pergi meninggalkan kamar untuk pergi.
Raras yang tidak tau pras akan pergi kemana hanya menangis di kamarnya,seakan tenaganya sudah habis untuk mengejar pras yang begitu cepat.
pras yang sudah masuk mobil lagi pun dengan cepat ya
Buugghh....
Brummmmm.......
Pras langsung menginjak gas mobil dengan cepatnya di dalam mobil pras hanya menggerutu
"wanita sialan...cuma bikin susah hidup ku saja" dengan. Wajah yang merah marah pras sudah mulai memuncak.
__ADS_1
Tok..
Tokk...
"hay pras..." sapa ami yang menyambut pras dari depan pintu dengan senyum manisnya membuat pras merasa nyaman di dekat dia.
mia yang melihat pras masih dengan amarahnya dia membuatkan segelas kopi.
"ini minum dulu,aku buatkan kamu kopi biar kamu lebih sedikit rileks" tandas mia yang penuh perhatian dengan pras.
pras yang hanya tersenyum ke mia.
"makasih ya mi kamu selalu membuat ku nyaman sejak dulu,kamu selalu tau tetang diri ku" tandas pras sambil meminum kopi buatan mia
"its oke pras..jujur sebenarnya aku masih sayang sama kamu,akan ku lakukan apa pun untuk mu". Mia yang tersenyum lebar.
"apa aku boleh tinggal dengan mu untuk sekarang ini,aku belum sempat mencari apart dekat kantor" tandas pras lagi.
"kamu boleh tinggal di sini sesuka kamu pras" tandas mia.
"aku ingin mandi rasanya sambil menenangkan fikiran ku" tandas pras lagi sambil menghabiskan kopi yang ada di tangannya.
"air untuk mu mandi sudah aku siapkan,baju dan handuk juga sudah aku siapkan" tandas mia.
Selama pras mandi mia memasak untuk makan malam mereka,mia memasak spaghetti.
"pras mau sampai kapan kita begini?" tanya mia dengan wajah yang berharap ada jawaban sesuai yang di harapkan.
Pras yang terkaget mendengar pertanyaan mia diam.
"aku tidak tau mi jangan kau tanya aku seperti ini" pras yang bingung dengan jawabnya,dia sudah tidak cinta mia tetapi dia nyaman dengan mia,dan mia bisa menyerahkan tubuhnya kapan saja pras mau.
"yang kita lakukan selama ini berarti tidak....." mia pun menangis mendengar jawaban pras,selama beberapa bulan nie aku menutupi kebohongan mu yang lumpuh.
pras memang sudah mengatakan ke mia jika dia berbohong lumpuh di depan raras,tetapi dia belum menceritakan kebohongan besarnya ke pada mia.
"iya mi...aku tau aku mohon beri aku waktu dulu untuk sekarang ini" pras yang memberi keyakinan ke mia.
****************
Raras yang masih mencari keberadaan pras pun mulai bingung,suaminya sudah 5 hari tidak pulang.
raras menelfon pras pun juga tidak di angkat,samapi raras terbaring sakit.
__ADS_1
sari yang melihat raras sakit semenjak pras pergi dia menelfon pras.
Kringg.....
Kringggg.....
di ujung sana pras menjawab telfon sari.
"tuan pras raras sakit,dia tidak mau makan sudah seminggu ini dia hanya menangisi kamu pergi" pras yang mendengar sari berbicara itu,merasa kasian rasa iba ya muncul walaupun sedikit.
Pras yang tidak menjawab pun segera mematikan telfon sari dan bergegas pulang menemui raras yang sakit.
sura mobil pras sudah terdengar di garasi,raras yang mendengar tidak bisa menyambut pras karena badan ya yang lemas,dia hanya berbaring di tempat tidur.
Cklekkk...
raras yang berbaring di tempat tidur pun langsung menoleh ke arah pintu.
"mas..kamu sudah pulang?maafkan aku ya mas karena kemarin aku tidak mau mendengarkan penjelasan kamu". Raras yang berusaha bangun dari tempat tidur.
"sudah..aku malas untuk bertengkar lagi,cepat kamu siap-siap kita ke dokter" tandas pras masih dengan nada dingin ya.
Raras yang merasa di perhatikan pun berkaca-kaca matanya. pria yang marah itu terlihat perhatian dengannya saat sakit.
Raras pun bergegas mengambil sweater yang berada di atas kursi,pras yang memapah raras hingga masuk mobilnya.
Sepulangnya dari rumah sakit pras membantu raras berbaring lagi,tiba-tiba handphone pras berdering tertulis jelas mia yang telfon.
pras yang keluar menerima telfon dari mia.
"pras kamu kemana aku sudah masak buat kita makan malam" tanya mia.
"sorryy...raras sakit dan aku harus pulang ke rumah untuk merawat dia" pras yang menjawab seperti itu membuat mia yang sudah masak dan menunggunya sangat kecewa.
"okelah..."mia menjawab dengan nada yang sangat kecewa,laki-laki yang di tunggu ya tidak datang ke apart nya.
pras yang masuk kamar lagi pun masih diam dengan raras,keadaan di kamar itu dingin dan kaku.
"mas siapa yang telfon?" tanya raras dengan lemahnya.
"tidak perlu tau kamu tadi siapa yang telfon" jawab pras dengan ketusnya.
Raras yang mendengar jawaban itu diam dia tidak berani bertanya lagi dengan pras.
__ADS_1
Pras yang bersiap-siap tidur dia memilih untuk tidur di sofa dia tidak mau satu ranjang dengan raras semenjak kejadian itu.
Raras yang melihat perilaku suaminya pun hanya menangis mereka melakukan ibadah hanya di awal pernikahan saja,saat ini raras tidak pernah di beri nafkah batinnya.