
Vino yang duduk di samping Raras di bercerita waktu Pras dan Mia di apart dulu.
" Apa kamu tau suami mu dulu menginap di apart Mia?" Tanya Vino yang mulai bercerita satu per satu yang Vino tau tentang Pras dan Mia di apart.
Raras yang mendengar itu hatinya merasa sangat sakit,air matanya menetes di pipinya di tambah hembusan angin yang sangat kencang di malam itu,Raras semakin tidak kuat mendengar cerita Vino tetapi kakinya enggan bergerak dari tempat itu.
Selesai Vino menceritakan semuanya ke Raras dia berharap Raras tidak salah paham ke Mia,dia mengutarakan keinginan untuk menikahi Mia dan merawat anak yang di kandung nya.
Raras yang mendengar itu merasa tenang tetapi sakit Pras tidak akan bisa mendapatkan Mia,sakit hatinya Pras sudah banyak melakukan kesalahan yang membuat Raras sakit hatinya.
"Terimakasih Vin kamu sudah mau cerita denganku" Jawab Raras yang kemudian dia pergi dari taman hotel itu menuju kamarnya, sepanjang jalan Raras hanya melamun dengan mata yang sangat sembab.
Sampai di depan pintu kamar Raras hanya terdiam dia tidak membuka pintu itu dia hanya duduk sambil menangis menyesali semua yang sudah terjadi.
" Aku wanita bodoh aku wanita yang mudah di permainkan perasaannya oleh laki-laki" Grutu Raras dalam tangisannya,Raras yang sudah tidak kuat dengan ini semua dia jatuh pingsan di depan pintu kamarnya.
Sampai pada akhirnya Vino datang untuk menolong Raras yang pingsan di depan pintu kamar wajahnya yang pucat.
Tokkk...
Tokk....
" Pras...Pras " Panggil Vino dari balik pintu.
Pras yang sedang galau dengan Mia dia seakan tidak memikirkan Raras dia tidak tau Raras keluar kamar Pras yang hanya melamun.
" Mia..Mia..itu anakku " Rintih Pras yang sambil duduk dan memegang kepalanya sambil meminum alkohol ,seakan dia tidak mendengar teriakan Vino dari luar.
__ADS_1
" Kemana sih Pras ini istrinya sedang pingsan di lorong di panggil tidak keluar" Grutu Vino dan segera membopong Raras ke mobilnya dan mengantarkan ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit Raras segera mendapat tindakan dari para dokter dan perawat di IGD,Vino segera menghubungi Pras tetapi tak kunjung di angkat oleh Pras,kemudian dia menghubungi Mia.
Tuttt...
Tuuttt....
"Hallo Vin ada apa kamu malam-malam begini telephone" Tanya Mia dari ujung telephone itu
" Mi Raras tadi pingsan di koridor hotel sekarang aku sedang di rumah sakit apa kamu bisa ke sini menemani ku?" Jawab Vino yang panik dengan ke adan Raras.
"Oke aku akan kesana kamu tunggu aku" Ucap Mia dan kemudian menutup telphonenya dan segera mengambil tas dan kemudian bersiap-siap untuk pergi menemui Vino.
" Mbokk..mbokkk" Panggil Mia yang bergegas memanggil taksi di depan rumahnya.
" Dok bagaimana keadaannya?" Tanya Vino yang menunggu di ruang tunggu.
" Dia sangat lemah saat ini dia selalu memanggil nama Pras untuk sementara dia di sini dulu sampai keadaan membaik" Jawab dokter yang selesai memeriksa Raras,dokter itu kemudian berlalu meninggalkan Vino di sana.
Vino kembali duduk di kursi menunggu Mia datang,tak selang lama Mia datang menghampiri Vino dengan berjalan yang sudah susah payah karena perutnya sudah mulai membesar.
"Bagaimana Raras Vin,kenapa bisa seperti ini kemana Pras kenapa dia tidak ada di sini?" Tanya Mia yang sambil mencari keberadaan Pras yang tidak nampak batang hidung nya.
" Raras baik-baik saja kata dokter yang baru saja memeriksa,sebelum Raras aku bertemu Raras di taman hotel dia sedang sendiri dan memikirkan masalah yang sepertinya berat,aku menceritakan semua yang di lakukan Pras pada kamu saat di apart dulu,saat Raras kembali di kamar dia pingsan di lorong dan Pras aku panggil dia tidak ada sautan dari dalam Mi" Jawab Vino yang berusaha menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya.
Mia menghelai nafas dengan dalamnya " Kenapa kamu harus cerita hubungan ku dan Pras,memang Raras sudah tau hubungan ku dari kamu belum kenal aku,tetapi....."Ucap Mia yang sambil memikirkan takut terjadi sesuatu dengan Raras.
__ADS_1
" Apa anda keluarga dari nyonya Raras?" Tanya seorang perawat yang menghampiri Mia dan Vino yang sedang duduk di ruang tunggu.
" Iya kami teman dekat Raras,bagaimana keadaan Raras lakukan yang terbaik untuk teman saya sus" Ucap Mia sambil memohon ke perawat itu.
" Baik bu..Mohon segera ke administrasi dan nyonya Raras bisa segera di pindahkan di ruang rawat inap" Ucap perawat yang memberikan selembar kertas ke Mia dan kemudian perawat itu pergi.
"Biar aku saja yang mengurus administrasinya kamu di sini saja Mi jaga Raras" Ucap Vino yang bergegas pergi untuk mengurus semuanya,Mia yang mendengar itu dia menganggukan kepalanya.
****************
Mia segera menemui Raras di ruang IGD,Mia berada di samping Raras saat ini Pras seakan tidak perduli dengan keadaan Raras, Raras sadar dari pingsannya orang yang pertama dia lihat adalah Mia.
" Mi kamu di sini aku di mana sekarang" Ucap Raras dengan suara yang masih lemah sambil melihat sekeliling dan melihat tangan sudah di pasang infus.
" Sudah kamu istirahat dulu saja nanti kamu sudah membaik aku ceritakan semuanya" Jawab Mia yang berdiri di samping Raras sambil memegang perutnya yang sudah mulai besar.
" Permisi ibu Raras akan kami pindah ke ruang rawat" Ucap perawat yang sedang mempersiapkan Raras untuk pindah.
Perawat itu segera mendorong tempat tidur Raras menuju ruang rawat mereka berjalan melalui lorong-lorong rumah sakit,di pertengahan jalan Mia bertemu dengan Vino yang baru selesai melakukan administrasi untuk Raras.
" Kamu pulang saja Mi kamu sudah lelah kasian anak yang berada di kandung mu biar aku saja yang menunggu Raras di sini sampai Pras datang" Ucap Vino yang menyuruh Mia untuk segera pulang.
" Gak Vin biar aku di sini saja menemani Raras,kasian Raras sendiri di sini Pras memang laki-laki pecundang dia tidak perduli keadaan istrinya" Ucap Mia yang sambil dengan dikit kesal dengan Pras.
Vino yang mendengar itu dia hanya diam karena dia tau semakin Mia di paksa semakin dia bertahan dengan apa yg membuat dia itu benar, mereka berjalan menuju kamar rawat inap Raras Vino mengandeng tangan Mia dengan eratnya.
Sampai di ruang rawat inap Mia duduk di sebuah sofa panjang memang tak bisa di bohong Mia seperti sudah sangat lelah Vino yang sigap membaringkan Mia di sofa agar Mia juga istirahat.
__ADS_1