Menikah Dengan Pria Angkuh

Menikah Dengan Pria Angkuh
Bab 28


__ADS_3

Raras yang pulang kerumah ibunya dia hanya ingin sendiri untuk beberapa waktu.


Tokkk...


Tokkk...


"Ibu...bu...bu.." Panggil Raras tetapi dia tidak mendengar suara ibunya menjawab panggilannya.


Raras yang terus memanggil ibunya dan mencari ibunya ke halaman belakang rumah ternyata ibunya tidak ada,setelah melihat dari cendela kamar Raras melihat ibunya tergeletak dengan wajah yang sangatlah pucat.


Raras yang melihat itu terus memanggil ibunya dan teriak meminta tolong tetangganya untuk membantu dia membuka pintu dan menolong ibunya di dalam kamar.


Tolonggggg......


Tolongggggg........


Triak Raras yang memanggil tetangganya agar segera membantu dirinya.


" Ada apa Ras, kenapa mukamu begitu panik?" Tanya tetangga Raras yang datang mendengar teriakan Raras.


" Tolong ibu di kamar pak tadi aku melihat ibu sepertinya dia pingsan aku memanggilnya dari tadi tidak ada jawaban" Ucap Raras yang penuh dengan kepanikan.


" Sebentar biar saya dobrak pintu ini kamu tunggu di sini dulu" Ucap tetangga Raras yang ingin mendobrak pintu rumah Raras.


Brakkk.....


Brakkkk........


Pintu rumah Raras sudah terbuka dengan di dobrak oleh tetangganya dan Raras segera masuk dan menemui ibunya yang sudah tergeletak di kamarnya.


"Ibu...ibu...ibu....Raras datang bu ayoo bu bangun" Ucap Raras dengan paniknya.


Tetangga yang menolong tadi ikut masuk kamar ibu Raras dan dia melihat ibu Raras sudah meninggal.


" Ras sepertinya ibumu sudah meninggal biar lebih pasti biar saya panggilkan dokter untuk memastikan" Ucap tetangga Raras sambil mengambil handphone di kantong bajunya.


" Tidak pak ibu belum meninggal ibu masih hidup" Ucap Raras masih berusaha mengoyak badan ibunya dan berharap ibunya bangun dari tidurnya.


Raras yang terus menanggis sepertinya air mata Raras bak kran yang di buka terus mengalir dengan derasnya,masalah dengan Pras sudah membuat air matanya mengalir sekrang dia harus menerima kenyataan ibunya pergi untuk selama- lamanya.


" Ya allah cobaan apa lagi yang engkau berikan kepadaku" Ucap Raras dengan rintihanya seakan dunia ini sangatlah kejam dengan dirinya.


Tak selang lama dokter datang untuk memeriksa keadaan ibunya dan dokter mengatakan yang membuat Raras seperti kesambar petir untuk kesekian kali.


" Ibu ini sudah meninggal beberapa jam yang lalu" Ucap dokter ke pada Raras,Raras yang mendengar itu langsung jatuh tidak sadarkan dirinya.

__ADS_1


Bukkk......


Raras akhirnya jatuh dan di tolong oleh para tetangganya untuk menyadarkan dia dari pingsannya.


Tak beberapa lama pak RT datang dan segera menghubungi Pras memakai handphone Raras.


Tuttttt..........


Tuuuutttt......


" Ada apa Ras kamu menelphone ku?" Tanya Pras yang berusaha menahan amaranya karena kesalahan dia semalam.


" Ini buka Raras ini pak RT, Raras sedang pingsan ibunya Raras meninggal bisa kamu ke sini" Ucap pak RT yang memberi kabar ke Pras.


" OOOhhhh baik saya segera kesana pak" Ucap Pras yang buru - buru untuk segera pergi menemui Raras.


" Kartaaaa...karta...." Panggil Pras yang segera ingin pergi.


" Iya tuan?" Jawab Karta yang mendekati Pras.


" Siapkan mobil dan antarkan saya ke rumah orangtua Raras,ibunya Raras meninggal" Ucap Pras yang sedang memakai jaket.


"Innallilahi baik tuan" Ucap Karta.


Selama di perjalanan fikiran Pras mulai kacau dia memikirkan Raras sekarang bagaimana setelah ibunya tidak ada dan masalah dengan Pras yang belum bisa mencintai Raras dengan tulus.


****************


Sesampainya di rumah orangtua Raras Pras segera menemui Raras yang hanya mematung di depan jenazah ibunya,seakan dunia ini hancur dan kejam.


" Ibu kenapa tinggal Raras sendirian bu..Raras masih ingin bersama ibu ada yang ingin bicarakan dengan ibu" Ucap Raras dengan tangisannya.


" Ras kamu harus kuat aku tau kamu bisa melewati ini semua" Ucap Pras sambil memeluk Raras seakan dia juga merasa bersalah.


Pras tau hati Raras sangatlah hancur, Raras saat ini sangatlah rapuh dia hanya memberi semangat agar Raras bisa seperti dulu lagi orang yang selalu optimistis.


" Ras maafkan aku, aku tau yang aku lakukan semalam sangatlah membuat kamu sakit" Ucap Pras yang duduk di samping Raras.


Raras hanya diam dia tidak menjawab sepatah katapun tatapanya juga sangat kosong.


Tak butuh waktu lama ibu Raras di makamkan dan di atas pusara ibunya Raras menangis sejadinya, Pras yang masih berdiri di belakang Raras hanya diam mematung Pras tau Raras hanya ingin sendiri untuk sekarang.


" Mas pulang saja biarkan aku di sini sendiri" Ucap Raras yang sambil memegang tiang nisan ibunya.


Pras yang mendengar itu segera pergi menuju mobil, sebenarnya dia juga tidak tega meninggalkan Raras di sana sendiri.

__ADS_1


Bukkkk....


Pintu mobil tertutup di dalam sudah ada Karta yang sedang menunggu perintah dari Pras.


" Kita di sini dulu jangan tinggalkan Raras sendirian dia butuh orang saat ini" Ucap Pras yang berada dalam mobil dan hanya melihat Raras dari kejauhan.


" Baik tuan" Ucap Karta yang juga hanya melihat Raras dari kejauhan.


Tak selang lama hujan turun begitu derasnya Raras masih di pusara ibunya Pras yang melihat Raras sudah basah dia pun turun dari mobilnya dan membawa sebuah payung.


Pras yang berdiri di belakang Raras untuk memayungi Raras agar tidak semakin basah dan Raras tidak kedinginan.


" Ayo Ras kita pulang baju kamu sudah basah nanti kamu sakit" Ucap Pras yang mengajak Raras pulang.


" Tidak mas aku masih ingin di sini, aku hanya ingin sendiri saat ini" Ucap Raras yang masih dengan tangisannya.


DUArrrrrrr.......


Petir begitu kencang Raras yang takut petir tanpa sadar dia bangun dan memeluk Pras yang berdiri di belakang.


" Ayo kita pulang saja petir sangatlah kencang kalau kamu di sini bisa membahayakan kamu nanti" Ucap Pras yang berusaha membujuk Raras untuk pulang baju mereka berdua sudah basah kuyup.


Akhirnya Raras mengikuti apa kata Pras mereka pulang.


Bukkkk...


" Jalan Karta kita pulang ke rumah orangtua Raras" Ucap Pras.


Di dalam perjalanan suasana dalam mobil sangatlah hening air mata Raras tak berhenti mengingat masalah yang dia hadapi sekarang setelah ibunya tidak ada,tidak ada lagi tempat Raras berkeluh kesah tentang semua masalahnya.


Sampai di depan rumah Raras bergegas segera ingin turun dari mobil yang disana ada Pras seakan Raras ingin menghindari Pras.


" Kar kamu pulang saja ke Jakarta biar saya di sini untuk beberapa waktu untuk menemani Raras" Ucap Pras kepada Karta.


" Baik tuan " Ucap Karta.


Bukkkk.... Pintu mobil tertutup dan Pras segera masuk rumah itu.


Dengan baju basahnya Raras terduduk di lantai sambil memegang foto ibunya dalam pelukannya.


" Ras ganti bajumu nanti kamu sakit bajumu sangatlah basah" Ucap Pras yang memberikan handuk kepada Raras agar dia segera membersihkan badanya.


" Untuk apa lagi mas kamu masih di sini biarkan aku sendiri" Ucap Raras masih dalam tangisannya sambil memandang Pras yang berdiri.


" Aku akan menemani kamu sampai kamu stabil dan kita pulang ke Jakarta" Ucap Pras yang ingin menemani Raras untuk saat ini.

__ADS_1


__ADS_2