Menikah Dengan Pria Angkuh

Menikah Dengan Pria Angkuh
Bab 37


__ADS_3

"Sudah mas aku sudah memaafkan kamu" Ucap Raras yang masih terbaring lemas di ranjang.


"Selamat siang,apa anda suami dari ibu Raras?" Tanya seorang dokter yang ingin memeriksa keadaan Raras.


"Iya dok, saya suami dari Raras" Jawab Pras yang memegang tangan Raras.


"Menurut hasil pemeriksaan ibu Raras tidak ada yang mengkhawatirkan semuanya baik-baik saja,kemungkinan lusa sudah boleh pulang" Ucap dokter sambil melepas stetoskop dari telinganya.


" Baik dok terimakasih" Jawab Pras dan Raras,mereka saling pandang dan saling membalas senyum satu sama lain.


" Di jaga saja jangan sampai stres dan harus happy agar cepat sembuh,kalau begitu saya pamit untuk visit ke tempat lain" Ucap dokter yang kemudian berlalu meninggalkan Pras dan Raras di tempat itu.


"Dokter bilang kamu jangan stres kamu harus happy" Ucap Pras yang masih berdiri di samping tempat tidur.


"Iya mas" Ucap Raras masih dengan senyumnya.


" Kemana Vino dan Mia mas?" Tanya Raras yang mencari keberadaan Vino dan Mia.


"Mia tadi perutnya sakit,memang kita tadi sedikit tegang" Jawab Pras dengan wajah yang lesu.


"Apa kalian bertengkar mas?"Tanya Raras lagi sambil mengeriyat keningnya.


"Iya,ah sudah Mia sudah di urus dengan Vino sekarang aku ingin merawat kamu saja di sini" Jawab Pras yang ingin melupakaan keributan dengan Mia.


"Ayo susul Mia mas dia sedang mengandung anak dari kamu"Ucap Raras yang belajar menerima kenyataan dan situasi.


" Mia sudah ada Vino laki-laki yang sangat perhatian dengan dia" Ucap Pras yang enggan menemui Mia dan dia memilih untuk merawat Raras.


Raras yang mendengar itu hanya diam,dia antara senang dan sedih senang karena Pras sangat memperhatikan dia yang sedang sakit sedih karena dia mengabaikan Mia.

__ADS_1


" Mas tolong ambilkan aku minum aku haus sekali" Ucap Raras,Pras yang mendengar itu segera membantu Raras untuk bangun dan segera mengambil kan minum yang berada di meja,dan memberikan ke Raras.


Ruangan itu terasa sangat hangat canda tawa Raras dan Pras begitu lebar,ruangan terasa hangat tanpa mereka sadari ada sosok laki-laki berdiri di belakang Pras,Raras yang melihat laki-laki itu tawanya terhenti.


"Vino,bagaimana keadaan Mia?" Tanya Raras yang ingin tau keadaan Mia,Pras yang mendengar tawanya ikut berhenti dan menoleh kan kepalanya ke arah laki-laki itu.


" Mia hanya kontraksi palsu saja,dia butuh istirahat dia sekarang sudah aku antar kerumah" Jawab Vino yang memberi penjelasa,Pras yang mendengar itu hanya diam.


"Terimakasih kalian sudah menolong ku,kalau tidak ada kalian aku tidak tau bagaimana" Ucap Raras dengan melemparkan senyuman.


"Iya tidak apa-apa,sebelumnya aku mau bicara dengan Pras berdua boleh?" Tanya Vino yang mengajak Pras untuk keluar menjauh dari Raras.


"Oke" Jawab Pras yang kemudian bangun dan berjalan menuju luar kamar rawat Raras,kemudian Vino mengikuti dari belakang.


Buuugghhhhh...Pintu kamar sudah tertutup rapat mereka duduk di ruang tunggu dan percakapan mereka sangatlah serius.


"Pras aku akan menikahi Mia setelah anak kalian lahir" Ucap Vino dengan tegas Pras yang mendengar itu hanya diam bak di sambar petir siang bolong,hatinya sangat sakit mendengar itu.


" Biar anak kalian aku yang merawat bersama Mia,dan saya dan Mia tidak akan menutupi siapa ayah kandungannya"Ucap Vino lagi,suasana sangat tegang Pras sudah mengepalkan tangannya rasanya dia ingin memukul Vino.


"Kamu jaga saja Raras cintai dia,perduli kan dia,dan anggap Raras ada dia tulus mencintaimu Pras"Ucap Vino dan kemudian dia berlalu meninggalkan Pras yang masih mematung menahan amarahnya kepada Vino.


"Apa yang Vino dan mas Pras biacarakan sepertinya sangat serius" Grutu Raras yang tidak bisa berbuat apa-apa karena masih lemah.


Buughh...Pras membuka pintu kamar rawat Raras dia masuk dengan muka yang sangat tegang matanya merah menahan amarah,Raras yang melihat suaminya seperti itu dia tidak berani untuk bertanya.


****************


Pras yang baru saja selesai berbicara dengan Vino hari itu terasa sangat kacau mood menjadi berantakan,menahan kesal dan amarah dengan kata-kata Vino.

__ADS_1


"Mas sebenarnya ada apa,apa yang kalian bicarakan tadi?" Tanya Raras yang memebranikan diri untuk bertanya.


" Aku cuma ingin sendiri aku keluar sebentar mencari minum" Jawab Pras yang enggan menceritakan ke Raras.


Raras dia sudah tau Pras tidak akan pernah menjawab pertanyaan dari dirinya sehingga Raras hanya diam dan mengagungkan kepalanya, dan mempersilahkan Pras untuk keluar.


Pras pun keluar dalam jalan menuju kantin rumah sakit dia hanya diam seakan tidak terima jika Mia benar menikah dengan Vino dan mereka membesarkan anak Mia dan Pras.


"Aku tidak akan pernah rela dengan ini semua aku mencintai Mia tetapi ada Raras di samping ku" Grutu Pras dengan fikiran yang memblunder.


" Apa aku harus belajar mencintai Raras,apa aku bisa melakukan itu semua" Grutu Pras lagi dalam lamunanya.


Sedangkan di tempat lain Vino begitu sangat perhatian dengan Mia dan anak dalam kandungannya mereka seperti sepasang suami istri yang sangat bahagia menunggu calon anaknya lahir.


"Vin aku mau bicara denganmu" Ucap Mia yang duduk di sofa rumahnya,dan Vino yang mengupas apel untuk Mia.


"Apa Mi kamu ingin bicara apa?"Jawab Vino yang seketika menghentikan mengupas apel.


" Aku menerima lamaran kamu kemarin,aku mau menikah denganmu Vin setelah anak ini lahir" Jawab Mia yang memandang wajah Vino,Vino yang mendengar itu hatinya sangatlah senang matanya berkaca-kaca.


"Kamu yakin Mi? Terimakasih kamu telah memberikan kesempatan buat aku untuk menjaga kamu dan anak ini" Ucap Vino yang kemudian memeluk Mia dengan eratnya.


Vino mengecup kening Mia dan tangannya mengelus perut Mia yang buncit dia tidak henti -henti nya mengeluarkan air matanya karena sangat bahagia,Mia yang melihat itu juga meneteskan air matanya seakan ada laki-laki yang sangat bertanggung jawab dan mencintai dia tulus.


" Setelah anak ini lahir kita menikah dan kita tidak usah berpesta" Ucap Mia. Vino yang mendengar itu iya hanya menganggukan kepalanya dia setuju tidak ada pesta pernikahan hanya ijab kobul saja.


Ruangan itu sangatlah hangat Mia dan Vino saling melempar senyum dan tangan Vino enggan lepas dari perut Mia yang buncit itu seakan ada cinta dan kasih ke anak itu.


" Ade panggil aku papah" Ucap Vino yang membisikan di perut Mia, Mia yang mendengar itu dia hanya tertawa kecil.

__ADS_1


__ADS_2