
Keesokan hari pras datang ke apart mia,sekarang pras sudah tau pin yang ada di pintu apart mia,dia membuka pintu itu.
Cklekkk...
Dia tidak mendapati mia di unitnya,pras sudah mencari di kamar dan toilet mia tidak ada.
Pras berusaha menelpon mia tapi tidak ada jawaban dari mia,pras yang kesal pikiran dia mulai kemana-mana "mia pasti dengan laki-laki itu". Pras yang sudah menahan amarahnya ke pada vino.
Tak selang lama mia dan vino datang mereka habis jalan-jalan di taman sambil menghirup udara pagi,pras yang melihat mia dan vino di lorong,mereka saling berbicara dan bercanda.
Tepat di depan kamar unit mia tiba-tiba bogem mentah melayang di muka vino.
BBUUGGGHHH.....
Tangan kekar pras mendarat di muka vino,mia yang melihat kaget dan melerainya.
"STOPPP...STOPPPP...PRAS,apa-apaan kamu memukul vino" tandas mia dengan amarahnya.
"LAKI-LAKI SIALAN KAMU...UNTUK APA KAMU MENDEKATI MIA,MIA SEDANG HAMIL" tandas pras yang penuh amarah mia yang kaget mendengar pras mengtakan sedang hamil di depan vino pun mata ya terbeblalak dan mia pergi dari depan mereka.
Vino yang mendengar pun dalam hatinya "MIA HAMIL,BUKANKAH MIA BELUM MENIKAH??" rasa tak percaya di dalam hati vino "pasti laki-laki itu bohong". Vino bergegas meninggalkan pras yang masih di depan unit mia dia pergi ke unitnya,sedangkan mia sudah pergi masuk kamarnya.
Pras kembali mengejar mia ke dalam kamar,pras nelihat mia menanggis di kamar dia duduk di tepi tempat tidur.
"PUASSSS KAMU PRASSS...KAMU SUDAH MEMBERITAHU VINO AKU HAMIL" tandas mia masih dalam tanggisannya.
"maaf mi aku kesal kamu spertinya nyaman dengan laki-laki itu aku cemburu mi" tandas pras dengan penuh penyesalan.
"untuk apa kamu datang kembali ke sini di rumah itu sudah ada raraskan?" tandas mia yang masih kesal.
Pras hanya diam dia tau mia sangatlah marah dengan dia,pras keluar dari kamar mia,dia duduk di sofa ruang tv mia masih di dalam kamar dengan tanggisannya.
Susana pagi itu benar-benar panas,hanya ada amarah yang ada di dalam diri mereka masing-masing.
mia pun keluar kamar dan dia sudah membawa koper dia ingin pergi sejenak dan melupakan masalahnya dengan pras.
Pras yang melihat mia sudah membawa koper mencegahnya.
__ADS_1
"mi kamu mau kemana?"tandas pras sambil memohon mia agar tidak pergi.
"aku ingin sendiri pras,untuk apa aku di sini kamu juga bilang raras tidak boleh tau tentang kehamilanku kan?" tandas mia dengan ketusnya.
"tidak kamu tidak boleh pergi,kamu mau apa bilang sama aku" tandas pras,yang masih berdiri di depan mia.
"biarkan aku pergi dan merawat anak ini sendiri,biarkan aku mencari kebahagiaan ku" tandas mia masih drngan tanggisannya.
"AKU BILANG JANGAN PERGI..." nada suara pras sudah meninggi dan dia sangatlah marah melarang mia untuk pergi dari apartnya.
Mia yang sudah tidak tahan lagi dengan sikap pras akhirnya dia tetap memutuskan pergi,mia sendiri dia tudak tau mau kemana.
Ternyata pras tidak di dengar oleh mia,mia yang berlalu di depan pras pun hanya diam pras memegang tanga mia dan memeluknya.
"jangan pergi mi,aku akan tanggung jawab dengan anak ini nanti kita bilang ke raras,dan aku akan menikahi mu dan ku ceraikan raras" tandas pras yang masih memohon ke mia.
Mia yang mendengar itu hanya diam badannya terasa sangatlah dingin dan lemas seakan tulang sudah lepas dari tubuhnya,tetapi amarah mia pun masih ada dalam hatinya.
"biarkan aku pergi pras,nanti anak ini lahir aku beritahu kamu" tandas mia yang masih kekeh mau oergi dia berusaha melepaskan pelukan pras,semakin mia melepaskan semakin pras memeluknya dengan keras.
Mia akhirnya pergi dan pras hanya mematung di sana dia menyesal dengan apa yang di lakukanya tadi.
Dia memanggil taxsi di lobby apartnya,di dalam taxsi mia hanya menanggis sambil melihat jalanan yang lalulalang.
Dia binggung mau kema sepulang ya dari inggris dia belum kemana-mana hanya di apart saja.
Dia menelphone seseorang mia berharap dia bisa membantunya.
Tutttt...
Tutttt...
Terdengar suara laki-laki yang menjawab telphone mia itu.
"ada apa mi kamu terlphone om" tandas laki-laki itu
"mia ingin ke jogja om apa rumah om di sana bisa mia pakai?" tandas mia, om agus lah yang mia telphone dia memang mempunyai rumah di jogja dia satu-satunya keluarga mia di indonesia.
__ADS_1
"tumben sekali kamu mau ke jogja,yasudah trmpati saja rumah itu untuk semntara kamu di jogja,om masih di kalimantan" tandas om agus.
Mia mendengar itu pun tersenyum dan dia menyuruh taxsinya ke stasiun kereta.
****************
Pras yang hanya mematung pun akhirnya pergi untuk kembali ke rumahnya.
Matanya yang sudah merah penuh amarah dan penyesalan dengan apa yang dia lakukan tadi kepada mia.
Buugghhh
Pras yang membuka pintu dengan kasar kiki dan tami yang sedang membereskan rumah melihat pras dengan penuh amarah hanya ngerutkan dahinya.
Raras yang duduk di taman belakang tidak mengetahui suaminya pulang,tak selang lama ada triakan memanggilnya.
"RARAS...RARAS...." triakan laki-laki itu,raras yang mendengar panggilan itu segera datang menghampiri suara tadi.
Cklekk...
"iya..mas"tanda raras yang sambil menunduk dia tidak berani menatap wajahnya pras.
Raras sebenarnya ingin melawan pras tadi dia tidak ada keberanian untuk melawan pras,jika raras teringat kata-kata sang ibu dia sangatlah marah ke pada keluarga pras.
"saiapkan baju saya mau pergi kekantor" tandas pras masih dengan nada tinggi.
Raras yang menunduk sambil mengangguk,pras yang langsung pergi ke kamar mandi raras yang mengambilkan baju di lemari dan menyiapkan di atas ranjang mereka.
pras yang sudah mandi dan memakai pakaian tadi dan raras membantunya memakaikan dasi.
"mas kamu tadi kemana?pagi-pagi sudah tidak ada" tanya raras yang memberanikan diri bertanya ke pada pras.
"diam kamu tidak usah banyak tanya aku kemana"tandas pras yang masih meninggi dan meninggalkan raras.
Pras pergi lagi kali ini dia ke kantor,raras yang masih binggung kenapa pras sekrang beda dia lebih suka marah.
Raras hanya bisa diam belum saatnya dia untuk mengatakan apa yang di katakan ibunya kemarin kepada pras,jika dia mengatakan sekarang bisa habis dia kena marah pras berkali-kali lipat.
__ADS_1
Pras yang sudah di kantor pun dia tidak fokus untuk bekerja hari ini fikiran dia hanya ke mia yang pergi meninggalkan dia,sedangkan dia sendiri tidak tau mia pergi kemana sekarang.