
"mas kamu kenapa seperti nya kamu tidak fokus diajak bicara" tanya raras.
Raras pun sambil mengerutkan kening nya seakan bertanya-tanya kenapa dengan pras,sedari pulang tadi dia hanya melamun seakan ada yang di tutupi.
pras yang hanya melirik ke arah raras pun tidak menjawab dia hanya tersenyum kecut.
Raras pun mengajak ibu untuk makan siang bersama,di ruang makan pun ruangan sangat hening tidak ada yang bicara satu sama lain.
"ras ibu mau bicara dengan mu sehabis makan" tandas ibu raras, raras pun menganggukan kepala tanda ia menyetujuinya.
Raras dan ibunya beranjak dari ruang makan mereka pergi ke arah taman belakang.
Pras yang masih di meja makan pun hanya diam dia masih memikirkan hasil test pack itu.
" ada apa dengan pras?dia tidak senang ibu ada di sini?sejak awal ibu kan sudah bilang pras tidak pantas dengan mu ras"
Tandas ibu raras sedikit emosi dan kesal.
"raras juga tidak tau bu mas pras kenapa,tidak bu dia senang ibu ada di sini" tandas raras yang dia sendiri tidak tau ada apa dengan suaminya.
disaat raras dan ibunya sedang berbicara di taman belakang di ruang tamu pras hanya diam,dan t8dak alama hamdphone pras berdering.
Kring...
Kring....
Ternyata mia yang menelfon pras,suara mia yang masih demgan tangisannya.
"pras kamu harus tanggung jawab ini anak kamu" tablndas mia.
pras menjawab dengan perlahan seakan dia meyakinkan mia.
"mi..aku belum siap jadi ayah,aku kasih uang kamu untuk mengugurkan kandungan mu" tandas pras sedikit kesal.
"kamu gila pras,aku tidak akan mengugurkan kandungan ini,ini anak kamu pras aku melakukan nya hanya dengan mu saja" tandas mia lagi dengan kesalnya.
Tak selang lam telfon pun di tutup mia.
Tuttt.......
Tuttt..........
Aaaaaggghhhh.......... Triak pras sambil membanting piring yang ada di hadpannya.
Prangggg...........
Raras da ibunya pun kaget mndengar triakan dan piring terjatuh,raras pun bergegeas menghampiri pras di meja makan.
"ada apa mas?" tanya raras yang khawatir dengan suaminya.
"Diammmm kamu aku hanya ingin sendiri!!!" tandas pras dengan membentak.
__ADS_1
Ibu raras yang melihat anaknya di bentak pras tepat di depan dia pun tidak terima.
"berani sekali kamu pras membentak anak saya" ibu raras yang emosi mendengar perkataan pras tadi.
"pergi kalian...kalau tidak suka sikap saya membentak anak ibu" tandas pras yang masih kalut emosinya.
Ibu raras yang langsung menarik raras dan menuju arah keluar.
"ayoo kita pulang..ternyta ini yang kamu dapat dan kamu memhon restu ibu" raras dan ibunya pun keluar dari rumah itu mereka pergi,raras pun hanya dpat menanggis meninggalkan suaminya.
Pras semakin menjadi dia semakin berteriak seperti orang yang sudah tidak bisa di kendalilan lagi.
Aaaaaaggghhh......
WANITA BODOH........!!!!!
Pras yang masih kalut dengan emosinya pun pergi.
"karta...karta..." triak pras menuju mobilnya
"kamu jaga rumah ini raras sudah tidak ada kamu bantu sari menajaga rumah ini" tandas pras smbil jalan terburu-buru.
Dengan menginjak gas mobilnya itu seakan mengebut meluncur dengan cepatnya.
Pras ke apart mia masih dengan emosinya.
tookk...
Tokkkk....
"kita gugurkan kandunganmu,aku belum siap menjadi ayah" pras yang masih sedikt amarah matanya yang merah.
"tidak...aku tidak akan mengugurkan anak ini" tandas mia sambil menanggis.
Mia ingin memperthankan kehamilanya hingga lahir nanti.
****************
Seminggu sudah berlalu raras tak kunjung pulang juga ke rumah itu.
Pras yang sedang banyak maslahpun dia tidak sadar istri ya pergi sudah lama hari itu dia memutuskan untuk mencari raras.
Dia mencaribraras di kampungnya,iya memang raras pulang ke rumah orang tuanya.
Tokkk.....
Tokkkk.....
"ras..ras..." panggil pras dari arah balik pintu raras yang mendengar suara pras pun ingin membuka pintu itu tetapi ibu raras yang masih marah dengan pras tidak mengizinkan raras membuka pintu.
"ada apa kamu kemari pras?" tqnya ibu raras dengan nada yang sedikit tidak suka akan ke datangan pras ke rumahnya.
__ADS_1
"saya mau menjemput raras untuk pulang bu" tandas pras sedikit memohon ke ibu raras.
"tidak saya izinkan raras pulang kerumah itu" jawab ibu rqras yang masih kesal.
Raras yang melihat pras dari dalam rumah pun hanya menanggis,ibunya masih marah dengan pras.
Pras kemudian pergi meninggalkan rumah ibu raras dengan tidak membawa raras pulang.
Dia sedih dan kecewa karena raras tidak bisa dia bawa pulang.
kringgg....
Kring.....
Handphone pras berdering tertulis nama mia di sana
"ada apa lagi mi kamu menelfon ku" tandas pras ketus.
"ini saya vino tetangga mia yang ada di apart saya melihat mia pingsan di lorong apart,saya mencoba menghubungi anada karena no anda ada di panggilan darurat" tandas vino yang berusaha menolong mia
Pras yang mendengar itu bergegas ke apart mia,pras sbenarnya sudah tidak peduli dengan mia tetapi mia butuh pertolongannya.
Setiba di apart mia vino masih di sana menunggu mia hi gga sadar.
Ckelkk.....
"mi...mi..."panggil pras yang sedikt cemas dengan keadaan mia.
Tak selang lama mia pun tersadar dari pingsannya,saat mia membuka mata dia melihat ada orang laki-laki di sana vino dan pras.
"kamu tidak apa-apa mi?" tanya pras vino hanya senyum melihat mia yang sudah sadar.
"makasihnya vin kamu sudah menolong ku tadi" tandas mia yang masih lemah.
"tidak apa-apa mi tadi kebetulan aku sedang lewat dan melihat mu tergeletak di tengah lorong apart" tandas vino.
Pras yang merasa di acuhkan dengan mia hanya diam dan memandang vino dengan kesalnya.
"mi aku pamit dulu,kamu sudah ada yang menemani sekarang" tandas vino,miq pun hanya menanggukan kepalanya.
Vino yang melangkah untuk pergi tak luput pandangan pras ke arah laki-laki manis itu hingga vino hilang dari pandangannya.
"siapa tadi,sepertinya kamu mengenal dia dekat?" tqnya pras sedikit ketus dan ada rasa cemburu.
"dia vino diq tinggal di sebrang unit ku" tandas mia dengan dinginnya seakan sudah tidak peduli dengan pras.
"ayoo..kita kedokter" tandas pras yang khawatir denga mia.
"untuk apa kamu juga tidak mau anak ini lahirkan,kamu pergi saja pras dari hadapan ku,aku hanya ingin sendiri sekarang ini" tandas mia dengan kesal dan kecewa dia masih ingat perkataan pras yang menyuruh dia menggugurkan kandungannya.
Mia yang berada di sofa pun segera pindah masuk kamar dan menutup pintu kamarnya.
__ADS_1
Buugghh....
Pras hanya terdiam seakan dia tau mia sangat marah dengannya.