Menikah Dengan Pria Angkuh

Menikah Dengan Pria Angkuh
Bab 6


__ADS_3

Di rumah mewah itu pagi ini sangat sibuk banyak orang yang berlalu-lalang tak halnya dengan kiky dan sari mereka juga sangat sibuk.


Dikamar raras sedang mempersiapkan,make up yang di tancap di muka raras seakan tidak menempel karna air mata raras yang terus saja jatuh,raras masih dengan tangisan ya yang dari semalam karena ibu ya yang tidak merestui dan tak akan datang ke pernikahannya dengan pras.


Tokkk...


Tokk...


kiky yang mengetuk pintu kamar raras.


"ras...kamu sudah siap?nyonya memanggil kamu untuk keluar"


raras yang dengan mata yang sebab itu pun mengangguk kepada kiky.


"sebentar lagi ki" raras menjawab dengan dengan suara yang hampir hilang karena tangisannya semalam,kiky pun akhirnya keluar dari kamar itu dan kembali merapikan semuanya.


Sementara pras yang berada di kamar pun dia merasa senang,karena warisan sudah di depan matanya.Pras merasa bahagian di hari itu senyumnya tersungging lebar.


Tokk...


Tokkk...


cklek...


sari datang menghampiri pras.


"bagaimana apa tuan sudah siap,di luar sudah banyak tamu yang berdatangan?" sari yang melihat pras sangat bahagia pun hanya diam karena dia tau pernikahan ini hanya sesaat dan pura-pura.


"iya saya sudah siap,bagaimana dengan raras apa dia sudah siap?"pras sambil melihat jam yang melingkar di tangannya.


"jam brp penghulunya datang" pras dengan wajah berseri-seri seakan ingin segera menikahi raras dan membuangnya seperti sampah.


"kemungkinan sebentar lagi tuan,tadi kiky sudah menghampiri raras di kamarnya" jawab sari.


Pras keluar dari kamar menuju ruangan tempat acara dan ternyata penghulu sudah datang,pras yang sudah duduk dan siap untuk menikah.

__ADS_1


Raras dan pras akhirnya resmi menjadi suami dan istri,tampak sepanjang acara raras terlihat sekali murung beda dengan pras yang selalu menyunggingkan senyumnya.


"kamu sakit ras,saya lihat kamu terlihat lemas dan pucat?" raras mendengar pras seperti itu merasa kaget.


"oohhh,,,gak kok" raras sambil senyum seakan tidak ada apa,padahal hatinya sangatlah kecewa karena ibunya tidak merestui pernikahannya.


"acara akan selsai mulai malam ini kamu pindah kekamar ku,nanti biar kiky yang membantu membawakan barangmu". Tandas pras,raras hanya mengangguk apa yang di ucapkan pras,di hari itu raras hanya sedikit berbicara.


Pras kemudian di dorong oleh raras menuju kamarnya.


raras yang sudah berganti pakaian dia menggunakan baju tidur yang dibelikan pras,karena baju tidur yang raras punya sudah tidak pantas lagi,raras yang sudah membaringkan tubuhnya di ranjang,dia merasa lelah dengan acara yang seharian itu,pras masih membersihkan tubuhnya di kursi roda.


"sini aku bantu pras" raras yang melihat pras kesulitan dia bangun dari tempat tidur dan menghampiri pras yang berasa di meja riasnya.


"boleh,jika kamu tidak merasa capek" pras sambil tersenyum.


Raras yang sudah membantu pras dia kembali lagi menuju tempat tidurnya begitu juga pras.


Karena hari itu sangat lelah pras tidur dengan pulasnya sedangkan raras masih saja menangisi kemarahan ibunya.


Pras yang terbangun di tengah malam hanya menelan ludah melihat tubuh raras yang putih,baju tidur yang naik hingga paha raras terlihat jelas,pedang pras pun sudah mulai tegak berdiri raras masih di mimpinya.


"ras..ras.." panggil pras yang audah tidak kuat dengan nafsunya itu. Raras yang terbangun melihat arah pras pun terkejut.


"maaf mas jangan sekarang aku belum siap"raras sudah tau apa yang di ingin kan pras,pras hanya dapat menelan kekecewan atas tolakan raras.


****************


Di pagi itu raras menyiapkan sarapan untuk suami dan ibu mertuanya itu.


"bagaimana tidurnya ras semalam?" tanya sari yang baru datang keruang makan,raras hanya tersenyum malu menjawab pertanyaan sari.


"kemana pras apa dia belum bangun?" raras yang belum membangunkan pras pun dia buru-buru ke kamar untuk membangunkan pras,ternyata pras sudah bangun dan sudah di kursi rodanya ingin keluar sarapan.


"maaff ya pras....." tandas raras yang merasa bersalah karena semalam menolak ajakan pras.

__ADS_1


"nanti kalau aku sudah siap aku akan memberikan ke kamu" raras yang meyakin kan pras,pras pun hanya menggerutu dalam hatinya "sial nie cewek berani dia menolak ku,gak ada yang boleh menolak permintaan ku apa pun itu". Pras hanya tersenyum mendengar omongan raras tadi.


di ruang makan pun terlihat raras masih kikuk dengan sikapnya.


raras yang sudah selsai sarapan membersihkan meja makan dan pras yang masih mematung di meja makan melihat raras masih dengan nafsunya dan di campur sedikit amarah.


"ras...tolong antarkan saya ke kamar" pras yang meminta raras mendorong kursi rodanya ke kamar,raras dengan sigap mendorong pras menuju kamarnya.


Ceklek....


"mas kamu di sini dulu aku mau mandi sebentar" raras yang menuju kamar mandi segera mandi,sekeluarnya raras dari kamar mandi hanya memakai handuk yang membalut tubuhnya yang putih dan halus itu,pras yang melihat itu sudah tidak tahan dengan nafsunya pedang pusakanya meninggi lagi seakan mencari sesuatu.


pras yang sudah tidak tahan dengan nafsunya itu meminta raras untuk melayaninya.


"ras...." pras mendorong kursi rodanya mendekati raras yang sedang mengeringkan rambut.


Sentuhan pras yang lembut akhirnya meluluhkan raras,yang di tunggu pras akhirnya terjadi mereka olahraga di pagi hari dengan nikmatnya, tertancap sudah pedang ke sebuah lobang dengan eratnya,"kamu sangat memuaskan ras" tandas pras sambil menggoda raras.


Raras yang habis mandi pun akhirnya mandi untuk ke dua kalinya setelah berolahraga dengan pras,raras yang masih belum siap melayani pras pun merasa bersalah jika menolaknya kembali apa yang di ingin kan pras.


tak lama mereka membersihkan badan mereka pras mengajak raras untuk ke taman belakang dia ingin menikmati udara yang masih pagi menjelang siang itu, apa lagi mereka berdua habis berolahraga jadi harus memulihkan tenaga mereka.


Dari jendela tampak sari memandangi mereka yang sedang berjalan-jalan di taman belakang "kasihan sekali raras,wanita polos dan baik itu hanya di manfaatkan oleh pras brata wiguna".


tokk...


tokk...


Rupanya kiky mengetuk pintu kamar sari,dia memberi tahu jika ada tamu untuknya yang sedang menunggu di ruang tamu.


Sari pun keluar menuju ruang tamu ternyata yang datang kerumah itu tami dia keponakan sari dari kampung dia memang datang di telfon sari untuk menggantikan posisi raras sebagai suster pras,walupun hanya berpura-pura lumpuh dia memikirkan semuanya sehingga terlihat natural.


"bude.." sapa tami dengan sumringah


"kamu sudah tau tugasmu tam jangan bilang ke raras kalau kamu ponakan saaya?" tandas sari.

__ADS_1


"iya bude..." tami yang di antar kiky menuju kamar yang di tempati raras kemarin.


__ADS_2