Menikah Dengan Pria Angkuh

Menikah Dengan Pria Angkuh
Bab 38


__ADS_3

Suasana rumah Mia sangatlah hangat penuh dengan canda tawa perhatian kecil dari Vino,mbok yang melihat Mia sangat bahagia dia merasa senang Mia sudah ceria tidak murung lagi.


Keesokan harinya Vino berpamitan ke Mia untuk balik ke Jakarta cuti Vino sudah habis,tetapi Vino akan kembali lagi bulan depan untuk mengantarkan Mia control di S.pog,Mia mengantarkan Vino ke bandara di sana merak melihat Pras dan Raras yang juga ingin kembali ke Jakarta.


" Vin itu Raras dan Pras" Ucap Mia yang menunjuk ke arah restoran melihat Pras dan Raras sedang minum kopi.


"Ayo kita hampiri mereka" Ucap Mia lagi yang menarik mengajak Vino berjalan menuju resto itu,Vino hanya diam tak sepatah katapun keluar dari mulutnya.


" Hai.. Raras bagaimana keadaan kamu sekarang?" Tanya Mia Raras yang sedang minum kopi menoleh ke arah suara itu.


"Hai.. Mi ya aku sudah membaik,hanya sedikit istirahat saja kemarin terimakasih kamu dan Vino sudah menolong ku" Jawab Raras lalu melebarkan senyum. Pras yang melihat hanya terdiam matanya tak lepas memandang Mia,Vino yang memerhatikan pandangan Pras mulai tidak nyaman.


"Kalian ingin ke Jakarta pesawat jam berapa?" Basa basi Mia yang mencairkan suasana yang panas antara Pras dan Vino.


"Kita sekitar 1 jam lagi bording" Jawab Raras yang melihat jam yang ada di tangannya,tanpa di sengaja Raras melihat Pras sedang memandang Mia tanya berkedip Raras juga melihat Vino yang sedang memandang Pras dengan penuh amarah.


" Mi aku 15 menit lagi boarding" Ucap Vino yang sudah tidak nyaman,suasana hatinya menjadi sangat kacau di hari itu.


" Ohh iya ayo,Raras Pras aku duluan mau mengantarkan Vino" Jawab Mia yang melihat jam dinding di restoran itu,dan kemudian Mia dan Vino berlalu meninggalkan mereka.


Mata Pras masih memandang Mia dan Vino sampai mereka menghilang dari penglihatan Pras,Raras yang melihat hanya diam dia menahan rasa sakitnya dia merasa tak di anggap keberadaan nya.


Tanpa Raras sadari air matanya menetes di pipinya hatinya sangat sakit Raras sudah tidak kuat dengan semuanya,seakan dia ingin menyerah dia sudah lelah untuk berpura-pura dan berjuang sendiri. Pras yang melihat Raras menangis hanya terdiam dia tidak melakukan apa-apa.


"Mas sesampainya di Jakarta biarkan aku di rumah ibuku saja" Ucap Raras dalam tangisannya,Pras yang mendengar kaget matanya terbelalak lebar.


" Maksudnya kamu sudah tak ingin tinggal di rumahku?"Tanya Pras sambil meneguk segelas kopi yang dia pesan tadi.

__ADS_1


" Aku hanya ingin sendiri saat ini,aku butuh waktu" Ucap Raras lagi dengan nada yang masih tenang.


Tak selang lama waktunya mereka untuk bording masuk pesawat,tampak Raras yang hanya diam dia hanya mengikuti langkah Pras dari belakang langkahnya begitu lunglai hingga masuk ke dalam pesawat.


Di dalam pesawat juga mereka hanya saling membisu tidak ada pembicaraan,Raras merasa tak di anggap oleh Pras. Raras hanya bisa menahan rasa sakitnya yang begitu mendalam.


Perjalanan 2jam sangatlah lama untuk Raras dia ingin segera pergi dari Pras,dan melupakan kejadian di bandara tadi. Sampai Pramugari datang untuk menawarkan makanan dan minuman.


" Permisi tuan dan nyonya apakah anda ingin segera makan?" Tanya pramugari. Pras hanya diam dalam lamunanya sedangkan Raras hanya mengelengkan kepalanya.


Kemudian. Pramugari itu pergi meninggalkan mereka mata Raras masih terpaku ke arah luar cendela melihat awan dari atas sambil dia berdoa.


" Ya Allah jika mas Pras bukan jodoh ku mudah kan aku untuk berpisah darinya" Ucap Raras dari dalam hatinya.


****************


"Mas aku pergi,kamu tau jika mencari ku di mana" Bisik Raras yang kemudian berlalu meninggalkan Pras,Pras yang mendengar itu hanya mematung.


Raras berlalu sesampainya di pemberhentian taxi Raras masuk kedalam mobil dah segera berlalu meninggalkan bandara,di dalam taxi Raras hanya melamun dan meratapi kebodohan dirinya yang masih bertahan dengan Pras,tetapi Pras tidak pernah mencintai dia.


Raras tidak pulang kerumah ibunya dia pergi kerumah salah satu keluarga nya yang berada di kota Raras pergi kerumah omnya dia hanya ingin tenang sekarang.


Tokk....


Tokk ...


Cklekkk....Pintu terbuka berdirilah sosok laki-laki paruh baya di depan pintu.

__ADS_1


"Ras tumben sekali kamu ke sini ada apa?" Tanya om Heri dia keluarga Raras yang masih ada,Om Heri adik dari ayah Raras selama ayah Raras sudah meninggal om Heri lah menggantikan peran ayahnya.


" Om...hiks hiks hiks" Raras yang melihat om Heri dia kemudian memeluk dengan erat air matanya tumpah di pelukan om Heri.


" Jelaskan pada om ada apa ini?" Tanya om Heri lagi dalam herannya,dia tau Raras tak mungkin seerat ini jika masalahnya tidak rumit.


"Om mas Pras jahat sekali denganku " Jawab Raras yang berusaha melepaskan pelukannya ke om Heri.


"Masuk dulu ke dalam ceritakan semuanya pada Om,sekarang kamu tenang" Jawab om Heri yang kemudian memapah Raras masuk ke dalam rumahnya yang sederhana itu.


" Siti..Siti.." Panggil om Heri pada pembantunya.


" Iya tuan " Jawab Siti yang keluar dari arah dapur saat mendengar panggilan dari majikannya


" Buatkan Teh hangat untuk Raras" Perintah om Heri ke pada Siti pembantunya.


" Baik tuan,tunggu sebentar nona" Jawab Siti kemudian berlalu meninggalkan Raras dan majikannya di ruang tengah. Suasana ruang tengah sangatlah hening hanya terdengar suara isak tangis Raras saja.


" Coba kamu cerita ada apa sebenarnya" Tanya om Heri lagi sambil menyalakan sebatang rokok dan menyandarkan tubuhnya di sofa,seakan dia sudah siap mendengar cerita dari ponakan nya.


"Om mas Pras sangatlah jahat om,dia menikahi ku hanya karena harta,dan mas Pras sudah berselingkuh sekarang selingkuhannya sedang hamil anak mas Pras om,dan mas Pras tidak benar-benar mencintaiku" Ucap Raras dalam tangisannya,om Heri yang mendengar itu bak tersambar petir di siang bolong dia sangatlah marah.


" Keji sekali Pras melakukan itu semua,laki-laki brengsek" Jawab om Heri yang sudah murka dengan Pras mendengar itu dari Raras.


" Ceraikan dia om akan ada di samping kamu Ras " Ucap om Heri lagi dengan matanya yang sangat merah. Saat om Heri dengan murka nya datanglah Siti yang membawakan minuman untuk Raras.


"Permisi tuan,nona ini minuman nya" Ucap Siti yang menaruh 2gelas teh hangat di meja.

__ADS_1


" Terimakasih Siti" Ucap om Heri dan kemudian Siti segera berlalu meninggalkan ruangan itu lagi.


__ADS_2