
Raras yang pergi meninggalkan Pras di ruang tamu dia bergegas masuk kamar saat ini dia hanya ingin tenang.
" Biarkan aku sendiri untuk saat ini mas, aku hanya ingin sedikit tenang" Ucap Raras yang bergegas bangun dari duduknya.
Bukkk....
Raras menutup pintu kamarnya dan mengacuhkan keberadaan Pras yang ada di sana.
" Ibu kenapa ibu tinggalkan Raras sendiri Raras sepi bu Raras sayang ibu" Rintihan Raras yang duduk di ujung tempat tidurnya sambil memandang foto ibunya yang berada di dinding.
Pras yang hanya duduk di sofa melihat Raras sangatlah kasian tetapi di hatinya hanya untuk Mia cintanya, dia ke Raras hanya karena prikemanusiaan.
Pras segera menelphone Jack untuk bertanya perkembangan keberadaan Mia,Pras mengambil handphone di saku celakanya.
Tuutttt....
Tuuuuttt.....
" Jack apa kamu sudah bertemu dengan Mia dan mengatakan apa yang aku katakan kemarin?" Ucap Pras di ujung telphonenya.
" Belum bos Mia sepertinya tau saya sedang mengikutinya jadi dia tidak keluar rumah hari ini" Ucap Jack dari ujung telphone.
" Oke pastikan lagi Mia tidak ada yang mengganggu selama saya belum balik ke Jogja " Ucap Pras yang memberi perintah.
" Baik Bos" Jawab Jack.
Pras yang sudah selsai menelphone Jack dia mengetuk kamar Raras mengajak Raras untuk makan, Raras dari tadi belum makan dia hanya terus menanggis.
Tokkkkk.....
Toookkkkk.....
Pras yang mengetuk pintu kamar Raras dan sambil membujuk Raras untuk keluar kamarnya.
__ADS_1
" Ras ayo kita makan dulu aku sudah pesan makanan, kita makan bareng kamu dari tadi belum makan" Ucap Pras.
Raras yang mendengar itu hanya diam dia binggung kenapa mas Pras begitu perhatian dengan dia.
" Ras kita makan dulu nanti keburu dingin maknanya" Ucap Pras masih membujuk Raras untuk keluar kamarnya.
" Tidak mas kamu makan duluan saja aku belum lapar" Ucap Raras yang menolak ajakan Pras untuk makan.
" Nanti kamu sakit Ras atau aku bawakan makanan ke kamarmu biar nanti kamu makan di kamar saja" Ucap Pras yang tidak mau Raras sakit.
" Jangan kamu memberikan aku harapan dengan perhatianmu mas" Ucap Raras dengan ketusnya.
Pras yang mendengar itu hanya diam dia pergi meninggalkan kamar Raras,Pras keluar dia duduk di teras luar sambil memandang awan gelap dan mendengar suara desiran angin.
" Apa yang aku lakukan ke Raras terlalu kejam dan keterlaluan sehingga Raras sangatlah marah denganku, tetapi perasaan ku tidak bisa aku bohong aku belum mencintai Raras rasa sayangku hanya untuk Mia" Grutu Pras yang sudah mulai pusing memikirkan masalahnya dengan Raras.
Di dalam kamar Raras memikirkan perjanjian dengan Pras aku harus menempati perjanjian itu, sudah cukup aku bersedih atas kepergian ibu mulai sekarang aku harus menjadi Raras yang kuat, Raras yang pemberani dan Raras yang selalu menempati janji untuk membuat mas Pras mencintaiku.
Keesokan harinya Pras melihat Raras terduduk di sofa yang di mana Pras tidur,Raras yang hanya menundukan kepalanya menunggu suaminya bangun dari tidurnya.
" Ini mas aku buatkan kopi untukmu dan ada sedikit roti buat kamu serapan" Ucap Raras yang masih sedikit ketus tetapi dia ingat perjanjian dengan Pras Raras akan membuat Pras mencintainya,Raras tidak mau membuang waktu.
" Raras kenapa menjadi berubah pagi ini " Grutu Pras yang masih memulihkan kesadarannya dari tidurnya.
" Mas aku sudah siapkan kamu air untuk mandi dan baju sudah aku siapkan di kamar tinggal kamu pakai saja" Ucap Raras yang terus berlalu untuk merapikan rumah.
" Ma.....kasih Ras " Ucap Pras yang pelan Raras saja tidak mendengar kata-kata itu Pras hanya terdiam melihat Raras.
****************
" Ras Ras....bisa kamu ke sini menemani aku minum kopi di pagi yang cerah ini" Panggil Pras yang berada di teras.
" Iya mas tunggu sebenarnya" Jawab Raras dari dalam rumah.
__ADS_1
Raras yang baru saja selesai mandi dia masuk kamar untuk berganti baju, Raras yang menggunakan baju sangat seksi tetapi sederhana untuk di depan suaminya dan rambutnya yang di gerai dan bibir tipisnya memakai gincu dengan warna nute.
"Iya mas kamu memanggil ku ada apa" Jawab Raras yang keluar dari pintu dan berdiri di depan Pras.
Pras yang melihat penampilan Raras melebarkan matanya,matanya ingin rasanya copot jantungnya berdegup dengan cepatnya dan menelan ludah berkali-kali.
" Raras apa kamu tidak dingin memakai baju setipis itu?" Tanya Pras yang menutupi kegygypannya.
" Apa ada yang salah dengan bajuku mas?" Tanya Raras lagi ke pada pras.
Ular Pras sudah mulai menegang melihat Raras yang begitu seksi tetapi sederhana yang melihat menjadi sangatlah penasaran ingin mengodanya.
" Ayo Ras kita masuk saja tidak enak di lihat orang kamu memakai baju setipis ini" Ucap Pras yang langsung bangun dari duduknya dan menarik tangan Raras untuk segera masuk dan Pras segera menutup pintu.
" Ras ada yang aku ingin katakan denganmu aku.......minta maaf telah menyakiti perasaanmu dan membuatmu sangatlah marah dengan ku" Ucap Pras yang masih memegang tangan Raras.
" Dan maaf aku belum bisa mencintaimu seperti aku mencintai Mia saat ini" Ucap Pras lagi dengan muka yang sangatlah lesu.
Raras yang mendengar itu sebenarnya sangatlah sakit hatinya tetapi dia harus kuat dan harus membuktikan ke Pras bahwa dia bisa membuat Pras mencintainya bahkan lebih.
" Sudah mas lupakan saja aku kan tetap pada perjanjian kita bahwa aku akan membuat kamu mencintaiku dalam waktu satu tahun jika itu tidak berhasil kita akan bercerai kan jadi di waktu yang singkat ini aku tidak akan menyia-yiakannya" Ucap Raras yang memberikan ke optimistisan.
Pras yang mendengar itu juga merasakan hal yang sama menahan rasa sakitnya dan rasa bersalahnya dadanya menjadi sesak menahan sakit, ular yang menegang itu menjadi loyo kembali mendengar ucapan Raras tadi.
"Apa aku boleh memeluk mu mas" Pinta Raras yang ingin bersandar di tubuh laki-laki bertubuh kekar hanya ingin mendapat kenyamanan dan ketenangan.
Pras yang mendengar permintaan Raras hanya mematung tangannya dan kakinya sangatlah lemas.
Bukkkkk....
Raras menjatuhkan tumbuhnya di tubuh Pras tangan Raras sangatlah erat memeluk tuk Pras tetapi tidak begitu dengan tangan Pras yang masih terdiam dibawah.
" Tubuhmu sangatlah wangi Raras kulitnya yang sangatlah mulus putih bersih paras nya sangatlah anggun dan sederhana tetapi maaf aku belum bisa mencintaimu saat ini" Grutu Pras yang masih mendapat pelukan erat dari Raras.
__ADS_1
" Mas tuubuhmu yang kekar ini temapat aku bersandar mas tempat diamana aku mendapatkan kenyamanan setelah ibuku" Ucap Raras yang tanpa sadar meneteskan air matanya.