Menikah Dengan Pria Angkuh

Menikah Dengan Pria Angkuh
Bab 19


__ADS_3

Kiky dan tami bergegas masuk kamar mereka yang berada tak jauh dari taman belakang.


Pras yang masih duduk di taman belakang hanya memandangi langit seakan dia menyalahkan dirinya sendiri dengan masalah yang ada sekarang.


Mia yang pergi entah kemana dan raras yang menuntut nafkah batin darinya.


Pras yang sadar memang raras setelah kejadian itu tidak pernah di sentuhnya dia hanya sibuk dengan mia tanpa memikirkan raras seperti pras sedang di mabuk cinta oleh mia.


Raras yang masih di kamar dan menangis hingga dia tertidur di sofa mata raras yang sembab dalam tidurnya raras gelisah,badan raras pun demam tinggi.


Cklekkk...


Pintu kamar terbuka dengan hati-hati Pras yang baru saja dari taman belakang dan ingin istirahat dia masuk kamar dan melihat raras yang tertidur di sofa,pras merasa iba dengan raras.


"ras..ras.." panggil pras dengan suara pelan raras yang sudah mulai mengigau pras yang menyentuh badan raras kaget badan raras demam dan dia segera mengambil termometer dan air kompresan.


Pras menelpon kiky,dan pras sambil bergegas mengompres kening raras dan mengecek suhu tubuhnya.


Tuttt....


Tuttt...


Kiky yang sudah tidur pulas tidak mendengar sura telpon berdering,pras yang panik dia keluar untuk mengambil teh hangat untuk raras.


pras segera ke dapur dan membuatkan raras segelas teh hangat,pras yang kembali lagi ke kamar dan memberikan teh buatannya ke pada raras dan obat penurun panas.


"ras di minum dulu tehnya dan minum obatnya" pras sambil menyodorkan segelas teh dan obat ke raras,raras yang sudah tidak berdaya lagi untuk meminum teh dan meminum obat pras membantunya untuk setengah duduk.


setelah meminum teh raras di bopong pras ke ranjang dan membaringkan raras di sana.


pras yang merawat raras dia yang mengganti kompresan raras di tengah malam sampai akhir ya pras tertidur di sandaran tempat tidur tepat samping raras.


Keesokan paginya raras yang sudah bangun terlebih dahulu dia melihat pras yang masih tidur di sandaran tempat tidur sambil terduduk raras yang masih berbaring di tempat tidurnya.


"mas pras perhatian dengan ku tapi kenapa dia tidak memperdulikan aku dan tidak memikirkan ku?" batin Raras yang mulai bimbang dengan perilaku pras.


Pras sepertinya akan segera bangun dan raras berpura-pura untuk tidur kembali.

__ADS_1


Pras yang terbangun dia mengecek keadaan raras demamnya sepertinya sudah turun dia bergegas keluar kamar.


"kik bikinkan bubur ayam untuk raras" pras menyuruh kiky untuk membuat semangkuk bubur untuk di bawakan nya ke kamar dan memberikan ke raras.


"baik tuan" kiky yang menerima perintah bergegas membuatkan bubur sesuai permintaan majikannya.


bubur yang di minta pras sudah siap dan sudah ada di meja pras yang dari tadi duduk di meja makan pun beranjak pergi dan membawakan bubur ke raras yang berada dikamar.


Cklekk...


"ras ini kiky membuatkan kamu bubur,ayo bangun dulu dan minum obatnya" pras yang sambil menaruh bubur di meja samping tempat tidur.


Raras yang mendengar suara pras akhir ya terbangun lagi


"mas..." panggil raras yang berusaha bagun dari baringannya,pras membantu raras untuk sedikit bersandar di sandaran tempat tidur.


"terimakasih mas..maaf aku telah membuat kamu repot semalam" raras yang masih lemah.


"makan saja bubur ini,setelah itu obatnya kamu minum kalau masih demam aku panggilkan dokter" ketus pras,pras yang masih bersikap dingin ke raras.


hati pras "raras terlalu baik untuk ku,aku tidak bisa menjadi suami yang baik untuk dia,aku menikahi dia karena harta,ku akan jujur pada dia suatu saat nanti".


Raras yang selsai makan bubur itu lalu meminum obat dan raras berusaha untuk beranjak dari tempat tidur.


"mau kemana kamu ras istirahat dulu di sana" tandas ketus pras dari sofa


"tapi mas...aku sudah tidak..." raras yang belum selesai bicara nya pras mendekat dan menyuruh dia untuk berbaring lagi.


"suka sekali kamu menurut dengan ku" tandas pras sambil menggerutu.


****************


Jam sudah menunjukan pukul 12 siang waktunya untuk makan siang tetapi pras masih saja tidak mengizinkan raras untuk turun dari tempat tidurnya.


"mas ini sudah waktunya makan siang,aku akan menyiapkan makanan untuk mu" tandas raras sambil memohon.


"ada tami dan kiky yang menyiapkan makan siang untuk,kamu istirahat saja untuk hari ini" tandas pras yang perhatian tapi tetapi dingin sikapnya

__ADS_1


Raras yang mendengar itu hanya menganggukan kepalanya,raras melanjutkan berbaring di tempat tidurnya.


"mas apa kamu tidak ke kantor hari ini,aku sudah baikan kok" raras yg mencoba bertanya ke pada pras dan meyakinkan kalo dia sudah tidak sakit lagi.


"mana bisa aku meninggalkan kamu,kiky dan tami sibuk hari ini" ketus pras yang masih gengsi padahal dia khawatir dengan ke adaan raras.


Tokk..


Tokkk..


pintu kamar itu di ketuk oleh kiky "tuan di tunggu nyonya sari di ruang tengah".


gerutu pras "ada apa lagi sie sari apa dia sudah pulang kemarin dia pamit untuk pulang kampung" pras memang lupa kalau sari kemarin izin pulang kampung dia kemarin asik dengan mia,di rumah mewah itu hanya ada kiky,tami dan karta supir.


"iya nanti saya menemuinya" tandas pras ke pada kiky,kiky lalu bergegas pergi meninggalkan kamar pras.


"sudah temui dulu ibu mu aku baik-baik saja" tandas raras yang masih lemas.


pras pun pergi menemui sari diruang tengah raras yang masih berbaring kepala raras masih pusing.


"kamu sudah pulang sar?" tandas pras ke pada sari mau bagaimana pun sari tetap pembantu di rumah itu,dia hanya berpura-pura menjadi org tua dari pras untuk mengelabui raras.


"sudah tuan,tuan saya mau bicara kepada anda" tandas sari yang menunjukan wajah yang serius


"sepertinya serius sekali,ayo kita bicara di ruang kerja ku saja" pras yang menuju ke ruang kerjanya dan sari mengikuti di belakangnya.


Pras yang langsung duduk di kursi kerjanya dan Sari berdiri di pinggir meja,wajahnya sedikit tegas dan tegang sepertinya sari benar-benar serius kali ini.


"apa yang akan kamu bicarakan sar?" tandas pras yang penasaran apa yang akan di bicarakan sari.


"tuannnn....hmmmmm..."sari yang bingung memulai dari mana pembicaraannya.


sari pun akhirnya memberanikan diri untuk bicara "tuan apa sebaiknya kita jujur saja ke raras tentang sandiwara ini" tandas sari yang sambil menundukkan kepalanya.


Pras yang mendengar itu kaget dan matanya melotot dengan tajam.


"jangan sekarang sar kita buka semua biarkan ini berjalan seperti ini" tandas pras yang masih kekeh dengan mempertahankan kebohongan ini.

__ADS_1


__ADS_2