
Keesokan harinya Pras yang terbangun dari tidurnya di atas sebuah meja dengan botol minuman alkohol dan beberapa foto Mia yang berserakan di meja,masih dengan setengah sadar dan kepala yang amat pusing Pras memanggil Raras.
" Raras Raras Raras " Panggil Pras dengan nada pelan dan kemudian nada yang sangat marah.
" Kemana sih Raras aku panggil tidak menjawab" Grutu Pras yang kemudian bangun dan berjalan dengan memegang kepalanya yang masih pusing.
Pras yang melihat di ranjang tempat tidur hotel tidak ada Raras kemudian dia membuka kamar mandi di sana juga nampak Raras tidak ada,Pras sudah mulai binggung mencari keberadaan Raras.
Dia menelphone reseptionis untuk bertanya apakah Raras masih di area hotel dan minta tolong carikan dan melihat CCTV hotel.
Tok..
Tokk..
" Maaf tuan wanita yang anda maksud tidak ada di are hotel" Ucap officeboy hotel,
" Coba kamu tanyakan ke reseptionis tentang hasil CCTV yang saya minta" Perintah Pras yang sudah mulai kebingungan mencari keberadaan Raras yang tak kunjung di temukan.
"Baik tua" officeboy itu kemudian keluar meninggalkan kamar Pras dan menuju tempat dimana rekaman CCTV.
Pras menelphone Jack agar bisa mencari keberadaan Raras yang hilang entah kemana fikiran Pras sangatlah kacau kepalanya menjadi lebih sakit badan menjadi sangatlah lemas,tenaga dan energi Pras sudah habis karena dia sudah mengelilingi hotel.
Tutttt
Tutttt
" Hallo bos " Jack yang menjawab dari ujung telephone dengan nada yang sangat tegas.
" Kamu cari Raras ada di mana dia di sekitar hotel tidak ada" Perintah Pras pada anak buahnya.
"Baik Bos saya akan cari istri anda" Jawab Jack lagi dan sambil menutup telephone kemudian dia pergi mulai mencari keberadaan Raras.
Tokk..
__ADS_1
Tokkk..
" Maaf tuan menurut hasil CCTV yang terkam bahwa pada pukul 12 malam ada wanita yang pingsan di depan kamar tuan,kemudian di bopong oleh seorang laki-laki menuju arah keluar,kemudian dari arah parkiranmobil itu berwarna merah" Ucap officer hotel yang di temani officeboy yang Pras suruh tadi.
" Pingsan??" Iya tuan jawab pegawai hotel.
"Ada yang perlu kami bantu lagi?"Tanya pegawai hotel ke Pras yang masih berdiri mematung di depan pintu.
" Oke trimakasih atas informasinya" Ucap Pras dengan wajah makin binggung dan perasaan yang menyesali perbuatannya.
Mendengar itu pegawai hotel kemudian pergi meninggalkan kamar Pras,Pras menutup pintu kamarnya dia terduduk di balik pintu kamarnya seakan dia tidak percaya Raras semalam pingsan di lorong hotel.
" Bodoh sekali aku masih memikirkan Mia yang sudah pasti dia tidak peduli denganku,sehingga Raras aku campakan begitu saja,hingga dia pingsan saja aku tidak tau" Grutu Pras yang menyesal dengan keadaan semalam.
Pras kemudian telephone Jack agar dia mencari di rumah sakit yang berada di Jogja tanpa ada yng terlewat.
Tuttt...
Tuttt...
" Baik bos"Jawab Jack dari ujung telphone,kemudian Jack memutar arah mobilnya menuju rumah sakit terdekat.
Sekitar 1jam kemudian Jack menelphone Pras dia memberitahukan bahwa Raras sedang di rawat di rumah sakit dekat hotel.
" Bos Raras di rawat di rumah sakit Sejahtera" Ucap Jack,Pras yang mendengar itu segera pergi menuju rumah sakit sejahtera.
****************
Pras sampai di rumah sakit sejahtera dia menemui Jack yang sudah menunggu di reseptionis rumah sakit.
"Sus apa ada pasien dengan nama Raras Pratiwi?" Tanya Pras yang masih terpogoh-pogoh nafasnya karena dia lari dari parkiran.
"Baik pak sebentar saya cari dahulu " Jawab reseptionis sambil mencari data di komputer rumah sakit.
__ADS_1
" Ada pak pasien tersebut ada di kamar melati kelas VIP ,kamarnya ada di lantai 3" Ucap perawat,Jack yang melihat Pras segera pergi dia hanya terdiam di sana karena Perintah Pras.
Tak selang lama Pras sampai di lantai 3 rumah sakit dia mencari kamar yang di maksud perawat tadi, di depan kamar Raras Pras melihat Vino sedang duduk di depan kamar Raras di rawat.
Pras yang menghampiri Vino dengan wajah yang cemas dan nafas yang ngos-ngosan karena lagi dan menahan amarah karena da Vino di sana,Vino yang melihat Pras datang dia berdiri dari duduknya.
"Ohh tuan Pras akhirnya datang,masih peduli ternyata sama istrinya" Ucap Vino dengan nada yang sedikit kesal karena Pras dari semalam di hubungi tidak bisa.
"Dimana Raras,apa yang terjadi?" Tanya Pras yang ingin segera masuk menemui Raras.
Cklekkk...
Betapa kaget nya Pras melihat Mia juga ada di sana,dan Raras terbaring lemah di atas tempat tidur dengan tangan yang di infus.
" Masih punya hati kamu Pras " Ucap Mia yang terbangun dari duduknya dan berjalan menuju Pras.
"Kamu jahat sekali Pras kamu sia-sia Raras dengan begitu,kamu egois Pras kamu tau jawabannya kan kalau aku tidak mau denganmu,belajarlah lebih perduli dengan Raras belajar untuk membuka hati dan mencintai dia" Ucap Mia dengan wajah yang kesal,Tiba-tiba Mia kontraksi perutnya.
Di dalam kamar itu ada Mia dan Raras dua wanita yang sama-sama sedang butuh bantuan,pras yang melihat Mia kesakitan dia ingin membantu Mia.
"Lepas jangan sentuh aku kamu urus saja Raras dia istri kamu yang butuh bantuan kamu saat ini" Tolak Mia sambil menepis tangan Pras.
"Vin Vin tolong aku,aduh perut ku sakit sekali" Panggil Mia dari dalam kamar.
Vino yang mendengar panggilan Mia segera masuk dalam kamar " kamu kenapa Mi?" Tanya Vino yang segera menolong Mia dan memapahnya.
"Perut ku sakit sekali Vin ,antar aku ke dokter rumah sakit ini" Ucap Mia yang sambil memegang perutnya yang sakit,di sana Pras hanya mematung bingung dengan situasi yang seperti ini.
" Sus..sus tolong" Triak Vino yang meminta pertolongan dari perawat.
Tak lama perawat datang mendengar panggilan Vino dan membawa kursi roda,Vino segera memapah Mia duduk di kursi roda dan mendorong ke arah poli kandungan,mereka pergi meninggalkan Pras dan Raras di kamar itu.
Pras yang melihat Raras dengan wajah pucat nya,bibir merah menjadi putih pucat,matanya yang tertutup karena efek obat Raras menjadi tertidur,tak selang lama Raras terbangun melihat Pras duduk di sampingnya.
__ADS_1
" Mas akhirnya kamu datang,maafkan aku yang sudah membuat kamu panik karena aku pergi" Ucap Raras dengan tangan yang masih di infus dan mencoba memegang tangan Pras.
" Sudah Ras maafkan aku yang selama ini aku tidak peduli dengan keberadaan kamu jujur aku sangat menyesali Ras" Ucap Pras dengan penuh penyesalan.