
Saat Mia di periksa oleh dokter, Pras masih terbayang-bayang Vino yang tadi terlihat sangat perhatian dengan Mia.
Mia yang terbaring di tempat tidurpun mulai gusar karena dia takut terjadi apa-apa dengan anaknya.
"Dok bagaimana kondisinya?" Tanya Pras penuh dengan rasa khawatir.
"Baik semua oke, janin yang ada di perutnya juga sehat." Ujar Dokter yang habis memeriksa mia.
pras yang mendengar itu merasa tenang tetapi wajah dan mimik mukanya tidak dapat di bohongi,kalau dia cemburu dengan keberadaan vino.
"kehamilan ibu sudah masuk 4minggu jadi harap di jaga baik-baik" dokter yang memberitahu tentang kehamilan mia,mia hanya mengangguk.
Mereka pun keluar dari ruang periksa,saat menunggu obat vino menyapa mia lagi.
"bagaimana oke semua?" tandas vino dengan senyumnya yang manis.
"oohhh iyaaa baik-baik saja kok,apa kamu ingin pulang vin?" tanya mia yang hanya basa-basi.
Pras yang sudah terbakar api cemburu dia sudah memerah matanya,sudah mengepalkan tangannya seakan tidak ada yang boleh dekat dengan mia.
"oohh gak aku mau gym dulu sama ada pasien,kenapa mi?" tandas vino sambil senyum menggoda.
Mia yang mendengar itu pun menganggukan kepalanya dan membalas senyum vino,vino pun pergi meninggalkan mia di farmasi.
"siapa dia,sangat perhatian sekali dengan mu?" tanya pras dengan ketusnya.
"dia vino tetangga di apart" jawab mia yang malas membahas lebih jauh.
Tak selang lama mia sudah mendapatkan obatnya mereka pulang ke apart dan mia segera membersihkan badannya dan langsung beristirahat.
Pras dan mia sepulangnya dari rumah sakit mereka sudah tidak tegur sapa,susana di kamar apart terasa dingin,pras yang masih dengan api cemburunya sedangkan mia dia sudah lelah tidak mau berdebat.
"aku akan menemani mu" tandas pras dengan ketusnya.
mia yang hanya diam mendengar ucapan pras berlalu masuk ke kamar dan menutup pintu kamarnya.
Bughhh...
Saat pras duduk di sofa handphone pras berdering raras menelfonnya.
terdengar suara raras yang menunggu pras untuk pulang
"mas kamu belum pulang apa masih di kantor?" tanya raras.
"kamu tidak usah menunggu ku,sepertinya aku tidak pulang malam ini" jawab pras dari handphonenya.
__ADS_1
Tak lama mereka berbicara pras menutup telfonnya
Tutttt.....
pras menggerutu dengan amarahnya "nanti kalau saya pergi laki-laki sialan itu datang".
Pras yang tertidur di sofa hingga pagi,mia yang masih di dalam kamar dengan pulasnya,memang kehamilannya membuat dia sedikit menjadi malas.
pras yang sudah bangun lebih dulu dia memesan ojek online makanan.
Tookkk....
"dengan pras ini pesanannya "tukang ojek online sudah membawakan makanan pesanan pras.
Pras mengambil dan menyiapkan di mangkuk pras memesan bubur ayam spesial 2porsi untuk dirinya dan mia.
Setelah bubur yang dia pesan di pindahkan ke dalam mangkuk,pras juga membuatkan susu untuk ibu hamil rasa coklat.
Tokkk...
Tokkkk..
"mi..aku sudah buatkan susu dan aku belikan bubur untuk kamu sarapan biar anak kita sehat" tandas pras.
mia yang mendengar itu pun membukakan pintu kebetulan dia sudah sangatlah lapar selama hamil nafsu makan mia menjadi lebih banyak.
Pras menjadi jauh lebih perhatian dengan mia,otak mia menjadi menerka-nerka apa pras semalam habis kebentur sehingga dia menjadi seperti ini.
"kamu sudah selesai makannya,kamu jangan cape dulu kamu istirahat saja" tandas pras sambil membersihkan mangkuk dan gas habis mia makan.
Mia yang melihat kelakuan pras yang aneh mulai bingung,nia hanya bengong mendengar ucapan pras tadi dan sambil menggarukan tangannya di kepala.
****************
siang itu pintu unit apart mia di ketuk oleh seseorang
Tokkk..
tokkk..
Pras yang mendengar bergegas membuka kan pintu ternyata laki-laki yang menyapa mia di rumah sakit kemarin.
"Ada Mia.? Saya membawakan buah untuk dia" tandas vino yang sambil menyimpulkan senyumnya yang ramah.
"Mia tidak bisa di ganggu dia sedang isitrahat" tandas pras dengan nada kesalnya.
__ADS_1
Buugghhh...
Pintu yang tadi terbuka menjadi menutup dengan kencangnya.
"siapa pras yang datang tadi?" tanya mia dari arah kamarnya.
"bukan siapa-siapa orang aneh yang datang tadi" tandas pras masih sedikit kesalnya.
Mia yang mendengar itu hanya menganggukan kepalanya sekaan benar hanya orang iseng yang mengetuk pintu unitnya.
Di ruangan itu pras dan mia hanya diam mereka berbicara hanya seperlunya saja,pras yang tidak memperdulikan raras di rumah dia hanya memikirkan laki-laki itu datang dan menghampiri mia.
Di kamar mia sangatlah lapar dia ingin sekali makan burger karena ada pras di luar mia menahan laparnya hingga pras pergi,tidak selang lama handphone pras berdering ternyata raras dia menelpon pras kembali.
kringg....
Kringgg....
"mas kamu semalam tidak pulang apa kamu pulang hari ini?" tanya raras.
Dia sudah ada di rumah tetapi pras meninggalkan dia,pras juga yang menyuruhnya untuk pulang ke rumah mewah itu.
"iya nanti aku pulang tunggu saja di rumah" tandas pras yang bingung ingin pulang menemui raras tapi dia tida mau mia di temui laki-laki itu.
Sore itu pras pulang dia mau tidak mau harus meninggalkan mia sendirian di apartemennya.
Pras yang sudah sampai di rumah melihat Raras yang menunggu dia di ruang tengah,raras yang melihat pras datang segera menghampirinya.
"mas kamu kemana aja semalam tidak pulang,aku menunggumu hingga pagi" tandas raras yang penuh dengan tanda tanya.
Pras yang mendengar ocehan raras hanya diam dan berlalu masuk kamar.
"mas jawab pertanyaan ku,kamu yang menyuruh ku untuk.pulang ke rumah ini tetapi kamu meninggalkan ku" tandas raras sambil menahan air matanya.
Pras yang melihat raras begitu bukan iba melainkan emosi dia membentak raras hingga raras diam.
"CUKUPPPP..RAS..SAYA CAPE MAU ISTIRAHAT BUKAN MENDENGARKAN OCEHANMU!!!!" bentak pras.
raras yang mendengar itu kaget mata ya terbelalak dia sambil memikirkan kenapa pras berubah begitu cepatnya dan di keluar dari kamar itu sambil menangis.
Dalam hati raras "kemarin dia menyuruhku untuk pulang dan ingin mempunyai anak dari ku,tetapi kenapa mas pras berubah menjadi pemarah sekarang" batin raras mulai bergejolak dengan sikap pras.
Pras yang membersihkan diri kemudian dia berbaring di tempat tidurnya,dia hanya ingin istirahat tetapi fikirannya ke apart mia.
"laki-laki itu pasti ke unit mia,meraka sedang apa sekarang,mia sangat nyaman di dekatnya"fikiran pras sudah kemana-mana dia berusaha menutup matanya tetapi dia tidak bisa hanya bolak-balik di tempat tidurnya.
__ADS_1
Seakan dirumah itu pras merasa tidak nyaman dia ingin cepat-cepat besok dan datang lagi ke apart mia,dan memastikan mia tidak sedang dengan laki-laki itu.