
Pras yang mendengar ucapan Raras dia menjadi orang yang makin merasa bersalah,merasa menjadi laki-laki pengecut yang tidak berani ambil sikap,dengan adanya perjanjian ini sama saja semakin menyakiti hari Raras.
" Ras biarkan aku memberi sedikit perhatianku untukmu" Grutu Pras yang ingin menebus rasa bersalahnya.
Tangan Pras akhirnya bersambut di tubuh Raras dan mereka saling berpelukan dengan eratnya.
" Mas izinkan aku untuk melakukan tanggung jawab ku sebagai istri mu mas dan begitu pun kamu walaupun kamu belum mencintaiku mas" Ucap Raras yang memohon agar Pras tidak berubah.
" Baik Ras kalau itu memang mau kamu, kamu juga masih sah menjadi istriku" Ucap Pras.
setelah mereka berpelukan Raras melayani perhatian kecil Raras ke Pras membuat Pras tersentuh.
" Mas kamu mandi dan lalu makanya sudah ku siapkan di meja nanti kita makan bersama" Ucap Raras yang sambil menyiapkan makanan di meja.
" Iya Ras aku mandi dulu lalu kita makan bersama" Jawab Pras yang langsung pergi ke kamar mandi untuk mandi.
Setelah Pras mandi dia duduk di meja makan di sana sudah ada sayur kesukaan Pras sudah ada capcay,ayam goreng dan beraneka makanan yang sudah di siapkan oleh Raras.
" Sini mas biar ku ambilkan nasi dan sayur untukmu " Ucap Raras yang sambil mengambil piring di depan Pras.
Pras lalu menegang tangan Raras dia menatap Raras dengan sangat tajamnya.
" Ras maafkan aku jujur aku merasa bersalah dengan adanya masalah kita" Ucap Pras yang memegang tangan Raras dengan eratnya.
"Sudah mas jangan kamu bahas itu saat ini,aku tidak ingin mebahasnya sekarang" Ucap Raras yang berusaha menguatkan hatinya yang rapuh.
Mereka saling bertukar pandang di meja makan tanpa di sadari pedang Pras mulai menunjukan taringnya kembali di tambah baju Rarasyang seksi tadi semakin mengodanya, Pras berdiri mendekati Raras Pras melncurkan cbuan-cembuan di tubuh Raras.
Jatung Raras berdegup dengan cepatnya bulu tubuh Raras berdiri kegelian,Raras sangat menikmati cembuan Pras tanpa dia sadar tangan Pras sudah mendarat dengan mulus di gunung kembar dan memerasnya.
Pras mengangkat Raras masuk kamar dan menutup pintu, Pras semakin liar di kamar begitu juga Raras yang sangat menikmati keliaran Pras, Pras melucuti baju baju Raras satu per satu begitu juga Raras yang melucuti baju Pras satu per satu.
Mereka sudah tidak memakai baju sehelai pun di ranjang itu Pras menunjukan ke perkasaannya.
__ADS_1
" Ras apa kamu nikmati ini?" Tanya Pras yang masih menancapkan pedangnya di dalam goa yang sangat indah itu.
"Iya mas aku sangat nikmatinya aku mencintaimu mas" Ucap Raras yang sangat menikmati surga dunia itu.
Mereka bak anak remaja yang baru mengenal surga dunia mereka saling menikmati dan saling memuaskan satu satu sama lain.
Pras yang sudah lelah habis menikmati surga dunia begitu juga Raras yang sangat lelah melayani nafsu suaminya yang sangat liar hari ini.
" Terimakasih mas kamu sudah melakukan tanggung jawabmu sebagai suami, walaupun kamu belum mencintaiku" Ucap Raras sambil menghela nafas panjang.
Pras yang mendengar itu hanya tersenyum kecut dan hanya memandangi langit-langit di kamar itu.
" Kenapa fikiranku saat ini ke Mia bagaimana keadaan anak ku di dalam perut Mia apa mereka baik-baik saja" Grutu Pras seakan yang Raras ucapkan itu dia tidak mendengarnya.
****************
Merekapun segera membersihkan tubuh mereka yang selesai berolahraga di ranjang itu.
" Mas kapan kamu menemui Mia aku ikut?" Ucap Raras yang baru saja selesai mandi dan Pras masih berbaring di ranjang.
" Apa kamu yakin dengan bicaramu tadi Ras?" Ucap Pras yang memastikan apa yang dia dengar itu tidak salah.
" Iya,aku ingin bertemu dengan dia apa lagi dia sedang mengandung anak kamu kan mas?" Ucap Raras memastikan apa yang di dengar Pras itu benar dia tidak salah mendengar.
" Tapi....apa kamu sudah siap bertemu dengan Mia" Ucap Pras yang mengkhawatirkan perasaan Raras.
" Iya mas aku siap bertemu dengan Mia, aku ingin mengucapkan terimakasih dengan dia karena dia semua kebohongan kamu terbongkar karena dia juga aku akan berusaha dengan keras membuat kamu mencintaiku" Ucap Raras yang brusaha untuk tegar walaupun hatinya sangat amatlah sakit.
Pras yang mendengar itu di buatnya terkejut lagi seakan dadanya begitu sesak seakan apa yang Raras ucapkan itu seperti di tampar,hatinya begitu sembilu.
" Apa kamu akan menikahi dia?" Ucap Pras yang dengan spontan bertanya itu.
Duggg..
__ADS_1
Dugg...
Dugggg...
Jantung Pras bergedup tidak beraturan seakan kamar itu menjadi gerah seakan dia melupakan apa yang baru saja mereka kerjakan di ranjang itu, Pras mengambil segelas air putih di meja dekat ranjang seakan haus sekali.
" Mas kok tidak kamu jawab apa kamu ingin menikahi dia aku tanya?" Ucap Raras lagi yang memastikan pertanyaannya.
"Aahhhh...sudah aku mau ke kamar mandi dulu" Ucap Pras yang begegas bangun dari ranjang dan pergi ke kamar mandi dan meninggalkan Raras di kamarnya.
" Pertanyaan bodoh apa yang Raras bicarakan tadi,sebenarnya apa yang akan di lakukan Raras saat ini sepertinya buka Raras yang aku kenal dulu" Ucap Pras dalam gerutunya.
" Apa apaan sie Raras nie membuat aku menjadi pusing fikiran ku menjadi kacau seperti ini" Ucap Pras yang berdiri di dalam kamar mandi.
" Mas mas...setelah kamu selesai mandi kita makan bersama yang tertunda tadinya" Panggil Raras dengan nakalnya mendogoda suaminya.
" Apa sih kamu Ras iya nanti kita makan bersama" Jawab Pras yang berada di dalam kamar mandi.
Akhirnya yang di tunggu Raras datang Pras selesai mandi dan mereka makan bersama di meja makan.
Raras sekrang sudah memakai make up yang minimalis terlihat cantik dengan kesederhanaannya, mata Pras seakan terpaku dengan wajah Raras yang flowes itu.
"Iiihhh...mas kenapa kamu melihatku seperti itu,apa aku ada yang salah apa baju aku salah atau bedak liptik aku terlalu tebal atau apa?" Tanya Raras yang menjadi salah tingkah dan tidak percaya diri dengan apa yang dia gunakan.
" Ooohhhh tidak kamu sangatlah cantik membuat mataku enggan berkedip melihatmu" Jawab Pras dengan memberikan senyumnya.
" Terimakasih mas atas pujiannya" Ucap Raras yang membalas senyuman Pras.
" Kapan kamu pulang ke Jakarta?" Tanya Raras.
"Kemungkinan besok Karta menjemput kita untuk pulang ke Jakarta" Ucap Pras.
" Kita, aku masih ingin di sini mas di rumah ibu bolehkah aku di sini untuk sementara waktu?" Tanya Raras yang memegang tangan Pras dan meminta izin untuk di rumah ibunya.
__ADS_1
" Oke kalau itu mau kamu dan membuat kamu lebih tenang dan baik biar nanti di jemput Karta lagi" Jawab Pras sambil meneguk air putih.
Mata Raras yang mendengar itu bak berbinar-binar seperti anak kecil yang di beri permen oleh orangtuanya.