
"mi maafkan aku yang tidak menginginkan anak ini" pras ya meminta maaf pada mia.
Dia menyesal dengan perbuatannya muka pras yang sedikit ne
memelas pada mia dan berharap di maafkan oleh mia.
"sekarang apa yang kamu inginkan?"tanya pras pada mia yang masih mematung di tempat dia berdiri.
mia yang mendengar itu hanya diam tak sepatah katapun keluar dari mulut mia air matanya mengalir deras di pipinya,seakan mengingat kembali dengan sikap pras yang tak menginginkan anak itu dan menyuruh mia menggugurkan kandungannya.
"aku akan menikahi mu dan bertanggung jawab dengan anak ini" tandas pras yang meyakinkan mia.
"bagaimana dengan raras?"tanya mia dengan ketusnya.
pras hanya diam dan menundukan kepalanya seakan memikirkan perasaan raras.
"biarkan saja raras aku tidak mencintainya" jawab pras yang menutupi bahwa dia juga mulai memperhatikan raras.
"gampang sekali kamu mengucapkan menikah dan bertanggung jawab di sana ada seorang wanita yang perasaannya kamu permainkan,kamu jahat pras kamu egois" marah mia sambil menangis,seakan mia sudah murka dengan pras.
"sekarang lebih baik kamu pergi dari sini aku mau istirahat" usir mia ke pada pras,mia segera masuk dalam rumah nya,mbok yang sedang membawakan minuman untuk pras melihat mia lari masuk ke dalam sambil menangis dia tampak bingung.
mbok segera keluar untuk menyajikan minum yang dia buat tetapi pras sudah tidak ada di teras dia sudah pergi,mbok pun akhir ya masuk lagi dia menemui mia yang ada di dalam kamarnya.
sebelum mbok ke kamar mia dia pergi ke dapur membuatkan susu hamil untuk mia.
tokk
tokkk
cklekkk
"mbo boleh masuk non" tanya mbok jum dari sela-sela pintu kamar mia.
"masuk mbok" tandas mia sambil menghapus air matanya dan duduk di tempat tidurnya.
"non kenapa menangis,laki-laki tadi siapa non,maaf mbok lancang bertanya sama non" tandas mbok jum sambil memberikan susu ke pada mia.
"dia pras mbok laki-laki yang pernah aku ceritakan ke marin ke mbok ayah dari anak yang aku kandung sekarang" tandas mia yang masih sedikit melamun membayangkan wajah pras tadi.
__ADS_1
"untuk apa dia mencari non lagi,apa dia mau bertanggung jawab?" tanya mbok kepada mia.
"dia ingin menikah dengan ku mbok,tetapi tidak semudah itu di Jakarta ada wanita yang dia sakiti nanti,wanita itu namanya raras dia istrinya pras" jawab mia sambil meneteskan air matanya lagi.
"berarti dia sudah menikah non?" tanya mbok jum,mia yang mendengar pertanyaan mbok jum menganggukan kepalanya.
"iya mbok dia menikah memang tidak cinta pada raras pras menikah terpaksa dengan raras,dia hanya ingin hartanya segera jatuh ke dia,makanya dia menikahi raras mbok" jelas mia.
mbok jum yang mendengar itu hanya diam,dia bingung saran apa yang harus dia kasih ke mia,sedangkan masalahnya terlalu rumit dan menyakiti dua wanita sekaligus.
mbok jum akhir ya keluar dari kamar mia dan dia meninggalkan mia di kamarnya.
"mbok kluar dulu ya non,non istirahat saja" tandas mbok jum yang bergegas keluar dari kamar mia.
mia di kamarnya sendiri hanya duduk mematung di tempat tidurnya hatinya sangatlah kacau,setelah pras datang tadi.
Di tempat lain pras sudah berada di hotel dia hanya ingin sendiri saat ini,otaknya hanya memikirkan mia dan mia.
dalam hatinya pras sedang bergelut dengan ke gundahannya.
"besok di jakarta aku akan bilang dengan raras semuanya" agar raras jangan terlalu berharap dengan ku.
ke esokan harinya pras pagi-pagi sekali menelphone jack untuk menjemput dia di hotel, pras ingin sekali bertemu mia sekali lagi.
tuttt...
tuttt...
"hallo jack jemput saya sekarang di hotel" perintah pras.
"baik bos"jawab jack,dan jack bergegas menyalahkan mobilnya dan menuju hotel tempat pras menginap.
sesampainya di hotel jack menulis pesan ke pras
"bos saya sudah di depan"
pras yang membaca pesan jack pun bergegas keluar kamar menemui jack untuk segera pergi ke rumah mia lagi.
"ayo jack kita pergi ke rumah mia lagi" perintah pras pada jack,jack pun segera menyalakan mobilnya dan menaginjak gas mobilnya.
__ADS_1
pras sudah sampai depan rumah mia dia hanya menunggu mia keluar rumahnya dia tidak turun dari mobilnya,tak selang lama dia melihat mia keluar dari rumahnya.
saat pras ingin turun dari mobil handphone pras berdering
kringgg....
kringgg...
terpampang jelas telphone itu dari raras dia tumben sekali pagi itu telphone pras.
"halo ada apa ras kamu telphone ku?"tanya pras yang menjawab telphone dan matanya menuju ke arah mia berjalan.
pras yang menjawab telphone dari raras dia mengurungkan niatnya untuk keluar mobil sehingga dia kehilangan jejak mia,mia berjalan dengan cepatnya.
"gak mas,kamu sudah sarapan belum?" tanya raras yang hanya basa basi perasaan dia sebenarnya sudah tidak enak semenjak pras pergi ke jogja merasa pras ada yang di tutupi.
"sudah ras,sudah dulu ya aku mau ke proyek dulu" jawab pras yang terburu-buru.
"sepagi ini kamu ke proyek?" tanya raras lagi yang enggan menutup telphonenya dia merasa lega mendengar suara pras pagi itu,memang raras mendengar suara kendaraan bermotor.
pras yang memberi jack kode untuk mencari mia segera menyalakan mobilnya,dan mencari mia ke sudut gang di sana.
"iya karena aku harus meeting dulu ras,oh iya ras sesampainya aku di jakarta ada yang akan aku bicarakan denganmu sangat penting" jawab pras yang masih menjawab telphone dari raras.
dalam hati raras apa yang akan mas pras bicarakan dengan ku sepertinya sangatlah penting dan serius.
"oke mas" raras yang menjawab.
telphone akhirnya di tutup oleh pras.
tuttttt......
tuttttt......
" Apa yang akan ingin dibicarakan oleh mas pras ya?" Pikir raras yang bertreveling kemana-mana sepertinya sangat serius.
Raras yang tidak ambil pusing dengan kata-kata pras tadi dia segera pergi keluar,raras memang ingin pergi ke supermarket untuk belanja beberapa kebutuhan rumah.
"Ki... kamu pergi sama saya ke supermarket biar tami jaga rumah saja" Seru raras yang berjalan mengambil tas yang ada di ruang tengah.
__ADS_1
Sesampainya di supermarket raras segera mengambil keranjang belanja.