Menikah Dengan Pria Angkuh

Menikah Dengan Pria Angkuh
Bab 18


__ADS_3

Pras yang berusaha menelpon mia dari tadi juga tidak ada jawaban.


Tutttt....


Tutttt.........


Pras yang mulai gelisah memikirkan mia pun seakan di kantor pekerjaan tidak ada yang beres,semuanya menjadi berantakan.


AAAAGGGHHHHH.......


"Sialan Mia Membuat hariku Menjadi Kacau Memikirkan dia" kesal pras.


Pras yang menggebrak meja dengan kerasnya.


BRAKKKKKK...... BRENGSEK....


Meja kerja pras menjadi berantakan dokumen berjatuhan di lantai,seakan habis ada perang dunia yang telah terjadi.


Siska sekretaris pras datang untuk mebawakan dokumen yang akan di tanda tangani pras.


"permisi pak..." siska yang melihat itu terkejut sambil mengerutkan dahinya dan dia mengurungkan niatnya untuk menghampiri pras,dia takut kena semprot pras yang sedang marah besar.


Pras kemudian pergi keluar kantor dengan muka memerah menahan amarahnya langkahnya begitu cepat untuk berjalan keluar sesampainya di depan mobil.


Buuugghhhh.....


Terdengar sangat lah keras pras membanting pintu mobil itu,sehingga satpam yang melihat itu menundukkan kepalanya dia tidak berani menatap pras.


Pras yang menginjak gas dengan dalamnya mobil melaju dengan cepatnya.


pras ternyata pergi ke sebuah cafe dia meneguk segelas winne agar bisa melupakan masalahnya dengan mia sejenak.


"pelayan saya tambah satu gelas lagi" tandas pras yang melonggarkan dasinya wajahnya sudah kusut.


setelah dari cafe pras pulang kerumah di sana raras sudah menunggunya.


Prakkkkkk......


Raras yang mendengar pintu terbuka lebar dengan kerasnya,dia menoleh ke arah pintu dia melihat pras yang datang dengan wajah dan pakaian yang sudah berantakan.


"mas kamu dari mana berantakan sekali kamu,sepertinya kamu sedang mabuk" tanya raras sambil memapah pras menuju kamar.

__ADS_1


"mas aku buatkan kamu teh hangat dulu kamu berbaring saja di sini" tandas raras sambil menuju keluar untuk membuatkan teh untuk pras.


Pras yang berbaring di tempat tidur merasa pusing kepalanya hari ini dia merasa kacau mood dia juga tidak enak.


"mas ini teh hangatnya di minum dulu" tandas raras yang masuk kamar dan menyodorkan segelas teh hangat kepada pras.


"makasih ras" tandas pras yang berusaha bangun dari baringannya.


Raras yang mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


dalam hati raras "mas pras tidak salah tetapi keluarga dia yang salah aku tidak boleh membenci dia" raras yang hanya melamun di tidak dengar di panggil oleh pras.


"ras..ras..ini tehnya" panggil pras.


Raras yang terkaget mendengar panggilan itu sontak menjadi salah tingkah,dan bergegas mengambil gelas yang ada di tangan pras.


"apa yang sedang kamu pikirkan ras?" tanya pras yang menatap raras yang sedang melamun.


"tidak mas aku tidak memikirkan apa-apa" tandas Raras sambil tergugup-gugup.


"maaf mas gelasnya saya bawa ke dapur dahulu" tandas raras yang bergegas keluar dari kamarnya dan menuju dapur.


di dapur raras hanya melamun mengingat perkataan ibunya kemarin.


"iya ki" jawab raras yang masih salah tingkah,raras yang mendengar itu bergegas masuk kamar kembali dan menghampiri pras.


"iya mas kamu memanggil ku?" tandas raras yang berusaha mendekati pras.


"temani aku malam ini" tandas pras yang setengah tiduran di ranjang.


Raras mendengar itu merasa kaget,senang akhirnya pras membutuhkan dirinya dia merasa tidak di campakkan lagi oleh pras walaupun hanya semalam.


****************


"apa raras siap menerima kenyataan bahwa aku menikahi raras hanya untuk sebuah harta dan dia apa mau menerima anak ku dari mia" gerutu pras dalam hatinya.


Pras hanya menganggukan kepalanya yang sudah pusing dengan masalah yang ada sehingga dia sendiri tak bisa berbuat apa-apa.


"mas..mas.." panggil raras yang sambil membelai wajah pras.


"apa ucapan kamu kemarin benar ingin mempunyai anak dari ku?" tanya raras lagi dengan lirihnya dia takut pras marah karena waktunya sekarang tidak tepat untuk bertanya.

__ADS_1


pras hanya diam dan salah tingkah seakan maslah dengan mia belum selesai sekarang raras menagih janji pras untuk mempunyai anak darinya.


"apa kamu ingin memiliki anak ras,apa kamu sudah siap,aku belum siap ras kemarin anggap saja lelucon ku untuk mempunyai anak dari mu" tanya pras sambil meyakinkan dan berharap raras menjawab tidak.


"hmmm mas kok bilang seperti itu?" tandas raras yang kaget dia tadinya ingin menggoda pras tetapi mendengar pras bertanya seperti itu nafsunya sudah hilang,jangan kan untuk menggoda untuk mendekat pras saja rasa nya sudah tak ingin lagi.


Raras yang menunduk lesu dan dia turun dari ranjang dia duduk di sofa kamar raras pun menangis,pras berusaha mendekati raras dia duduk di samping raras.


"ras maafkan aku,untuk saat ini aku belum siap" pras berusaha meyakinkan raras sambil memegang tangan raras.


"kalau mas belum siap kenapa mas kemarin ingin mempunyai anak dari ku mas" tandas raras dalam tangisan nya,raras mencoba menarik tangannya dari genggaman pras.


"aku istri kamu mas,kamu sudah tidak memberi aku nafkah selama ini" tandas raras yang kesal merasa pras sudah melupakannya.


pras yang mendengar itu hanya diam dia sadar bahwa dia selama ini tidak pernah memberikan nafkah batin ke raras dia hanya memikir dan menyentuh mia yang bukan istrinya.


"ras maafkan aku tapi aku kamu belum bisa menjadi istri ku seutuhnya" tandas pras,pras yang pertama menyentuh raras saat mereka habis nikah setelah itu raras tidak pernah di sentuh pras lagi.


"untuk apa kamu menikahi aku mas jika kamu sendiri tidak bisa menjadikan aku istri seutuhnya" tandas raras dalam tangisannya.


raras mengingat pras yang sedang melakukan dengan mia di ranjangnya raras merasa jijik untuk mengingatnya.


"apa karena mia.. Dan kejadian itu kamu tidak mau menyentuhku lagi mas?" tanya raras dengan marahnya dan tangisannya.


"STOPPPPP...RAS jangan bawa-bawa mia dalam masalah kita" pras yang terpancing emosinya.


PLAKKKKKK......


Tangan pras yang kekar mendarat di pipi raras dengan kerasnya,seakan dia tidak suka raras membawa-bawa mia dalam masalahnya dengan raras.


raras makin menjadi tangisannya dan pras pergi begitu saja meninggalkan kamarnya.


BBBUUUGGHHHHH.....


Pintu kamar yang di banting pras dengan kencangnya pras meninggalkan raras yang berada di sofa kamar dan dia pergi ketaman belakang untuk sejenak menenangkan dirinya.


Di taman belakang pras berteriak dengan kerasnya.


AAAAAGGGHHHHHH.....SIALANNNNN.


Kiky dan tami yang mendengar suara teriakan pras pun hanya diam dan angin lalu buat mereka.

__ADS_1


"pasti tuan dan nyonya bertengkar lagi" tandas tami yang kepo dengan rumah tangga tuannya itu.


"Sssstttt jangan ikut campur kita kerja saja" tandas kiky yang membungkam mulut tami.


__ADS_2