Menikah Dengan Pria Angkuh

Menikah Dengan Pria Angkuh
Bab 9


__ADS_3

Pras yang menuju kamarnya pun buru-buru menghampiri mia


"jangan bilang apa- apa pada raras tentang hubungan kita"


tandas pras yang semakin semrawut pikirannya.


"iya sayang,tapi kamu semalam oke banget"tandas mia sambil tersenyum menggoda pras seakan ingin mengulanginya lagi.


Pras yang hanya diam dan duduk di tepi ranjang pun tidak berbuat apa-apa.


"sekarang kamu pulang dulu mi,keadaan sudah mulai membaik aku akan menemui kamu di apartemen mu" pras yang tak ingin keadaan menjadi kacau pun mengusir mia untuk pulang.


Mia yang melihat pras dengan muka yang merah penuh amarah pun akhirnya pergi meninggalkan pras di kamar.


"kiky....kiky....." triak pras dari kamarnya memanggil kiky


cklek...


"iya tuan" tanya kiky.


Kiky yang hanya diam dan kaget melihat tuan nya mengacak-acak meja riasnya sambil marah pun seperti mematung di ruangan itu.


"siapa yang menyuruh raras tadi ke masuk kamar" tanya pras dengan penuh amarah.


Kiky yang tidak bisa menjawab pun diam ketakutan


"bukkkkkan.....kiky tuan, dari tadi kiky di dapur dan tidak melihat nona raras masuk" jawab kiky dengan rasa takutnya.


"keluarrrrrrrrrrrrr........." pras yang teriak pada kiky.


"sialannnnnnnnn......... kebohongan ku mulai terbongkar" sesal pras.


"aku akan meyakin kan raras agar dia tidak pergi dan meminta untuk bercerai". Pras yang masih ingin meyakinkan raras dan menutupi kebohongan yang lebih besar lagi.


Pras yang menghampiri raras di taman belakang.


"ras...maafkan aku" tandas pras dengan muka yang berpura-pura merasa bersalah.


Raras yang hanya diam dan mengacuhkan perkataan pras pun pergi meninggalkan begitu saja.


Raras yang pergi ke kamar tamu dia hanya ingin sendiri dia hanya menyalahkan dirinya sendiri sambil menangis.


Pras yang menggerutu " sial ini cewek maunya apa di baikin masih aja jual mahal kalau bukan harta gak sudi baik dengan dian".


Pras pun akhir ya pergi kekamar,tidak berapa lama handphone pras berdering.


Kringgg....


Kringgg....


Ternyata boby yang telfon menanyakan kabar raras dan pras apa mereka baik-baik saja.

__ADS_1


Pras yang kaget boby telfon pun menutupi kenyataannya bahwa dia dan raras sedang tidak baik-baik saja,stelah mereka berbincang lama telfon di tutup pras menghampiri raras di kamar tamu.


Tok...


Tok...


"ras buka pintunya aku mau bicara sama kamu" pras yang sedang di balik pintu berharap raras membuka pintunya.


Tidak selang lama raras membuka pintu.


Ceklek....


"apa lagi yang harus di bicarakan mas,aku cuma mau sendiri" tandas raras yang masih sembab matanya.


Pras yang sudah di usir raras dari depan pintu kamarnya pun dia pergi,dia pun bergegas pergi dengan mobilnya.


Tettt....


Tet....


"pras...kamu....." pras yang datang ke apartemen mia dia hanya ingin tenang.


Mia yang sudah memakai baju tidur lingerie nan seksi itu membuat pras yang sudah pusing dengan raras,nafsunya bangkit lagi pedang ya sudah mulai meninggi,seakan sedang mencari sesuatu.


Mia yang sanga perhatian ke pras pun akhir ya luluh mereka saling mencumbu satu sama lain di ruang tamu,pras yang menggendong mia masuk kekamar.


Mereka asik dengan olahraga mereka


"pras ini nikmat sekali"tandas mia yang sudah di awang-awang kebahagiaan duniawi itu.


****************


Raras yang masih meratapi kesedihannya pun akhir ya keluar kamar untuk mencari keberadaan pras dia menunggu pras yang tak kunjung datang.


Jam dinding audah menunjukkan jam 2 pagi pras juga belum pulang,raras yang khawatir keadaan pras pun menelfon pras.


Tuttttt......


Tutttt.........


Nada telfon pun tersambung tetapi tidak ada jawaban dari pras,raras pun hanya bisa menunggu pras hingga dia tertidur di ruang tengah hingga pagi.


jam yang sudah menunjukkan pukul 7 pagi raras pun menyiapkan sarapan,dia melihat sosok laki-laki yang di tunggunya semalam itu pulang dan berlari menuju ke kamarnya.


"mass....mas...." panggil raras,pras seakan tidak memperdulikan suara panggilan itu.


pras yang sudah masuk kamar pun akhir ya keluar lagi untuk pergi lagi dia tidak memperdulikan raras,tidak menyentuh sarapan yang raras siapkan.


Raras hanya diam dan menangis melihat sikap pras yang seperti itu.


dalam hati raras "mass maafkan aku jika keegoisan aku tidak mau berbicara dengan mu semalam".

__ADS_1


Raras yang langsung pergi menuju kamarnya dan dia menangis lagi pagi itu terasa dingin.


Tidak ada keceriaan di ruang makan,makan yang di sajikan hanya sari yang makan.


Pras yang pergi lagi ke apartemen mia dia merasa nyaman di sana,mia seakan mengerti dengan keadaan pras yang sekarang.


"pras ini sarapannya sudah aku buatkan dengan mu" tandas mia tang sudah menyiapkan omelet dan nasi goreng itu.


"iya mi,maaf ya aku jadi sering ke apartemen mu" tandas pras.


"tidak apa-apa,tetapi nanti raras bagaimana,apa dia tau kamu ke apartemen ku?" tanya mia.


"dia tidak tau,biarkan saja dia masih ingin meratapi kebodohannya" jawab raras dengan dingin ya sekaan tidak perduli keadaan raras.


Setelah mereka makan pras bersiap-siap kekantor iya kantor yang sudah lama pras tinggalkan.


"nanti kamu ke apart ku atau kamu pulang menemui raras?" tanya mia,pras hanya pergi begitu saja tanpa menjawab apa pun.


Jam sudah menunjukkan jam 12 siang waktunya makan siang raras yang tidak tau keberadaan suaminya pun inisiatif telfon kekantor.


Kringgg.....


Kringgg....


Sekertaris pras pun yang menjawab telfon itu


"pak pras sedang tidak bisa di ganggu.beliau sedang meeting"


Jawab sekertaris pras.


pras sedang makan siang dengan mia,tadi mia masak untuk pras.


"bagaimana masakan aku enak?" tanya mia yang masak capcay dan ayam goreng itu.


pras hanya tersenyum mendengar celotehan mia.


"nanti kamu ke apart kan?"tanya mia lagi


"kemungkinan aku akan pulang untuk mengambil sesuatu di rumah" tandas pras.


Mia yang mendengar itu pun sedikit cemberut seperti anak kecil yang tidak di kasih permen.


"jangan marah dong mi..." tandas pras sambil mencium kening dan bibir mia yang merah merona itu.


"aku kan masih mau berlama-lama dengan mu pras" tandas miq lagi.


"aku kan bisa ke apart kamu kapan aja jadi tidak usah khawatir aku tidak datang" tandas pras sambil bercanda.


dan mereka saling berciuman dengan penuh hasrat,hingga pras terjatuh di sofa ruangan pras.


"mi...mi.. Ini kantor jangan di sini malu sama karyawanku.

__ADS_1


mia yang mendengar ucapan pras pun akhir ya melepaskan ciuman di bibir pras.


"tapi kamu janjinya nanti malam ke apart ku" rengek mia seakan olahraga membunuh 3600 kalori itu ingin dia lakukan setiap hari dengan pras.


__ADS_2