Menikah Dengan Pria Angkuh

Menikah Dengan Pria Angkuh
Bab 15


__ADS_3

Ibu raras yang memanggil raras ke meja makannya.


"ras...kesini ibu ingin bicara serius dengan mu" tandas ibu yang masih duduk di meja makan.


Raras yang mendengar ibunya memanggil dia keluar dari kamarnya dan menemui ibunya.


"ada apa bu?" tandas raras,dengan muka yang sembab dan melihat wajah ibunya yang bingung dan sedih seakan ada yang ingin di bicarakan.


"ras..ibu tau kamu ingin kembali ke pada pras,tetapi ibu tidak ingin kejadian yang dahulu terulang lagi" tandas ibu sambil menahan air matanya yang ingin tumpah.


"ini saat ya ibu bercerita,keluarga brata wiguna adalah orang yang sangat jahat dan kejam" tandas ibu raras sambil mengingat kepedihan yang di deritanya dulu.


"maksud ibu...?"tandas raras yang bertanya-tanya.


"brata wiguna yang menyebabkan ayah mu meninggal,keluarga mereka mengambil aset keluarga kita hingga kita menjadi seperti ini" tandas ibu hingga dia tidak sadar air matanya tumpah di pipinya.


Raras yang mendengar kaget,dia sambil berfikir kenapa ibunya tidak merestui pernikahan dengan pras karena di masa lalu mereka mempunyai masalah yang belum selsesai.


Ibu raras menceritakan semuanya hingga tanpa di sadari raras menanggis kecewa kenapa ibu baru menceritakan sekarang di saat raras sudah jatuh cinta ke pras.


Raras yang mendengar itu kemudian kembali kekamarnya dia menyalahkan dirinya sendiri telah jatuh cinta ke pras yang keluarganya menyebabkan ayahnya meninggal.


Di malam yang panjang itu raras tidak bisa memejamkan matanya,dia masih memikirkan perkataan ibunya masih terngiang-ngiang dibtelinga raras.


Sampai suatu pagi raras memutuskan kembali ke rumah pras dia berpura-pura dia tidak mengetahui apa pun di masa lalu.


Raras kembali ke rumah mewah itu,dengan rasa marah,kecewa tetapi dia harus berusaha menahan agar suatu saat dia bisa berbicara dengan pras.


Tookkk....


Tokk.....


Cklek...


kiky membuka pintu yang besar itu,dia terkejut melihat raras di sudah ada di depan pintu itu.


"nyonya raras" tandas kiky,sambil membawakan tas raras untuk masuk.


"dimana mas pras?" tanya raras sambil memasuki ruangan.


"tuan ada di kamarnya nyonya..tuan dari kemarin tidak keluar kamar" tandas kiky.


"saya kekamar dulu biarkan tas itu di sini saja" tandas raras dengan rasa cemas.

__ADS_1


Tokkk...


Tokkkk...


cklekkkk....


"mas..mas..." panggil raras saat raras membuka pintu kamarnya sudah berantakan,pras yang tertidur si sofa dengan bau alkohol,pras mabuk berat semalam.


Raras yang membereskan bara-barang yang ada di lantai stelah selesai raras mebangunkan pras dengan lemah lembutnya.


"mas...ayo bangun mas ayo bangun...." panggil raras,pras yang perlahan mbuka matanya,


"ras kamu pulang?" tandas pras yang masih belum sepenuhnyq sadar dari tidurnya.


Raras hanya mengangguk sambil tersenyum,raras memapah pras ke kamar mandi.


Raras tidak ingin bertanya ada apa dengan pras karena pras masih belum stabil,dia masih di pengaruhi sedikit alkohol,pras yang sudah selesai mandi dan terduduk di tepi tempat tidur.


Raras menghampiri pras dengan sabarnya dan lembutnya seakan dia sejenak melupakan apa yang di ceritakan ibunya kemarin.


"kamu kenapa maa sepertinya kamu kacau sekali" tanya raras dengan wajah yang khawatir dengan keadaaan pras.


"aku tidak apa-apa,hanya sedang banyak masalah saja,ras jika kita program untuk mempunyai momongan apa kamu mau?" tanya pras tiba-tiba.


Raras yang mendengar itu sontak kaget,raras tau pras tidak mau mempunyai anak. Raras yang hanya diampun bingung kenapa pras ingin mempunyai anak dari dirinya.


pras hanya diam tidak menjawab pertanyaan raras,pras yang salah tingkah pun akhirnya bersiap-siap.untuk pergi kekantor.


****************


Sesampainya di kantor pras masih bingung kenapa dia berbicara kepada raras seperti itu. Pras sambil mengerutu "aku belum siap punya anak".


Pras mencoba menelfon mia kembali tetapi tidak di jawab oleh mia,pras mengurngkan niatnya ke kantor dia pergi ke apart mia.


Tokkk....


Tokkk....


"mi...mi..."panggil pras,tak selang lama mia dengan wajah pucatnya membuka pintu.


Ckelkkk....


"mi kamu kenapa?muka kamu pecat sekali?" tanya pras dengan rasa khawatirnya.

__ADS_1


"kamu tidak usah memperdulikan aku,kamu tidak mau anak inikan?" tandas mia yang ketus.


Mia yang mual tanpa hentinya dari semalam.dia bolak-balik ke kamar mandi seakan dia sudah tak berdaya lagi.


"ayo kita ke dokter,kamu dari awal tes belum ke dokter mi" tandas pras yang memaksa untuk ke dokter.


Mia yang sudah tidak kuat denga mual dan sudah lemas menuruti ajakan pras untuk ke dokter.


Pras memapah mia menuju mobil.


Buughhh.....


Mia masuk ke dalam mobil,di dalam mobil susana sangatlah hening dan dingin.


"mi...maafkan aku,aku belum siap jadi ayah"tandas pras memintaa maaf ke mia.


"kalau kamu belum siap punya anak kenapa kita lakulan hal itu,tanpa pengaman" tandas mia sambil menanggis.


"sekarang aku hamil kamu ingin anak ini di gugurkan" tandas mia lagi dengan nada kerasnya.


Pras yang mendengar itu hanya diam di saat begini tidak ada hasilnya jika berdebat.


"oke...kamu mau apa pertahankan kehamilanmu?" tandas pras dengan nada kesal.


"jika kamu ingin anak ini lahir kamu harus merahasiakan ke raras dan anak ini" tandas pras.


Mia yang mendengar itu sontak kaget,bagaimana bisa mia menutupi siapa ayahnya dari anak ini,miq yqng mendengar itu menanggis.


Sesampai di parkiran rumah sakit mereka masuk dan mendaftar saat.mereka sedang menunggu giliran terlihat vino dengan baju dokternya.


Vino terlihat sangat gagah laki-laki yang selalu menolong mia saat di apart,yang selalu membuat mia ceria lagi seakan melupakan kesedihannya.


mia yang berpura-pura tidak melihat vino pun merasa ada yang memanggil dia dari arah belakang mia dan pras duduk.


"mia...." panggil vino sambil melambailan tangan dan vino menghampiri mia dan pras yang sedang duduk.


"sedang apa kamu di sini siapa yang sakit?"tanya vino.


mia tidak mau mencertikaan jika dia hamil,vino tau mia seorang perempuan yang belum menikah.pras yang melihat sedikit melotot ke arah vino seakan dia tidak nyaman dengan keberadaan vino di sana.


"oohh tidak ada yang sakit hanya medical cek up doang" tandas mia sambil tersenyum kecut ke arah vino.


Vino yang merasa pras melihat dia dengan tajam akhir ya vino berpamitan pergi,karena masih ada pasien yang sudah menunggunya.

__ADS_1


"ok,,aku pergi keruangan ku dulu pasien ku sudah menunggu ssmoga hasilnya bagus" tandas vino sambil pergi kearah ruangannya.


Mia yang mendengar itu mengagukan kepalanya tidak lama mia di panggil perawat untuk masuk ke ruangan dokter untuk di periksa.


__ADS_2