
Tak selang lama pras pun terbangun dan melihat raras sudah menangis.
"ada apa ras?kenapa kamu menangis? pras yang bingung melihat raras menangis dan dia juga sambil mengumpulkan nyawanya yang baru saja terbangun.
"ibu mas,ibu...."raras sambil menangis dan sedikit terbata-bata memberitahu pras
"ada apa dengan ibu mu?" tandas Pras yang masih belum beranjak dari tempat tidurnya.
"ibu sakit mas di kampung,apa boleh aku menengoknya?" raras yang sudah mulai cemas dengan keadaan ibunya.
"silahkan saja tetapi saya tidak bisa menemani kamu ke kampung" Ucap pras. Dalam hati pras "ada apa lagi tua bangka itu,lihat saja kalau dia menghasut raras untuk bercerai dengan ku".
Raras langsung mengangguk dan dia segera menyiapkan pakaian,raras pun memanggil karta untuk menyiapkan mobil.
"Karta...karta..." panggil raras dengan nada yang cemas.
Karta menghampiri raras "ada apa ras?" karta yang tampak bingung.
"tolong siapkan mobil dan antarkan saya ke kampung"tandas raras.
siang itu raras pun pergi ke kampung di antar karta,dan pras pun hanya mengantar dari depan pintu rumah mewahnya saja.
Brummmmm.....
Mobil mewah itu akhir ya jalan pras hanya memandangi sampai mobil itu hilang dari depan matanya dia.
"kemana raras sepertinya dia sangat cemas dan buru-buru sekali?" tanya sari yang muncul dari arah ruang tengahnya.
"oohh...raras pulang kampung ibunya sakit"jawab pras dingin.
Kringg.....
Kring.....
handphone pras pun berdering tertulis jelas nama mia yang memanggilnya.
"hallo.." jawab pras.
Ternyata mia mengajak untuk makan siang bersama dan pras meng iyakan ajakan mia.
Tak selang lama pras yang sudah janjian dengan mia pun segera memesan taxi,pras segera pergi menemui mia yang sudah datang lebih dulu.
Pras dengan kursi rodanya itu
"hay mi..udah lama?maaf ya baru datang" tandas pras.
__ADS_1
"blm kok pras,baru 5 menit yang lalu" tandas mia.
Akhir ya pras dan mia ngobrol dengan asiknya.
"what happened to you, so you can sit in a wheelchair?" tandas mia yang penasaran.
"its oke...hanya sementara saja nanti juga sembuh" pangkas pras sambil tersenyum,dia gak akan mungkin membongkar kebohongan nya ke pada mia.
Mia yang masih mengharapkan cinta dari pras pun masih berusaha membuat pras jatuh cinta lagi,dia tidak peduli pras sudah mempunyai istri.
Pras yang sudah tidak punya rasa dengan mia pun merasa bisa saja tapi ini kesempatan emas buat pras ingin menyakiti raras.
"kapa-kapan makan siang di rumah ku mi" ajakan pras untuk mia.
"iya boleh-boleh pasti istri kamu masakannya enak-enak ya?"
Tandas mia dengan penuh semangat.
Tak terasa mereka ngobrol jam sudah menunjukan jam 6sore pras dan mia bergegas untuk pulang.
"kemana mobil mu pras?" tanya mia.
"karta lagi pergi mengantarkan raras pulang kamu ibunya sakit,nanti aku biar naik taxi aja"pangkas pras.
Akhirnya pras dan mia pulang bersama,didalam mobil mereka ngobrol sambil mengenang masa lalu mereka waktu bersama susana mobil itu terasa hangat dan penuh canda tawa.
Sesampainya di rumah pras yang di bantu tami pun masuk kedalam rumah yang mewah itu.
"tami antar kan saya ke kamar langsung saja" pras yang terlihat lelah habis dari pergi.
"baik tuan" tandas tami.
****************
7hari kemudian.
Raras sudah pulang dari kampungnya,dia segera menemui suaminya yang masih di kamar.
"mas..mas..mas.."sapa raras yang masuk kekamar,betapa kagetnya di kamar itu da mia yang sedang tidur di ranjang tempat raras bercumbu dengan pras.
"mi.....a apa yang kalian lakukan di sini?" raras yang terkaget melihat pras dan mia tidak memakai sehelai baju pun dan hanya di tutupin selimut.
Raras yang kaget dan menangis dengan rasa penuh amaran dan kecewa,selama dia mengurus ibunya ternyata pras bereelingkuh dengan mia.
Pras yang kaget akan kehadiran raras di kamar itu pun terbangun tanpa dia sadari dia berlari,mengejar raras tanpa memikirkan kursi rodanya lagi.
__ADS_1
raras yabg berlari keluar sambil dengan tangisannya,sari yang melihat ada keributan pras dengan raras pun keluar dari kamarnya.
"ada apa ini?" tanya sari ke pada kiky dan tami yang sedang membersihkan ruangan yang dekat kamar sari.
tami dan kiky hanya saling pandang mereka tidak tau apa yang terjadi dengan majikannya itu,sehingga mereka bertengkar hebat.
"ras..ras..tunggu" pras yang mengejar raras dengan tenaga seadanya habis bangun tidur.
Sedangkan mia yang di kamar pras masih sibuk mengambil dan memakai pakaian dia yang berhamburan di lantai.
Mia yang sangat menikmati malam itu "pras memang membuat dia selalu cinta,apa yang pras minta mia akan lakukan" mia pun sambil tersenyum seakan tidak menyesali perbuatanya semalam dengan pras.
"rassss......" triak pras dengan kencang yang berdiri di belakang raras.
Dan betapa terkejutnya raras melihat pras yang bisa berjalan dan dia semakin marah.
"mas.. Kamu ternyata bisa berjalan?"tanya raras dengan rasa penuh amarah,kecewa karena di bohongi pras yang berpura-pura lumpuh.
"aku bisa jelaskan ke kamu" tandas pras yang seakan meyakinkan raras,sehingga raras mau kembali kepadanya.
Pras yang menggerutu "sial wanita nie bener-bener membuat saya repot,ke bohongan saya malah saya bongkar sendiri bodoh kamu pras bodoh" pras yang menyalahkan dirinya sendiri karena membongkar kebohongannya.
"apa yang akan kamu jelaskan ke saya mas?" tanya raras dengan tangisannya itu.
Buat saya cukup kamu bodohi saya,kamu bohongi saaya.
Pras berusaha mendekat raras pun mengajak raras bicara dan dia tetap berbohong ke pada raras.
"aku dan mia semalam sedikit mabuk dan aku tidak melakukan apa-apa dengan dia" pras yang meyakinkan raras.
Jangan sampe boby tau dia berselingkuh dengan mia bisa habis dia tidak dapat warisan dan kebohongan yang dia lakukan selama ini seakan sia-sia.
"oke aku memang berbohong sama kamu,aku memang tidak lumpuh" Ucap pras yang membongkar kebohongan lumpuhnya.
"terus..apa tujuan kamu untuk berbohong berpura-pura lumpuh?" tanya raras yang masih sangat kecewa dengan pras karena di bohongi.
"suatu saat kamu akan atau,aku tidak akan memberi tau kamu sekarang" tandas pras.
Raras yang hanya diam saja dengan tangisan dan amarahnya.
"biarkan aku sendiri mas tinggalkan aku di sini dulu" pinta raras ke pada pras.
pras yang meninggalkan raras di taman belakang pun pergi,raras hanya menangis di bawah pohon.
Raras "apa karena aku tidak mengikuti perkataan ibu,pernikahan aku menjadi seperti ini" raras yang terus berfikir dengan kerasnya.
__ADS_1