
Vino dan Mia masih duduk di teras mereka asing saling melempar canda dan tawa seakan tadi bukan masalah yang amat serius.
" Mi aku mau bicara serius denganmu" Ucap Vino yang memandang wajah Mia susana menjadi hening dan sangat serius.
" Hmmm apa yang akan kamu bicarakan Vin?" Tanya Mia yang mendadak juga diam dari tawanya dan menjadi serius.
" Aku ingin kita serius aku mau kita nikah setelah anak ini lahir" Ucap Vino dengan nada yang serius dan wajah yang tegang.
" Tapi Vin...." Ucap Mia yang seketika diam dia tidak tau harus menjawab apa saat ini tentang pernyataan Vino.
" Kamu belum siap menjawab sekarang tidak apa-apa,aku mau menjadi ayah dari anak ini dia akan aku anggap seperti anakku" Ucap Vino yang meyakinkan Mia dengan memegang tangan Mia dengan erat.
Mia yang mendengar itu menganggukan kepalanya mulutnya seakan tidak bisa mengeluarkan kata-kata dia bimbang,tanpa di sadari Mia menjatuhkan air matanya melihat keseriusan Vino tetapi dia belum bisa menjawab saat ini.
" Kamu fikirkan lagi nanti aku akan tetap menunggu jawaban dari kamu sampai kamu siap Mi" Ucap Vino yang menatap mata Mia dengan tajamnya.
" Ayo siap-siap kamu sudah janji ke S.pog kan nanti kita terlambat" Perhatian Vino memang sangatlah membuat Mia tersentuh,Vino bagaikan suaminya setiap Mia control ke S.pog Vino selalu mengantarkan.
" Tunggu aku siap-siap dulu" Ucap Mia yang berusaha bangun dari duduknya karena dia sudah ke susah dengan perutnya yang sudah mulai membesar, Mia bergegas masuk ke dalam rumah dan berias untuk pergi dengan Vino.
"Vin ayo aku sudah selesai" Ucap Mia yang sudah keluar dan berdiri di depan Vino,riasan Mia sangatlah natural dengan baju hamil yang staylis dan tas yang senada, membuat Mia sangatlah elegan.
Bugghhhh... Pintu mobil Vino terbuka Mia segera masuk ke dalam mobil begitu juga Vino yang kemudian menyalakan mobilnya. Dan mereka segera pergi menuju rumah sakit.
Perjalanan dari rumah Mia ke rumah sangat lumayan menghabiskan waktu sekitar 45 menit, di dalam mobil Mia masih memikirkan perkataan Vino tadi bahwa dia ingin menikahinya. Vino memang baik di mata Mia dia di perlakuan seperti istrinya.
Suasana dalam mobil pun senyap sepi tidak ada perkataan apa pun dari mereka berdua sampai Vino yang memulai berbicara kepada Mia dengan sedikit ragu.
__ADS_1
" Mi nanti habis dari rumah sakit kita makan dan belanja untuk kamu di mall ya" Ajakan Vino ke Mia yang berharap Mia tidak menolaknya ajakannya.
Mia yang mendengar itu hanya menggunakan kepalanya dia menyetujui ajakan Vino memang Mia ingin mencari beberapa keperluannya dan selama hamil Mia menjadi sangat cepat lapar, Vino yang melihat anggukan Mia tersenyum lebar dan menghela nafas permintaan tidak di tolak Mia.
Sesampainya di rumah sakit Vino segera mengambil nomor antrean Mia segera duduk di kursi tunggu untuk mendapat giliran untuk di periksa oleh dokter sebelumnya perawat sudah memanggil Mia untuk periksa berat badan dll.
" Nyonya Mia" Panggil perawat untuk segera masuk ruang pemeriksaan dokter.
" Kamu sudah di panggil Mi,sini aku bantu" Jawab Vino yang mengulurkan tangannya untuk membantu Mia bangun dari duduknya.
"Terimakasih Vino" Ucap Mia yang sedang kesusahan untuk bangun.
Mereka berjalan menuju ruang periksa dokter Vino mengandeng tangan Mia,mereka bang sepasang suami istri yang bahagia sedang menunggu anak mereka lahir.
" Silahkan duduk tuan dan nyonya" Ucap dokter yang ingin memeriksa Mia.
" Wah bu anaknya sehat kemungkinan anak ibu dan bapak laki-laki jagoan parasnya sangatlah ganteng" Ucap dokter yang masih memeriksa Mia,Vino yang mendengar itu merasa hatinya terenyuh.
Vino meneteskan air matanya dia sangat bahagia anak yang di kandung Mia sangatlah sehat,walaupun Vino bukan ayah kandung dari anak itu tetapi dia merasa seperti anak yang di kandung Mia anak dia.
" Sudah selesai pemeriksaan hari ini,ibu kembali lagi 1bulan lagi karena ibu sudah masuk trimester ke 2" Ucap dokter.
" Baik dok" Ucap Vino dan Mia bersamaan.
Setelah mereka keluar dari kamar periksa Vino bergegas untuk menebus obat di apotek dan Mia hanya di suruh tunggu ruang tunggu Vino segera pergi.
Tak selang lama handphone Mia berdering pesan masuk dari Pras.
__ADS_1
" Mi aku masih sangat mencintaimu kenapa kamu lebih memilih Vino,itu anakku bukan anak Vino harusnya aku yang selalu ada di samping kamu bukan Vino" Pesan Pras.
Mia yang membaca pesan Pras hanya diam suasana menjadi tidak enak rencana mereka untuk ke mall ingin Mia batalkan masalah hari membuat Mia sangatlah tidak karuan.
"Ini Mi vit dan obatnya,ayo kita cari makanan dan belanja beberapa barang untukmu" Ucap Vino yang sambil melebarkan senyumnya dia melihat Mia sangatlah murung.
" Maaf Vino sepertinya kita langsung pulang saja aku cape" Jawab Mia yang masih menahan kesal menerima pesan dari Pras.
"Oke kalau kamu mau pulang nanti kita beli perlengkapan kamu bisa di lain waktu" Ucap Vino dan mereka bergegas pergi ke parkiran dan masuk ke dalam mobil.
****************
Sesampainya di rumah Mia langsung masuk kamarnya dia selama perjalanan pulang hanya diam Vino yang binggung akan sikap Mia yang seperti ini.
"Mbok saya pamit nanti jika terjadi apa-apa dengan Mia mbok bisa telephone saya" Ucap Vino yang kembali ke hotel dia tidak akan ganggu Mia untuk sekarang Vino memberi waktu untuk Mia sendiri.
Vino pergi meninggalkan rumah Mia dia kembali ke hotel saat Vino melewati taman hotel melihat wanita duduk sendirian menanggis,Vino mendekati ternyata Raras yang sedang menanggis.
" Kamu yang tadi di rumah Mia?" Tanya Vino sambil menunjukan jarinya ke arah Raras.
Raras hanya menggunakan kepalanya dan dia segera mengusap air matanya,seakan orang lain tidak boleh tau dengan perasaannya sekarang.
"Kenapa kamu malam-malam sendirian di sini di mana suami mu?" Tanya Vino yang sambil duduk di samping Raras.
"Mas Pras ada di kamar dia tidak ingin di ganggu saat ini" Jawab Raras yang merasa tidak nyaman dengan ke datangnya Vino,dia takut Pras melihat dan menjadi salah paham.
" Pras laki-laki sangat pengecut dia tega menyakiti hati dua wanita yang baik" Ucap Vino dengan amarahnya.
__ADS_1
Raras yang mendengar itu melihat Vino dengan mata yang sangat tajam dia seakan tidak terima Vino berbicara seperti itu,walaupun kenyataan memang Pras sangat tega menyakiti perasaan dia.