
Keesoka harinya Karta datang untuk menjemput Pras untuk pulang ke Jakarta.
Tiinn....
Tiinnn....
" Sepertinya Karta sudah sampai Ras" Ucap Pras yang masih bersiap-siap untuk segera pergi.
"Sebntar mas biar aku lihat dulu di luar" Jawab Raras yang pergi keluar untuk membuka pintu.
" Ohh kamu sudah datang Kar tunggu mas Pras sebentar dia lagi ssiap-siap kamu ingin minum apa biar aku buatkan" Ucap Raras ke Karta sambil menawarkan minum,Raras pun pergi masuk ke dalam memanggil Pras dan membuatkan minum untuk Karta.
" Oohh kamu sudah datang,bagaimana rumah aman saya tinggal" Ucap Pras yang basa basi ke supirnya itu.
" Aman tuan" Jawab Karta yang sungkan duduk satu meja dengan majikannya.
" Besok kamu jemput Raras di sini kemudian kamu antarkan dia ke bandara saya tunggu di sana" Ucap Pras yang memberi perintah ke Karta.
" Ini Kar kopinya dan ini punya mas Pras" Ucap Raras sambil meletakan kopi di meja.
" Ras kamu besok kamu sudah siap saat Karta menjemput kamu dan langsung ke bandara ya" Ucap Pras yang memberi tau Raras.
"Memang mau pergi kemana kita mas?" Tanya Raras yang penasaran ingin pergi kemana.
" Nanti kamu juga tau kamu siapkan saja perlengkapan kamu kita akan pergi selama 3 hari di sana" Ucap Pras yang sekrang menjadi laki-laki yang lembut saat bicara denga Raras.
" Iya mas kalau memang itu rencanamu" Jawab Raras sambil senyum nakal ke Pras.
"Aku masuk dulu mas aku akan pastikan barang kamu tidak ada yang tertinggal" Ucap Raras sambil mengoda.
Sesampainya di dalam Raras masuk ke dalam kamar dia memastikan tas yg di bawa Pras ke Jakarta memang sudah rapi dan tidak ada barang yang tertinggal.
Raras yang dari tadi mengoda suaminya itu sekakan tidak mau di tinggal dia mau terus bersama dengan Pras.
" Mas... mas... mass" Panggil Raras dari arah dalam kamar.
"Iya Ras ada apa sebentar" Jawab Pras yang kemudian berlari menuju arah suara Raras memanggil.
Saat Pras membuka pintu kamarnya dia terkaget matanya bak ingin copot jantung Pras berdegub dengan kencangnya nafsunya mulai naik pedang pusakanya mulai menunjukan taringnya.
__ADS_1
Dia melihat Raras hanya menggunakan baju dalam saja tubuh mulusnya seakan menjadi lebih indah dan Raras menjadi lebih cantik,Raras mengoda suaminya dia berdiri dengan anggun di depan suaminya.
" Ras apa-apaan kamu nanti kalau Karta dengar bagaimana?" Tanya Pras yang tidak enak karena ada Karta di luar.
" Mas suruh Karta pergi ke pasar yang ada di kota untuk membeli makanan dan kamu sama aku bisa....." Ucap Raras yang terus mengoda suaminya Pras yang sudah tidak tahan melihat tubuh Raras yang mulus itu.
" Baik aku akan suruh Karta pergi untuk membeli makanan" Jawab Pras yang segera menghampiri Karta di depan.
" Kar tolong kamu pergi ke pasar kota belikan saya oleh-oleh untuk kolega saya" Ucap Pras sambil memberikan uang ke Karta.
"Baik tuan" Jawab Karta sambil mengambil uang dari tuanya kemudian Karta pun pergi meninggalkan rumah Raras.
Pras kemudian langsung masuk kamar lagi tidak lupa untuk menguci pintun agak tidak ada org yg masuk.
Ckelkkk...
Pras dengan beringasnya mencembu Raras dengan nafsu yang sangat tinggi.
Dia mendaratkan bibirnya ke bibir Raras tangannya yang mendarat mulus di gunung kembar Raras sehingga Raras tidak berdaya tetapi menikmatinya.
Mereka saling membuka baju yang ada di tubuhnya sehingga mereka tidak menggunakan baju sehelai pun.
"Mas lakukan apa yang kamu ingin lakukan mas" Ucap Raras yang masih menikmati tancapan pedang Pras.
" Aku menikmati ini semua Raras kamu sangat lihay meservice ku di ranjang" Jawab Pras yang masih berolahraga.
Raras yang mendengar itu berharap Pras segera mencintainya dan melupakan Mia.
Olahraga mereka sangat agresif saat ini, saling melempar pandangan saling melempar pelukan sdengan hangatnya.
Tanpa mereka sadari mereka sudah lama berolahraga pedang pusaka pras juga sudah keluar dari dalam goa yang indah itu,mereka saling lempar senyum dan tatapan.
Pras sepertinya sudah tumbuh rasa cinta ke Raras, tinggal beberapa hari di rumah Raras dia merasa sangat di perhatikan sangatlah di servis dengan bagusnya, tidak ada yang tidak sesuai dengan harapan Pras.
" Mas kamu segeralah mandi nanti Karta datang" Perintah Raras yang menyurh suaminya untuk segera mandi.
"Iya" Jawab Pras yang berdiri dari ranjang dan bergegeas ke kamar mandi.
Sebelum ke kamar mandi Pras mendaratkan ciuman di kening Raras dan di bibir Raras yang merah muda itu.
__ADS_1
" Apa benar mas Pras menciumku tadi ini yang aku tunggu selama ini tanpa harus aku minta,tadi mas Pras juga sangat liar" Grutu Raras dalam hatinya dan tersenyum lebar.
Setelah Pras selesai mandi sekarang giliran Raras yang pergi menuju kamar mandi di kamar mereka saling berpapasan dan saling pandang.
"Terimakasih kasih mas" Ucap Raras dan berlalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Pras yang mendengar itu hanya mengelengkan kepalanya dan sambil tersenyum lebar.
"Apa aku sudah mulai mencintai Raras kenapa perasan ini menjadi aneh" Grutu Pras yang masih berdiri di depan cermin.
****************
Tokk...
Tokkk...
" Sepertinya Karta sudah datang,siapkan barangmu mas nanti kamu terlalu malam sampai di Jakarta" Ucap Raras yang memberi tau kan Pras.
Pelukan hangat mendarat di tubuh Raras,Pras yang begitu berat meninggalkan Raras sendiri di sini rasanya ingin bersama Raras terus,tetapi pekerjaan di Jakarta tidak bisa untuk di tinggal lagi.
"Aku masih ingin denganmu Ras" Ucap Pras yang masih memeluk erat Raras.
" Besok kita bertemu lagi dan kita akan selalu bersama" Jawab Raras yang meyakinkan Pras.
Setelah mereka saling berpelukan mereka keluar dari kamar dan menemu Karta yang sudah menunggu di luar.
Cklekkk.....
Karta yang melihat itu sangatlah aneh dia tau tuanya sangatlah tidak suka dengan Raras tetapi yang di lihat sekarang sangatlah terbalik dengan sikapnya kemarin.
" Apa tuan sudah mulai mencintai Raras, sepertinya tuan tak ingin meninggalkan Raras sendiri di sini" Grutu Karta dalam hatinya.
"Ayo Karta kita jalan nanti samapai Jakarta kita terlalu malam besok saya da meeting penting" Ucap Pras yang begegas untuk masuk mobil.
Mata Pras masih saja memandang wajah Raras seakan tidak kedip samapai Pras masuk ke dalam mobilnya.
BUuukkkkkk...
Pintu mobil sudah di tutup oleh Karta dan Pras membuka kaca mobilnya dan terus masih memandangi Raras dan melemparkan senyum,begitu pun Raras yang membalasnya.
__ADS_1