Menikah Dengan Pria Angkuh

Menikah Dengan Pria Angkuh
Bab 14


__ADS_3

Pras yang hanya diampun akhirnya pergi dia meninggalkan mia sendiri.


Buugghh.. Ditutuplah pintu apart mia dengan keras oleh pras seakan dia marah dengan dirinya dia sendiri.


tak selang lama vino datang ke unit mia.


Tok..


Tok...


Mia yang mendengar pintu unitnya da yang mengetuk dia segera membuka pintu dengan mata yang sembab habis menanggis.


"ehh vin ada apa silahkan masuk" tandas mia dengan mata yang masih merah.


"ini saya bawakan buah untuk mu mi" tandas vino yang maaih berdiri di depan pintu.


Vino pun akhirnya masuk ke unit mia,mia pun sambil membuatkan segelas es lemon tea karena cuaca panas di luar.


"makasih ya kamu sudah menolongku tadi saat aku pingsan" tandas mia sambil tersenyum.


"iya tidak apa-apa,kamu sudah lebih baik sekarang?atau mau aku antar kamu ke dokter biar kamu lebih better?" tansas vino.


"tidak usah vin aku baik-baik saja kok" tandas mia sambil tersenyum kecut,jika vino tau dia hamil bisa kesebar ke satu apart,mia hanya menunduk saja.


vino yang mendengar jawaban mia dia hanya tersenyum,vino sambil meminum lemon tea buatan mia tadi.


"laki-laki tadi siapa,tadi aku telfon dia karena di handphone pun panggilan darurat kontak dia" tandas vino.


"oohh dia teman ku vin namanya pras" jawab mia dari arah meja makan yang tidak jauh dari sofa tempat vino duduk.


"apa kamu sudah memiliki pacar?"tandas vino dengan bercanda.


Mia yang mendengar itu hanya diam dia teringat anak yang ada di dqlam perutnya yang tidak di inginkan pras,tanpa sadar aur mata mia jatuh lagi.


Vino yang melihat mia menanggis dia binggung merasa pertanyaan dia tadi salah.


"maaaf mi aku tidak bermaksud buat kamu..." tandas vino


"tidak apa-apa vin cuma aku sedikit cape aja hari ini butuh istrhat" jawab mia dengan suara yang pelan.


Vino yang melihat itu dia pun segera berpamitan dengan mia,vino pulang ke unitnya sambil bertanya-tanya apa pa dengan mia.


Sore itu mia rasa ya ingin keluar mencari udara karena pagi hingga siang itu dia meras lelah dan pikiran nya yang berat memikirkan maslahnya.


Saat mia berjalan-jalan di taman apart sendiri dan dia pun hampir terkena bola,untung vino melihatnya.


Awasssss.......


triak vino karena mia sedang melamun dia tidak mndengar triakan vino dan vino menarik mia kepinggir dan bola itu tidak sampai terkena mia dan vino.


"vino....makasih kamu sudah menolongku" tandas mia.

__ADS_1


"kalau jalan jangan melamun"tandas vino sbil tersenyum


Mia yang mendengar itu pun sperti orang yang salah tingkah.mia langsung menunduk seakan malu.


mia yang melamun sesaat saat vino mengajaknya berbicara,vino memanggil mia.


"mi...mi...mia" panggil vino dengan triaknya sambil melambaikan tangan di dpan mata mia


Mia yang terkaget mendengar itu.


"kamu sepertinya sedang banyak yang di fikirka" tandas vino


"oohh gakk....kok cuma masih sedikt cape aja"tandas mia sambil membuang wajah yang sedkt kecewa dengan perilaku pras.


"kalau butuh temnlan curhat biar kamu sedikt lega aku siap kok mendengarkannya".tandas vino sambil memegang pundak mia,mia tersenyum dan sambil menunduk.


"nanti malam kita makan di luar nyukk mi kamu sibuk tidak malam ini?" tanya vino yang mengajak mia makan di luar agar mia bisa sedikit melupakan masalahnya.


Mia pun hanya mengangguk sambil tersenyum dengar ajakan vino.


****************


Malam harinya mereka makan di sebuah cafe dekar apart mereka di sana mia seakan melupakan sejenak masalahnya dengan pras,mia dan vino tertawa kecil seakan suasana sangat hangat.


"mia kalau tersenyum manis juga" gerutu vino yang matanya tidak lepas pandangan ke arah mia.


"vin...sebelumnya makasih loh kamu sudah menolong ku hari ini" tandas mia sambil memakan makananya.


Mereka sedang asik makan handphone mia berdering


Kring......


Kring......


Nama pras yang muncul di layar hp mia,mia seakan tidak mau merusak makan malam dengan vino dia tidak menjawab telfon pras.


"kenapa tidak kamu jawab mi telfonnya?" tanya vino sambil menunjuk handphone mia di atas meja.


"ooohh...tidak apa-apa tidak penting juga kok" mia yang sambil mengacuhkan handfhonenya.


di rumah nanmewah itu pras merasa sepi raras yang tak kunjung pulang ke rumah,mia yang marah dengannya.


pras hanya berteriak di kamar.


Aaaaaagggghhhhhh......


"kalian sangat tidak berguna" triak pras dari dalam kamarnya.


Sari yang mendengar itu mengetuk kamar pras.


Tookk...

__ADS_1


ToookÄ·....


ckelkkk...


Pras apa yang kamu lakukan,semua menjadi berantakan seperti ini.


"DIAM KAMU SARI,JANGAN IKUT CAMPUR URUSAN KU KELUAR....." bentak pras,sari yang mendengar itu bergegas keluar.


Pras yang masih marah di kamarnya pun seakan tidak mau di ganggu dulu.


pras sedang berusaha menelfhone raras,raras pun tak kunjung jawab telfohe pras.


Raras sedang di dapur dan dia tidak membawa handphonenya yang ada di kamar.


Tidak selang lama raraa ke kamar dia melihat ada 5 kali panggilan tidak terjawab semua dari pras.


Raras yang menghubungi pras balik.


Tutttt...


Tuttttt...


Raras yang cemas pun akhirnya mendengar susara pras yang sedikit ngos-ngosan setelah dia memberantakan kamar.


"ada apa mas kamu telfhone aku spertinya sangat lah penting" tandas raras dengan cemasnya.


pras yang mengambil nafas panjang pun akhirnya bicara.


"ras..cepat pulang" bentar pras dari ujung telfhone itu.


Raras yang mendengar itu kanget,dia merasa pras sangat marah dengan dia karena tidak kunjung pulang ke rumahnya,sedangkan ibunya tidak mengizinkan dia pulang ke rumah pras karena perilaku pras.


belum raras menjawab pras sudah mematikan telfhonenya.


Tuttttt..........


Raras binggung dia ingin pulang melihat pras tetapi ibunya pasti tidak mengizinkan.


Raras hanya menanggis di dalam kamarnya,ibunya yang mendengar segera ke kamar raras untuk melihat raras.


"kenapa kamu menanggis?"tanya ibunya.


"mas pras menyuruhku untuk pulang bu" jawab raras dengan tanggisannya.


"sampai kapan pun ibu tidak akan meng izinkan kamu pulang ke rumah pras" jawab ibu dengan nada sedikit kesal.


"tapi mas pras membutuhkan aku ibu" jawab raras yang seakan meyakinkan ibunya.


"membutuhkan apa dia banyak pelayan di rumah yang mewah itu,ibu tetap tidak mengizinkan kamu" tandas ibu dan kemudian ibu keluar dari kamar raras dan menuju meja makan.


Raras yang masih di kamarnya pun menanggis dia hanya bisa menuruti perkataan ibunya.

__ADS_1


Ibu rqras diruang tamu berfikir,saatnya kenapa dulu tidak merestui raras menikah dengan pras,rasa sakit yang di buat keluarga pras sangat lah perih.


__ADS_2