MENIKAH DENGAN TUAN MUDA KEJAM

MENIKAH DENGAN TUAN MUDA KEJAM
AMARAH ALEXANDER


__ADS_3

mendengar ucapan itu dari mulut istrinya, Alexander justru bukan merasa sakit ataupun kasihan, melainkan rasa amarah didalam dirinya. baginya, Alicia sangat lemah, hingga mudah di manfaatkan oleh semua orang.


"kau!!" geramnya menarik tangan istrinya dan menghempaskan nya ke ranjang besar itu. Alexander tanpa memberi kode langsung mencium bibir Alicia.


Alicia hanya menangis, hatinya semakin sakit, apa sekarang ia juga akan dijadikan wanita murahan seperti di luaran sana.


Alexander melepaskan ciumannya, bibir Alicia sedikit berdarah, karna Alexander menggigit nya tadi.


"jika aku melihat mu lemah dihadapan orang lain, maka aku akan menghabisi mu! kau hanya boleh terlihat lemah dihadapan ku, paham!"


Alexander melepaskan kasar tubuh istrinya, dan pergi begitu saja meninggalkan Alicia yang masih menangis di atas ranjang.


keesokan harinya.


Alicia terbangun dari tidurnya, ia segera turun kebawah untuk mengambil sarapan suaminya. setelah itu ia kembali lagi kembali lagi kedalam kamar, takut pria itu bangun.


ia meletakkan sarapannya di atas meja, kemudian ia perlahan membangunkan pria itu. "tuan..."


"tuan....bangun tuan....ini sudah pagi" ucapnya, namun Alexander belum juga bangun. dengan sedikit keberanian,Alicia menyentuh punggung kekar itu, karna Alexander tidur tengkurap.


"tuan...bangun tuan..." panggilnya, Alexander bergerak sedikit, ia membalikkan tubuhnya menjadi terlentang, dan merenggangkan otot ototnya.

__ADS_1


Alicia segera melangkah mundur dan menundukkan kepalanya. mata biru tajam itu perlahan terbuka, menangkap sosok gadis kecil berkulit putih pucat, dan berwajah cantik, yang tengah menundukkan kepalanya.


Alexander menatap gadis itu dari atas sampai bawah, kemudian pikirannya teringat dengan ciuman tadi malam.


ciuman yang memabukkan hingga membuat bibir Alicia berdarah.


"jadi kau sudah tau tugasmu...baguslah, aku tidak perlu bersusah payah mengingatkan tempatmu..." suara khas bangun tidur, suara berat yang membuat semua wanita melayang layang mendengar nya.


Alexander turun dari ranjang, ia berjalan menuju kamar mandi. Alicia membersihkan ranjang yang berantakan akibat ulah suaminya.


ia juga menyiapkan pakaian yang akan dikenakan oleh suaminya untuk pergi ke kantor.


tiba tiba hati Alicia merasa sedih, entah apa yang terjadi ia tiba tiba saja merindukan keluarga angkatnya.


"menghubungi siapa" suara bariton terdengar di belakang Alicia, gadis itu tiba tiba terkejut, rasa dingin dan kesemutan langsung menjalar ke seluruh tubuh Alicia.


"eum..ti-tidak ada tuan...."


Alexander menatap tajam istrinya, ia perlahan melangkahkan kakinya mendekati Alicia, ia hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggang nya, menunjukkan tubuh sixpack nya dan lengan yang penuh otot.


Alicia menundukkan kepalanya, ia perlahan mundur sementara Alexander terus maju, hingga tubuh kecil Alicia terbentur lemari besar, sehingga Alicia tidak bisa pergi kemana mana.

__ADS_1


"apakah di surat perjanjian itu kau berhak berbohong kepadaku..." suara dingin itu membuat Alicia meringis ketakutan.


"aku tidak be-berbohong tuan.."


"aku tau mana orang yang berkata jujur, dan mana orang yang tengah berbohong" dingin nya kembali, matanya menunjukkan kemarahan.


Alicia menghela nafas berat, tiba tiba Alexander menangkap dagunya pelan, agar gadis itu menatap wajahnya.


"tell me baby girl..."


*apa? panggilan macam apa itu, apa pria ini kepalanya sedang terbentur sesuatu...* batin Alicia masih menundukkan kepalanya.


"apa kau tuli" kasarnya.


"eh..eumm...aku...aku ingin menghubungi keluarga ku tuan...aku merindukan mereka.." lirih Alicia dan tersenyum tulus.


mata sayu itu menatap mata biru gelap yang kini memandang nya juga.


entah mengapa tiba tiba hati Alexander terasa sakit. ia mencengkram kuat tangan Alicia membuat gadis itu kesakitan.


"aku tidak mengizinkan mu untuk menghubungi para baj*Ngan itu...kau hanyalah gadis sampah, mereka tidak akan merindukan mu, jadi lupakan mereka"

__ADS_1


kata kata tajam itu mampu menghunus hati Alicia. perkataan pria itu seperti pedang yang menusuk hatinya. mata Alicia berair, entah kenapa ia menjadi lebih sering cengeng.


"aku memang bukan wanita seleramu tuan...aku memang gadis miskin, tapi haruskan kau menghinaku seperti itu..." ucapnya sambil menangis, baru pagi hari Alexander sudah membuat Alicia menangis.


__ADS_2