
"Aku ingin kau bertanggung jawab atas kerugian ini"
"Apa yang kau inginkan dariku tuan....berapa bayaran yang kau inginkan...." Nada halus itu keluar dari bibir kecil Alicia, mata bulatnya menatap kearah wajah tampan pria itu.
"Bayar semua kerugian ini, nominal nya dua puluh ribu dollar"
"Tapi tuan...saya tidak punya uang sebanyak itu...."
"Apa wajahku terlihat perduli? Gadis miskin sepertimu berani membuat kekacauan di ruanganku huh! Aku tidak perduli, sekarang bayar atau kau aku masukkan ke penjara"
Alicia terkejut. "Saya mohon tuan...saya tidak memiliki uang sebanyak itu....beri saya waktu 3 bulan untuk melunasinya...."
"Kamu pikir waktu 3 bulan itu waktu yang singkat? Jika tidak memiliki uang maka jangan mengacaukan semua ini!!" Bentak Alexander menatap kesal Alicia.
Alicia menahan tangisnya, ia menundukkan kepalanya, merasa terhina dengan perkataan pria bermulut tajam didepannya ini.
"Aku maafkan kali ini, tetapi malam ini kau harus menemuiku di suatu tempat! Asisten ku akan memberikan alamatnya padamu!"
Alicia hanya mengangguk kecil, masih setia menundukkan kepalanya. "Keluar dari ruanganku! Aku alergi gadis miskin seperti mu!!"
Alicia segera keluar dari ruangan itu, air matanya jatuh setelah keluar dari dalam ruangan, ia keluar dari perusahaan menyeramkan itu dengan perasaan lega.
"Ya Tuhan, masalah apa yang aku perbuat ini"
Alicia menaiki motornya dan kembali ke kafe. Sekembalinya di kafe, Alicia memasuki dapur untuk mengerjakan semua tugasnya. Namun tak lama sahabat itu datang menemuinya.
"Alicia...Bu bos menyuruhmu masuk kedalam ruangannya"
"Aku? Tapi kenapa? Apa aku memiliki kesalahan..."
"Aku tidak tau, sebaiknya kau pergi menemui nya"
Alicia pun menuju ruang pribadi atasannya. Ia mengetuk pintu dan kemudian masuk.
"Kenapa ibu memanggil saya..." Suara halus dan sopan itu bertanya pada seorang wnaita paru baya yang tengah duduk di sofa.
"Alicia....kamu adalah karyawan terbaik saya, pekerjaanmu bagus, tapi sepertinya ini hari terakhir kamu bekerja"
__ADS_1
Alicia tak mengerti, ia merasa kebingungan apa yang dikatakan oleh wanita ini.
"Maksud ibu apa ya..."
"Kamu saya pecat, seorang asisten dari pemilik perusahaan besar itu melapor pada saya, bahwa kamu melakukan kecerobohan, dan mereka meminta ganti rugi sangat besar jika saya tidak memecat mu!"
"Saya tidak sengaja bu, saya mohon, izinkan saya untuk tetap bekerja disini..."
"Maaf Alicia....saya tidak bisa, hasil dari kafe perhari saja jumlahnya tidak sebanyak itu, dari mana saya uang untuk mengganti kerugian ini"
"Saya yang akan menggantinya Bu...beri saya waktu"
"Sekali lagi tidak bisa, kau boleh mengemasi barang barangmu"
Alicia tak memiliki pilihan selain keluar dari kafe.
Alicia juga berpamitan pada sahabat nya, awalnya Anna ingin mengundurkan diri, karna dia tidak bisa bekerja jika tidak ada Alicia yang menemaninya.
Alicia pulang dengan tatapan kosong, untung saja ia ada uang tabungan untuk mencari pekerjaan yang baru.
Baru pulang, Alicia saja sudah di sambut tidak ramah, ia langsung disuruh cuci baju, dan membuat makan malam.
Awalnya ibu angkat Alicia tidak mengizinkan, karna Alicia harus membantunya mempersiapkan acara pertunangan kakak pertamanya dengan seorang pria anak dari teman bisnis ayah angkatnya.
Namun, setelah Alicia menceritakan semua masalahnya, ibu angkat Alicia yang mengizinkan nya, bahkan dengan tega mengatakan jika mereka ikhlas jika Alicia dibeli seorang kakek-kakek tua kata raya untuk menambah kekayaan mereka.
Alicia pergi dengan wajah sembab,setelah menangis dijalanan. Tak lama ia sampai di sebuah alamat yang diberikan oleh asisten bermulut pedas itu.
Alicia berdiri didepan gerbang yang menjulang tinggi itu, tak lama gerbang terbuka otomatis, ada beberapa pengawal yang berjaga di sana, dan sebuah tempat minimalis namun mewah,tampaknya itu tempat para pengawal beristirahat.
Alicia berjalan menuju Mension yang jaraknya cukup jauh dari gerbang. Ia menarik nafas berkali kali, sangking lelahnya setelah berjalan dari gerbang menuju Mension.
Para pelayan menyambut Alicia dengan hangat, seolah olah Alicia tuan rumah, Alicia masuk kedalam, asisten zayyan menyambut nya hangat.
"Selamat datang nona Alicia, tuan Alexander menunggu anda di kamar pribadinya"
Alicia hanya tersenyum dan mengangguk kecil, ia masih takjub menatap kenikmatan duniawi didepannya.
__ADS_1
Asisten Zayyan mengantar Alicia sampai di kamar Alexander, dia mengetuk pintu dan mempersilahkan Alicia masuk.
Gadis kecil itu kembali gugup, ia menundukkan kepalanya, ia berjalan perlahan memasuki kamar.
"Kau sudah datang..." Suara berat terdengar di telinganya, bau aroma coklat panas dimana mana.
"Come here baby girl.."
Alicia semakin menciut, ia mendekati pria yang tengah duduk dipinggir ranjang yang tengah menatapnya tajam. Pria itu langsung menarik Alicia keatas pangkuan nya,membuat Alicia terkejut.
"Tuan...saya mohon jangan seperti ini" Alicia berusaha turun, namun Alexander mencengkram pinggang kecil Alicia dengan kuat, membuat Alicia sedikit melenguh kesakitan.
"Jangan coba coba berani menolak ku, atau kau akan merasakan kehancuran bisnis ayah mu" ancam Alexander tidak main main.
"Kenapa kau mengancamku" lirih Alicia bergetar hebat, ia tak pernah diperlakukan oleh pria seperti ini, ataupun bahkan berdekatan dengan pria manapun.
"Jika kau tidak menolak semua yang ku inginkan, bisnis ayahmu tidak akan aku hancurkan, asalkan kau mau menyerahkan dirimu padaku"
"Jangan macam macam tuan....saya mohon lepaskan saya.."
"Cih....berpura pura jual mahal? Murahan tetap murahan! Gadis miskin seperti mu menjajahkan tubuh nya untuk mencari uang, iyakan!" Bisik Alexander dengan sinis.
Alicia merasa kecil dihadapan monster bermulut pedas ini, ia merasa dirinya bukanlah apa apa.
"Seseorang yang tidak diinginkan sepertimu, hanya membuat orang lain susah, bahkan orang tua angkatmu sudah membuang mu, namun dengan tidak tahu malunya mau masih tinggal bersama mereka"
Alicia semakin sakit mendengar nya, namun ia tak menangis, justru ia mengangkat kepalanya dan tersenyum dengan penuh rasa sendu.
"Aku memang gadis miskin yang hanya diangkat dari panti asuhan tuan...aku memang orang yang tidak diperhitungkan keberadaan nya, seseorang seperti ku hanyalah membuat orang lain susah, aku memang tidak pantas mendapatkan kenikmatan dunia, ataupun kebahagian meski sekecil apapun"
Alicia tersenyum tulus,namun hatinya sakit, haruskah pria itu memperjelas statusnya? Sebagai gadis miskin tak dianggap. Sungguh kejam sekali.
Alexander bukannya senang justru menjadi marah, ia mencengkram kuat dagu Alicia dan menatapnya dengan jarak yang sangat dekat, nafas berbau mint itu menerpa halus wajah cantik Alicia.
"Jangan berpura pura sok kuat didepanku! Aku benci wanita murahan sepertimu"
Alexander mendorong kasar Alicia, hingga terjerembab di atas ranjang, ia berdiri menuju lemari dan mengambil sesuatu, kemudian melemparkannya dengan kasar kearah Alicia yang kini sudah duduk diatas ranjangnya.
__ADS_1
"Baca dan segera tanda tangani! Jangan sekali kali kau menolaknya! Atau kau akan merasakan rasa sakit yang tidak pernah kamu lupakan!"