
Alicia selesai membawa nampan itu ke ruang dapur. ia ingin kembali ke kamar. namun suaminya sudah lebih dulu menuruni tangga. asisten Zayyan membungkuk kan tubuhnya sebagai bentuk penghormatan terhadap tuannya. kemudian berjalan menyusul di belakangnya.
Alicia hanya mampu menatapnya dari kejauhan, ia merasa dirinya begitu lelah, ia ingin beristirahat. namun ia masih harus ada beberapa hal yang harus di kerjakan. seperti membantu para pelayan membersihkan ruang dapur, serta membersihkan kolam.
itu tugas yang di berikan oleh suaminya untuknya, namun Alicia tetap mengerjakannya dengan baik, tanpa mengeluh sedikitpun. "kenapa aku begitu nyaman melihat nya? tidak! aku tidak boleh jatuh cinta pada pria itu" ucap Alicia merasa bingung pada dirinya sendiri.
ia merasa sangat nyaman saat berada dekat dengan Alexander. tetapi ia merasa tak pantas untuk pria itu, karna dia hanyalah wanita miskin. "nona....mari bersihkan kolam"
"eh...baik bi..."
Alicia pergi ke area kolam belakang mension, ia ditemani oleh beberapa pelayan, untuk mengawasi nya. pelayan itu di larang Alexander untuk membantu Alicia, mereka hanya di tugaskan untuk mengawasi Alicia saja, jika Alicia bekerja malas malasan, maka Alexander akan memberikan tugas yang lebih berat lagi.
__ADS_1
semua itu Alexander lakukan tanpa tujuan apapun, ia hanya ingin merasa Alicia tersiksa sebelum berpisah dengannya. Alicia menguras kolam terlebih dahulu, ia sedikit melap keringat yang membanjiri dahinya. kemudian ia mulai membersihkan kolam dengan hati hati.
Alexander melihatnya dari kamera cctv, ia tersenyum sinis. ia ingin membuat Alicia lebih tersiksa lagi dan lagi. namun entah kenapa berbeda dengan hatinya, justru hatinya terasa sakit melihat gadis itu seperti itu.
saat Alicia hendak naik mengambil sesuatu, ia terpeleset di tangga kolam, hingga ia terjatuh kedalam kolam yang sudah tidak terisi air, untung saja ia meraih naik di tangga pertama, jadi ia tak terlalu kuat jatuh ke lantai kolam.
namun Alicia merasa keseleo di bagian lututnya. ia meringis menahan sakit. para pelayan panik. "nona....apa anda baik baik saja..."
Alicia berusaha menahan sakitnya. ia kembali melanjutkan pekerjaannya. meski rasa nyeri mulai menjalar di lututnya. ia melihat lututnya mulai membiru, ia juga melihat sedikit ada warna kemerahan disana, tampaknya darahnya ada didalam kulit.
hari sudah malam.
__ADS_1
Alexander sudah kembali dari kantornya. ia menatap ke sekeliling ruangan, ia menatap satu persatu pelayan yang berbaris rapi menyambutnya pulang, dan satu gadis cantik yang berdiri di samping salah satu pelayan, dan menunjukkan senyum nya padanya.
senyum yang begitu rapuh selalu diberikan untuknya. Alexander hanya memasang wajah dinginnya. ia membiarkan Alicia melakukan tugasnya, mulai dari membawakan tas nya, dan membukakan sepatunya.
"makan malam mu sudah siap tuan, aku membuatkan mu bacon...." ucap Alicia tersenyum tulus, menatap mata biru gelap suaminya yang juga tengah menatapnya. Alexander menatap kedalam mata gadis itu, ada kesedihan yang tersimpan disana, entah kenapa Alexander ingin memeluk tubuh kecil yang begitu rapuh itu.
namun ia menepis semua pikirannya, dan segera menuju ruang makan untuk makan malam. Alicia mengikuti nya dari belakang, berjalan sedikit pincang namun Alicia berusaha paksakan agar tidak terlihat begitu menyedihkan, biarlah ia simpan rasa sakit ini sendiri. ia kemudian menghidangkan makanan suaminya di atas piring.
Alicia seperti biasa akan berdiri disamping suaminya , menunggu pria itu selesai makan.
meski keadaan kaki nya sedang tidak baik baik saja.
__ADS_1