MENIKAH DENGAN TUAN MUDA KEJAM

MENIKAH DENGAN TUAN MUDA KEJAM
TIDAK ADA TEMPAT BERSANDAR


__ADS_3

Alexander masih sibuk mengotak ngatik ponselnya, sementara Alicia membersihkan makan bekas suaminya. Alexander diam diam memperhatikan Alicia, pria itu mengernyitkan dahinya, melihat cara jalan Alicia yang terlihat aneh.


"ada apa dengan mu..." Alicia yang merasa dipanggil menatap suaminya, kemudian ia tersenyum sejenak sebelum menjawab. "aku tidak apa apa tuan....hanya saja, kakiku sedikit sakit, karna terjatuh di kolam tadi...." ucapnya kemudian melanjutkan pekerjaannya.


Alexander menatap tajam istrinya, ia berdiri dan mendekati nya, ia mendorong kasar tubuh istrinya ke dinding. "tu-tuan....ada apa...." ucap Alicia terkejut saat pria itu mendorongnya ke dinding. "sebenarnya dirimu kenapa! kenapa kau suka disakiti! kenapa kau sama sekali tidak meneteskan air mata!" geram Alexander semakin menekan tubuh kecil istrinya di dinding.


Alicia sedikit meringis, rasa memar di punggungnya belum juga membaik, kini suaminya menekannya kembali, membuat luka itu di tekan dan menimbulkan rasa perih yang mendalam.


"sebenarnya....apa mau mu tuan....aku sudah melakukan sesuai perintahmu....aku selalu melakukan apa yang kamu inginkan, lalu kenapa aku masih saja salah di matamu...."


"kesalahanmu adalah, mengapa kau tidak menangis saat di hadapanku! dan kau malah menangis di depan para baj*Ngan itu!!"

__ADS_1


Alexander melepaskan cengkraman nya, kemudian ia beranjak meninggalkan Alicia yang masih terdiam di tempat. Alicia menahan rasa sakit di lututnya, namun kini punggungnya terasa kembali terluka, ia terpaksa merasakan sakit yang luar biasa lagi.


"apakah begitu menyenangkan melihatku menangis....." Alicia perlahan meneteskan air matanya, ia kemudian melanjutkan pekerjaannya.


sementara di kamar Alexander, pria itu merusak semua benda yang ada didalam, ia bingung pada dirinya sendiri, kenapa ia tidak suka melihat istrinya itu tersiksa.


Alicia masuk kedalam kamar, saat pekerjaannya sudah selesai, ia terkejut saat melihat benda benda berserakan diiringi pecahan kaca. Alicia lebih terkejut saat menatap tangan suaminya yang berdarah, bahkan ada beberapa serpihan kaca yang menyangkut disana.


ia perlahan membersihkan luka di tangan pria itu, Alexander hanya menatapnya, memperhatikan Alicia yang terlihat panik. Alicia selesai mengobati tangan Alexandre yang kini di perban olehnya. kemudian dia segera membersihkan semua barang barang yang berserakan itu.


lagi lagi Alexander tak bergeming, ia masih menatap istrinya yang kini membersihkan kamar yang berantakan itu.

__ADS_1


setelah selesai semua, Alicia pun kembali ke dalam kamar, ia membawa coklat panas kesukaan pria itu, dan kemudian menaruhnya di atas nakas.


"tuan, minum dulu coklatnya, agar tidak membuat luka mu terinfeksi" ucap Alicia masih menunjukkan senyumannya, senyuman manis yang mampu memikat hati semua orang.


namun Alexander justru menariknya di atas pangkuannya, Alicia terkejut saat pria itu menariknya.


"jangan tunjukkan wajah ini pada siapapun! aku tidak suka melihat para tikus itu menatap wajahmu.....kau hanya milikku!" ucap Alexander penuh penekanan. lagi lagi Alicia dibuat bingung oleh perubahan sikap Alexander, namun gadis itu memilih untuk menurut dan menganggukkan kepalanya.


entah kenapa Alexander merasa sangat nyaman saat memeluknya seperti ini, ia suka berada di dekat istrinya, istri yang tidak pernah ia anggap sama sekali, istri yang tidak pernah di pandang namun tetap menunjukkan rasa setia padanya.


lagi lagi ego menguasai Alexander, ia memasang wajah dingin pada istrinya. "kau jangan salah paham dulu , aku hanya tidak suka melihat barangku di lihat orang lain, apalagi sampai di pakai"

__ADS_1


Alicia tidak menunjukkan rasa terkejut sama sekali, karna dia memang sengaja membantengi dirinya, agar tidak terjerat dalam pernikahan kontrak ini.


__ADS_2