MENIKAH DENGAN TUAN MUDA KEJAM

MENIKAH DENGAN TUAN MUDA KEJAM
APA KAU SUKA JADI PELAYAN


__ADS_3

setelah drama makan malam usai, Alexander berpamitan untuk pulang, Alexander mengenakan mobil hitam mewah, limusin hitamnya di bawa kembali kemension nya, ia sengaja mengganti mobil nya, karna ia malas mengenakan limusin.


Aurora sengaja menyuruh supirnya untuk tidak menjemput dia pulang. ia ingin pulang diantar oleh calon suaminya.


Aurora duduk di kursi belakang bersama Alexander, gadis itu sangat lengket pada Alexander, seperti lem perekat.


sedangkan Alicia duduk di samping asisten Zayyan yang tengah menyetir mobil. Alicia menatap jendela mobil, ia sedikit menyenderkan kepalanya pada kursi belakang, setetes air mata membasahi pipinya, namun segera di hapus oleh Alicia.


asisten Zayyan bisa menangkap jika nonanya tengah menyembunyikan Isak tangisnya. asisten Zayyan bisa merasakan apa yang dirasakan oleh Alicia.


*suatu saat anda akan menyesali perbuatan anda tuan, karma sikap anda sudah keterlaluan pada nona Alicia* batin asisten Zayyan.

__ADS_1


di belakang, tampak Aurora memeluk erat lengan kekar Alexander, sementara pria itu sibuk dengan ponselnya, sesekali pria itu menatap istrinya di kaca mobil.


ia tak sabar memberikan pelajaran pada istrinya, karna berani tidak cemburu padanya.


setelah mengantar Aurora pulang kerumah, Alexander memerintahkan Alicia untuk pindah ke kursi penumpang, Alicia hanya menurut, ia duduk di samping suaminya.


tiba tiba pria itu menarik tangannya hingga ia terjatuh di dalam pelukan Alexander. "sepertinya kau suka menjadi pelayan! serendah itukah dirimu hmm!" sinis Alexander mencengkram kuat tangan Alicia.


hal ini membuat Alexander semakin kesal, mobil mewah itu sampai di mension, Alexander menyeret kasar Alicia hingga masuk kedalam kamar dan menghempaskan tangan Alicia dengan kasar saat sampai didalam, hingga Alicia hampir terjatuh.


"apa kau tidak memiliki mulut huh? atau telingamu sudah tidak bisa di gunakan!" ucap Alexander geram hingga menampar pipi Alicia.

__ADS_1


Alicia memegang pipinya yang terasa panas, perlahan ia menatap mata suaminya dengan sendu.


"apakah sangat menyenangkan bagi kalian melihatku menderita....apakah begitu menyenangkan, bagi kalian melihatku seperti seseorang yang di buang seperti sampah...apakah kalian, begitu puas melihatku seperti ini....apakah aku tidak pantas, merasakan kebahagiaan sedikit saja, tidak bisakah kalian membuatku merasa bisa bernafas dengan leluasa sehari saja....aku tidak butuh dihargai...aku tidak butuh diberi barang barang mewah...cukup biarkan aku bernafas lega sehari saja.." ucap Alicia akhirnya menumpahkan air matanya.


ia merasa lelah, direndahkan setiap hari mungkin makanannya sehari hari, tetapi tidakkah semua ini berlebihan, mereka memperlakukan Alicia sekenanya, hanya karena Alicia tidak melawan.


gadis itu menangis, Alexander tidak merasa kasihan sama sekali, ia justru malah memandang rendah Alicia.


"ho! jadi kau ingin merasakan kebebasan? huh? aku sudah mengatakan kepadamu, aku alergi wanita miskin, aku akan selalu membuatmu menderita sampai masa kontrak kita usai! jadi jangan berharap lebih padaku, karna bagiku, kamu wanita murahan yang tidak pantas untuk diberi kebahagiaan..."


"kau mungkin benar tuan...aku bukanlah seseorang yang penting bagi semua orang...kalau begitu, lakukanlah sesukamu pada diriku tuan, jika itu membuatmu senang...jika dengan menyiksaku membuat hatimu puas....maka lakukanlah...aku sudah tidak tau apa tujuan hidupku...aku hanyalah gadis yang tak diinginkan...aku memang bukanlah seorang wanita yang memiliki harta banyak....dari kecil saja aku sudah di buang...."

__ADS_1


Alicia berkata dengan suara lirih, namun ia tetap menunjukkan senyumnya, senyuman rasa sakit di hatinya.


__ADS_2