MENIKAH DENGAN TUAN MUDA KEJAM

MENIKAH DENGAN TUAN MUDA KEJAM
HANYA SEBUAH BONEKA MAINAN


__ADS_3

Alicia membaca dokumen itu, surat pernikahan kontrak selama setahun. Alicia membulatkan matanya.


"Tuan...aku-" belum sempat melanjutkan perkataannya, Alexander memotongnya.


"Apa kau tuli tadi? Aku bilang jangan coba coba menolakku!" Bentak Alexander membuat Alicia ketakutan


*Aku kan belum berbicara, kenapa dia sudah marah duluan*


Alicia segera menandatangani surat perjanjian itu, dan menyerahkan nya kepada Alexander grey.


Alexander juga menyerahkan dua buku nikah, kepada Alicia, hanya tinggal tanda tangan Alicia saja sedangkan Alexander sudah menandatangani nya.


Jika Alicia menandatangani buku nikah itu, maka mereka resmi pasangan suami istri. "Tanda tangani itu"


Alicia hendak berbicara,namun lagi lagi tidak bisa,Alexander menatapnya tajam. Alicia dengan berat hati menandatangani buku nikah itu, Alexander tersenyum puas.


"Kemari..."


Seolah olah terhipnotis, Alicia berjalan, namun pandangan nya kosong, ia berjalan dengan melamun, dan mendekati pria yang sudah menjadi suaminya itu.


Alexander menarik tangan kecil Alicia hingga gadis itu terjatuh di atas pangkuan nya. "Kau sekarang istriku, semua yang ada padamu adalah milikku...kau paham? Jangan sekali kali aku melihatmu dengan pria lain, atau kau akan merasakan kehancuran yang luar biasa!"

__ADS_1


"Aku sudah tau tempatku tuan...kau tidak perlu khawatir, aku tidak akan pernah membuatmu marah, gadis sepertiku tidak memiliki tempat untuk bernaung..."


"Baguslah kalau kau sadar...kau harus ingat tempat dan tugasmu disini"


"Tuan...sekarang biarkan aku pulang...aku belum berpamitan pada ibu dan ayahku"


"Hoho...tidak semudah itu gadis kecil, kau istriku, kau harus pergi atas izinku, lagian orang tuamu itu mudah dibeli, hanya dikasih uang sedikit saja, mereka sudah melepasmu....tetapi, mungkin mereka memang sudah benar benar tidak butuh kamu lagi, karna kau hanyalah gadis menyusahkan" bisik Alexander kejam dan menyeringai jahat.


Mendengar hal itu, Alicia bukannya menangis, ia tersenyum kembali. "Kau benar tuan, gadis sepertiku tidak ada yang menginginkan nya.."


Alexander tersenyum sinis dan mendorong tubuh kecil Alicia, agar Alicia menyingkir. Dia berdiri tegap dan membelakangi Alicia. "Tidurlah di sofa malam ini, aku tidak ingin seranjang dengan gadis miskin sepertimu, dan ingatlah tugasmu, jika kau melakukan kesalahan sedikit saja, aku berhak menghancurkan mu"


"Dia benar, aku hanyalah gadis miskin yang tidak tahu diuntung, sudah tidak diinginkan tetapi masih berharap pada orang yang tidak menginginkan ku..."


Keesokan harinya.


Alicia tengah membuat sarapan untuk suaminya. Ia dibantu beberapa pelayan menghidangkan makanan, disana ada kepala pelayan bernama pak jon, dia bertugas mengawasi pekerjaan para pelayan.


Tak lama terdengar suara tapak kaki berjalan menuruni tangga, itu Alexander, pria itu sudah memakai seragam kantor yang lengkap, Alexander terlihat sangat tampan, Alicia bahkan sedikit menatapnya dengan rasa kagum, namun segera ia tepis karma dia lagi lagi merasa kecil.


"Selamat pagi tuan" sapa Alicia namun tak ada sahutan hangat dari pria itu, melainkan muka masam.

__ADS_1


*Kesalahan apa yang aku perbuat, hingga si monster ini menjadi seperti kulkas*


"Tidak ada yang ingin kau bicarakan padaku" ucapnya datar memakan makanannya, membuat Alicia bingung.


"Ti_tidak ada tuan...."


Alexander menatap tajam istri kecilnya, membuat Alicia menciut seketika, ia menundukkan kepalanya tak berani menatap mata suaminya. Alexander menarik tangan Alicia hingga terjatuh kepangkuan nya, ia menyenderkan tubuh kecil Alicia di meja makan dan sedikit menekannya, membuat Alicia meringis kesakitan.


"Akhh...tuan...ini sakit..."


Alexander tidak memperdulikan rintihan Alicia, gadis itu sedikit berlinang air mata, membuat Alexander langsung sadar dan sedikit mengendorkan tekanan yang ia berikan pada tubuh kecil itu.


"kau tau? bukankah aku sudah menyuruh mu untuk membaca semua buku perjanjian itu? atau aku menyuruh asisten zayyan membaca ulang agar semua pelayan disini dengar?" ucapnya dengan dingin dan menatap tajam gadis itu.


karna kesal Alicia belum menjawab, Alexander mencengkram kasar pergelangan tangan kecil Alicia. gadis itu kembali meringis.


"maaf tuan...aku lupa.."


"cih...? lupa? apa perlu kau memakan semua kertas kertas itu agar kau selalu mengingat nya huh? JAWAB!" bentak Alexander saat melihat istrinya hanya diam dan menundukkan kepalanya, kemudian Alexander mencengkram kuat dagu Alicia agar menatap matanya.


ada air mata disana, Alicia bergetar ketakutan, ia menahan rasa sakit yang diberikan oleh pria itu. "kali ini aku memaafkanmu, tetapi, jika saat aku bangun tidur dan tidak melihat mu...jangan salahkan aku, jika aku berlaku kasar padamu! kau harus tau tempatmu disini! murahan!"

__ADS_1


__ADS_2