MENIKAH DENGAN TUAN MUDA KEJAM

MENIKAH DENGAN TUAN MUDA KEJAM
RASA SAKIT


__ADS_3

Alexander memang masih menyimpan perasaan pada Argacha, namun pikirannya malah tertuju pada Alicia. *untuk apa kau memikirkannya, bukankah kau menang ingin menyiksanya, lupakan dia Alexander, jangan sampai jatuh cinta pada wanita itu*


"jangan bertingkah konyol Argacha"


"aku tidak perduli Alexander, aku mencintaimu, dan aku tidak menginginkan pria manapun selain kamu"


hari berganti sore.


Alicia pulang dengan mata sembab, ia masuk kedalam dan mencuci mukanya. sudah lama dia menunggu kepulangan suaminya, namun pria itu belum juga muncul.


sudah jam tujuh malam, pria itu belum juga kembali, saat ia membuka acara televisi, ia dapat melihat Alexander disana, dengan wajah tampan yang menghiasi wajahnya, dan juga sangat elegan, namun seorang wanita,


membuat Alicia menjadi lesuh kembali. wanita itu menggenggam erat lengan kekar Alexander dan tersenyum manis menghadap kamera. orang tua Alexander? mereka setuju jika Argacha dan Alexander akan menikah.

__ADS_1


bahkan disana sudah ada orang tua Alexander, mama Alexander juga membatalkan pertunangan nya dengan Aurora, tentu saja Aurora dan keluarganya kesal, namun mama Alexander tidak perduli.


keluarga Alexander tiba tiba mengadakan acara, mama Alexander tau jika Argacha kembali ke Amerika, jadi mereka mengundangnya.


Alicia meremas remote tv ia menahan rasa sesak didada.


"begini rasanya menjadi orang yang tidak memiliki apapun"


Alicia tersenyum tulus, melihat ada kebahagiaan yang tidak bisa dibohongi Dimata Alexander dalam layar tv itu. "ini resikonya jika kau menaruh perasaan pada orang yang tidak mencintaimu, apalagi perbedaan status sosial, serta hanya hidup sebatang kara tanpa memiliki keluarga...."


jadi ia mematikan tv dan lebih memilih untuk tidur, agar ia melupakan rasa sakit di hatinya.


meski Alicia kini tengah mati matian menahan rasa sakit hati, tetapi air matanya tidak bisa diajak kompromi, air mata itu selalu bercucur deras. Alicia memilih membuka ponsel untuk melupakan segalanya.

__ADS_1


namun lagi lagi ia harus merasakan rasa sakit hati,karma membaca pesan seseorang. "pada dasarnya, aku hanyalah orang yang di manfaatkan oleh keadaan, pada dasarnya, aku bukanlah apa apa, menjadi anak angkat dari keluarga konglomerat, namun tidak mendapatkan kasih sayang"


"menjadi istri orang berpengaruh di dunia, namun juga tidak dianggap, aku ingin sekali kabur, tapi tidak bisa...." Alicia menangis menutup wajahnya menggunakan bantal.


ya, pesan yang ia baca adalah pesan yang disampaikan oleh ibu angkatnya. ibu angkatnya menyuruh Alicia sebisa mungkin untuk kembali, menghadiri acara pernikahan kakaknya, dan Alicia harus ikut andil, karna mereka takut netizen akan menggosipi bahwa ternyata mereka keluarga yang jahat.


jam menunjukkan pukul sepuluh malam. Alexander benar benar tidak menunjukkan batang hidungnya. Alicia merindukan aroma tubuhnya, namun Alicia segera menepis pikirannya itu. ia pun memutuskan untuk keluar dari kamar, dan menuruni tangga.


namun lagi lagi harus hal yang membuatnya sedih untuk dipandang. ia melihat Alexander tengah menggendong wanita yang tengah tertidur pulas. wanita itu tentu saja Argacha, Alexander menatap datar wajah Alicia.


Alexander tau jika Alicia habis menangis, namun ia memilih untuk tidak bertanya apapun.


"apa kamar ku sudah bersih"

__ADS_1


"s-sudah tuan..." Alicia menundukkan kepalanya. Alexander melangkah memasuki lift agar lebih mudah menuju kamar. Alicia menatap pintu lift yang tertutup itu dengan nanar.


__ADS_2