
Alicia pun menatap mata biru gelap yang juga tengah menatapnya, sebenarnya Alicia sangat gugup, namun Alicia berusaha bersikap tenang. begitu pula dengan Alexander, entah kenapa pria itu sakit menatap wanita lugu didepannya.
mata nya yang sayu dan sendu saat menatap orang lain, serta bibirnya yang merah alami.
namun matanya itu seperti banyak menyimpan rasa kesedihan yang mendalam, serta trauma yang ditinggal kan oleh orang orang yang menyakiti nya.
"t-tuan, boleh aku berkata sesuatu"
"tell me"
"eum...ak-aku, aku ingin keluar dari pekerjaan mu, bolehkah..."
Alexander menatap tajam istrinya, dengan adanya Alicia di kantor, membuat Alexander menjadi lebih bersemangat bekerja, dan juga melepas rasa rindu nya,entah apa yang ia pikirnya, bahkan ia merasa bingung pada dirinya sendiri.
"tidak! kau harus tetap bekerja disana, apa ada yang menyakiti mu, serahkan semua padaku" ucap Alexander to the point dan langsung mengobati kami istrinya.
__ADS_1
*ada apa dengan ku, mengapa aku meski harus perduli pada wanita ini, ah masa bodoh lah, lagipula aku hanya merasa kasihan, bukan mencintainya*
Alicia hanya diam saat pria itu mengobati kakinya, diam diam ia menyimpan rasa kagum yang mendalam. *aku akan sangat merindukan mu tuan.....aku akan pergi sejauh mungkin saat perpisahan kita nanti*
setelah selesai mengobati kaki Alicia, mereka pun makan malam, tidak ada pembicaraan sama sekali diantara mereka, Alicia pun juga sama, memilih untuk diam dan membaca buku.
Alexander diam diam melirik kearah istrinya yang tengah membaca buku di sofa, ia mengirim pesan singkat pada sang asisten.
~selidiki pekerjaan istriku saat dikantor tadi
itu teman Alicia di perusahaan nya. ~beri pelajaran pada mereka semua, dan buat seluruh keluarganya menderita
Alexander pun menaruh ponselnya diatas nakas, ia berdehem hingga Alicia menoleh kearahnya, ia menjentikkan jarinya agar Alicia mendekat. wanita itu membuang nafas kasar, membuat Alexander menjadi bad mood.
"apa? kau mau marah, mau membangkang kepadaku! itu tidak akan terjadi kelinci kecil" ketus Alexander dan menarik Alicia masuk kedalam pelukannya.
__ADS_1
"awas saja jika aku melihatmu berselingkuh saat masih terikat kontrak denganku! aku akan membunuh selingkuhan mu itu dan mencincang cincang tubuhmu yang bekas disentuh pria itu!" ketus Alexander membuat Alicia bergidik ngeri.
"apa kau dengar"
"aku dengar" ucap Alicia dengan malas meladeni suaminya yang menurutnya sangat aneh itu.
"mulai besok, kau akan bekerja khusus melayaniku saja, jika ada yang menyuruhmu melakukan pekerjaan lain, maka katakan padaku, aku akan memecatnya"
"baik tuan"
Alexander membenamkan wajahnya di dada istrinya, ia menghirup dengan leluasa disana, meski tubuh istrinya kecil, namun memiliki dada yang lumayan besar.
sejujurnya Alicia merasa nyaman saat suaminya seperti itu, tanpa sadar tangan mungilnya itu terulur mengelus kepala Alexander. ia sendiri merasa terkejut dan segera menarik tangannya, namun pria itu malah menahan tangannya.
"jangan berhenti, lakukan terus seperti tadi"
__ADS_1
Alicia pun mengalah dan mengelus kepala pria itu, jujur saja, ia ingin menangis, ia mengaku, jika pria ini sepertinya berhasil mengisi hatinya, apalagi pria ini yang mengambil kehidupannya.