
Alicia terus memohon, ia tak ingin orang lain dihukum karna sebuah kesalahan yang ia lakukan. "tuan....aku janji akan menuruti semua keinginan mu.... asalkan kau melepaskan pak jon" ucap Alicia tak memiliki cara lain.
"benarkah..." seringai licik mulai menghiasi wajah tampan Alexander. Alicia menelan Saliva nya dengan susah, ia menundukkan kepalanya. Alexander menatap pada asisten Zayyan, kemudian pria itu menganggukkan kepalanya dan melepaskan pak jon dari hukuman Alexander.
pak jon bernafas lega, tangannya terasa sangat pegal, Alicia sedikit memundurkan kursinya ketika suaminya mendekati nya. "jangan melanggar janji" dingin pria itu merasa tak suka atas penolakan istri kecilnya itu.
karna Alexander termasuk dalam daftar para pria tampan di dunia, dengan tubuh nya yang juga bagus. apalagi kekayaan keluarga Alexander Jhone Briel merupakan keluarga yang misterius, namun menarik perhatian semua orang, dan orang orang yakin jika mereka bukan keluarga sembarangan, apalagi di setiap ujung jalan ada bangunan kota tinggi bertuliskan Briel, nama belakang Alexander. otomatis semua wanita mengejarnya, dan berharap menjadi simpanan Alexander.
bagi mereka tak masalah menjadi pelayan ranjang Alexander, asalkan mereka bisa memeluk leluasa pria tampan dan berotot itu.
namun Alexander merasa tertantang saat didekat Alicia, gadis lugu itu selalu menolak pesonanya, meski Alicia menundukkan kepalanya.
Alicia pun akhirnya tak berani menghindari Alexander, dia masih merasa gugup dan takut, Alexander menarik tangannya dan menuntunnya untuk duduk di pangkuan nya.
__ADS_1
"come here baby...."
Alicia pun pasrah saja, meskipun ia menolak, ia juga tak akan kuat, melawan kekuatan suaminya yang lebih kuat darinya.
Alexander merengkuh pinggang kecil namun berpinggul besar. diam diam Alexander tersenyum mesum, apalagi saat dada istrinya itu menyentuh dadanya, sehingga Alexander merasa sedikit ada tonjolan disana.
Alexander juga mengeratkan pelukannya agar Alicia semakin dekat, hingga tidak ada jarak di antara mereka. melihat hal itu, para pelayan segera pergi, hingga kini ruangan besar itu hanya tersisa Alexander dan Alicia.
"aku dengar, kau diperlakukan istimewa oleh bos mu...." bisik Alexander namun mencekam, Alicia semakin takut dan gugup, ia bingung harus menjawabnya dari mana.
"tell me my girl" bisik Alexander mulai menekan, ia menatap tajam sang istri dan mulai meremas kuat pinggang Alicia, hingga gadis itu sedikit meringis.
"tu-tuan.....aku-aku bisa jelasin..."
__ADS_1
Alexander sedikit melonggarkan pelukannya dan menjauhkan kepalanya dari Alicia, agar memudahkan gadis itu menjelaskan. "segera katakan"
"aku memang di perlakukan oleh bos ku seperti anak emas, tapi dia melakukan itu hanya karna pekerjaan ku bagus..." ucap Alicia menundukkan kepalanya.
"Bagus? apa otaknya dia bodoh, pekerjaan mu yang seperti siput itu dia mengatakannya bagus? itu tidak mungkin, melihatmu menyiapkan air mandi untukku saja, kau sangat lama!" sinis Alexander tersenyum mengejek.
namun Alicia tetap diam, tak berani membalas perkataan pria itu, baginya, membalas perkataan Alexander hanya membuang buang waktu yang berguna.
"aku yakin dia menyukaimu! itu sebabnya dia memperlakukan mu seperti anak emas!" tuduh Alexander dengan wajah yang mulai dipenuhi dengan amarah.
"tuan....aku-" belum sempat menjawab, Alexander langsung memotongnya. "aku ingin kau keluar dari pekerjaan itu, atau kau yang akan melihat dengan mata mu yang rabun itu bagaimana aku membakar restoran itu beserta pemilik nya!" ucap Alexander dingin, mulai membuat Alicia ketakutan.
*dia bilang apa? mataku rabun? hei tuan! mataku itu tidak rabun, kecuali matamu!* geram Alicia namun didalam hati.
__ADS_1