MENIKAH DENGAN TUAN MUDA KEJAM

MENIKAH DENGAN TUAN MUDA KEJAM
MALAM PERTAMA YANG TERTUNDA


__ADS_3

tubuh Alexander menegang, saat merasakan tubuh polos istrinya dibawahnya. otot otot lengannya terlihat sangat jelas, dan berurat. Alicia mencengkram kuat pada bantal, ada buliran air mata yang terlihat jelas disana.


ranjang sedikit bergetar karna ulah pria itu. awalnya Alexander ingin mengerjai istri kecilnya itu dengan menakut nakutinya, namun kini malah ia yang terjebak dalam permainannya sendiri. ibaratkan senjata makan tuan, Alexander tak bisa menahan diri dan alhasil menyentuh tubuh istrinya.


"Why does it feel different from what I've felt before"


gumam Alexander mengeram dan mencengkram kuat, tangan kecil Alicia hingga berbekas. Alicia menggigit bibirnya, agar tidak berteriak karna rasa sakit itu. namun terlihat jelas ada air mata disana.


*aku hancur*


Alicia tak bisa berpikir dengan jernih untuk saat ini, ia bingung pada masa depannya sendiri, siapa yang akan menerima janda sepertinya....apakah dia pantas mendapatkan pria dimasa depan nanti.


Alexander sudah selesai dengan permainan nya, setelah melihat Alicia yang tertidur karna kelelahan. ia menutupi seluruh tubuh dengan selimut, ia menatap sekilas pada noda merah di atas seprei.

__ADS_1


"virgin...."


Alexander sebenarnya menyesal, karna memaksa istrinya melakukan hal yang tidak pernah diinginkan oleh wanita itu. namun ia memaksanya, bahkan membuat Alicia seperti korban pemerkosaan tadi.


*tidak ada salahnya bukan? lagian dia istriku, sudah sewajarnya aku menyentuhnya...* batin Alexander lagi lagi mengutamakan ego nya dan gengsinya yang berat itu.


keesokan harinya.


Alicia terbangun dari tidurnya, ia merasa lemas dan remuk semua di seluruh tubuhnya. bahkan untuk duduk saja tak kuat, karna setiap kali ia ingin duduk, maka bagian intinya akan terasa pegal dan nyeri.


"nona....tuan memerintahkan kami untuk membuatkan anda sarapan"


"terimakasih bi..."

__ADS_1


"dan tuan juga menyuruh kami untuk membantu anda membersihkan diri" Alicia membulatkan matanya, ia menggeleng cepat. "tidak,tidak, aku bisa membersihkan diri ku sendiri, jika aku butuh sesuatu, aku akan memanggil kalian nanti"


"baik nona"


setelah melihat kepergian para pelayan, Alicia pun berusaha duduk, meski ia harus mengeluarkan air mata. sakit sekali....ia berjalan tertatih tatih, bahkan tanpa sengaja ia selalu menginjak selimut yang menutupi tubuh polosnya.


ia pun terjatuh kelantai. suaminya itu sungguh mengerikan, bisa bisa ia tidak masuk bekerja selama beberapa hari. "sakit sekali...hu...hu...." tangis Alicia, namun ia kembali terkejut saat tubuhnya tiba tiba melayang di udara.


"tu-tuan..."


"sudah tau sakit, masih saja memaksakan diri" ketua Alexander membawa tubuh istrinya kedalam kamar mandi, dan menaruhnya di bat up, Alexander melepaskan selimut yang menutupi tubuh kecil Alicia, ia pun menyalahkan shower.


Alicia sebenarnya malu, apalagi melihat pria itu terang terangan membuka pakaian ya di depannya. ini hal yang kedua Alicia melihat senjata milik suaminya itu, ia memalingkan muka, ia tidak ingin melihat benda yang membuatnya seperti ini.

__ADS_1


namun Alicia dikagetkan kembali, saat pria itu masuk kedalam bet up besar, dan mendudukkan Alicia di pahanya, ia memeluk tubuh Alicia dari belakang.


"tu-tuan.....aku bisa mandi sendiri" ucap Alicia gugup, ia takut hal seperti semalam terulang kembali. apalagi tangan nakal pria itu menjalar kemana mana, hingga memegang bagian intinya.


__ADS_2