
Alicia menjadi risih, namun ia tak berani menolak, jika ia menolak maka pasti pria itu akan menatap nya tajam hingga nyalinya menciut.
"apa dia masih sakit"
"sedikit"
"kau tidak usah masuk bekerja dulu selama 2 hari, sebaiknya kau istirahat dirumah"
"ti-tidak tuan....saya sudah sehat kok, nanti saya di pecat kalau baru masuk bekerja tapi sudah main bolos bolosan"
"Zayyan yang akan mengurusnya, kau tenang saja"
"tapi...." lagi lagi pria itu akan menatapnya tajam, membuat Alicia takut dan menundukkan kepalanya. ia merasakan nafas pria itu dilehernya, saat menaruh kepala nya di bahu Alicia, sudah lama mereka didalam bet up, namun Alexander masih saja merasa nyaman dalam posisi itu.
"tuan...apa kau tidak berangkat kekantor"
"tidak, hari ini aku ingin diam dirumah" cueknya sambil memainkan bola basket kembar itu. Alicia sudah berkali kali menyingkir kan tangan besar suaminya itu, namun pria itu terus menerus menaruh nya disana.
__ADS_1
Alicia merasa sesuatu mengeras di bokongnya, ia menatap mata suaminya, tampak pria itu menyeringai nakal, membuat Alicia ketakutan dan hendak menjauh.
namun pria itu malah menariknya, dan mencium bibirnya dengan buas lagi. adegannya sama seperti tadi malam, hanya beda tempat.
hari sudah siang.
tampak Alexander menyunggingkan senyumnya hingga membuat para pelayan menatap momen langkah. berbeda dengan Alicia, gadis yang biasanya selalu ceria itu tampak terlihat murung.
*bagaimana bisa aku menikmati permainan pria mesum ini, bahkan aku tidak menolak sama sekali berbeda dengan yang tadi malam, kenapa sekarang terasa nikmat*
Alicia memakan makanannya, ia merasa sangat lelah, rasanya ia ingin tidur dan tak ingin bangun dari mimpi, agar Alicia tidak selalu bersama pria ini.
"ingat pesan ku, hari ini kau harus diam di rumah, dan aku ingin kau ada saat aku pulang"
"tuan...kau bilang kau tidak akan pergi kekantor" tanya Alicia penasaran sekaligus merasa bingung pada suaminya itu.
"kenapa? apa kau ingin aku mengurung mu terus didalam kamar...." ucapnya dengan seringai licik.
__ADS_1
"tidak²” Alexander tersenyum tipis, hampir tidak terlihat saat mendengar ungkapan istrinya yang berbentuk sebuah penolakan itu.
"awalnya aku tidak pergi ke kantor, namun ada urusan mendadak yang harus aku selesaikan"
Alicia hanya mengangguk, Alexander pun pergi ke perusahaan nya diikuti asisten Zayyan dibelakangnya. sementara Alicia masih berada di meja makan, membalas pesan yang dikirim oleh beberapa teman nya.
tiba tiba sebuah panggilan masuk dari nomor yang sangat ia kenal. teman yang selalu ada saat dia susah.
"Alicia....aku merindukanmu....bolehkah hari ini kita bertemu..."
"Anna, aku pikir kau sibuk di luar kota, jadi tidak sempat menghubungiku..." ucap Alicia tersenyum senang, sekaligus bahagia, karma ada teman yang mengajaknya bicara sekarang.
"kau ini, harusnya kau juga menghubungi ku, saat aku tidak menghubungi mu" kesal Anna pura pura merajuk.
Alicia terkekeh geli, ia tak pernah menyangka, jika gadis itu sama sekali tidak bisa berubah, selalu saja seperti dulu saat SMA, merajuk seperti anak kecil yang minta dibelikan permen.
"pokoknya hari ini kau harus ada, aku ingin kau menemuiku di kost san ku sekarang"
__ADS_1
Alicia terdiam sejenak, ia bingung harus melakukan apa, disatu sisi ia sangat merindukan sahabatnya itu, disisi lain, ia tidak di perbolehkan Alexander untuk keluar.