
Alexander melepaskan cengkraman nya, Alicia terbatuk batuk dan menundukkan kepalanya, tak berani menatap pria bermulut pedas itu. "apa kau amnesia? atau kepala mu ini terbentur sesuatu, sehingga kau menjadi lupa diri? bukankah tugasmu melayaniku saat pulang? seharusnya kau sadar diri! kau bukan apa apa tanpa aku!!" sinis Alexander menatap tajam istri kecilnya itu.
Alicia menahan rasa sakit di dada, lantaran perkataan pedas itu menyayat hatinya kembali.
"kau benar tuan.....aku memang sangat bodoh.....aku lupa jika aku hanyalah wanita miskin....sehingga aku tak menyambut mu pulang....."
Alicia berkata dengan menatap mata biru gelap itu, ia tersenyum tulus, senyuman menyakitkan bagi yang melihatnya. Alexander semakin murka, ia menarik kasar tangan kecil Alicia dan mendorongnya ke atas ranjang.
ia merobek pakaian Alicia dengan kasar tak memperdulikan penolakan Alicia, pria itu mengikat tangan Alicia menggunakan dasi nya kearah tiang ranjang, dan menjepit kaki Alicia menggunakan kedua kaki nya.
"hentikan...tuan...aku tidak mau....."
Alexander memaksa hingga Alicia sedikit berteriak karna kesakitan. namun pria itu telah gelap mata, pendengarannya menjadi tuli karna kemarahan didalam dirinya, ia benci jika Alicia pergi tanpa izinnya, ia tidak ingin para pria disana menatap wajah cantik Alicia, membayangkan nya saja sudah membuat Alexander marah.
Alicia menangis, tapi ia tak bisa bergerak, tubuh kecilnya itu di tindih menggunakan tubuh besar Alexander, apalagi kedua tangannya diikat pada pegangan ranjang.
__ADS_1
rasa sakit perlahan mulai menghilang, Alicia berhenti memberontak, Alexander melepaskan ikat tangan istrinya, ia mulai melakukannya dengan lembut.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
"aku benci jika sesuatu yang sudah menjadi milikku di lirik orang lain" bisiknya hingga menempel pada daun telinga Alicia yang dibasahi oleh keringat.
Alicia hanya diam tak menjawab, ia begitu lelah hingga tak mampu menjawab. Alexander semakin erat memeluk tubuh Alicia, ia menempelkan kepalanya pada tengkuk istrinya.
"Once again baby...." bisik Alexander penuh nafsu sembari menciumi wajah Alicia dengan penuh semangat. Alicia menahan dada bidang itu dengan tangan kanan mungilnya.
__ADS_1
"tu-tunggu tuan....aku sangat lapar...." ucap Alicia beralasan, namun perutnya benar benar lapar sekarang.
Alexander tampak mendengus kesal, ia pun melepaskan pelukannya. "baiklah, kita turun makan, namun setelah makan pokoknya kita harus mengulanginya lagi!" tegas Alexander berwajah masam.
Alicia hanya diam dan menundukkan kepalanya, wajahnya bersemu merah, namun hampir tak terlihat. mereka pun mengenakan pakaiannya kembali dan menaiki lift.
sesampainya di ruang makan, Alicia melihat pak jon yang menundukkan kepalanya, seperti tengah dihukum, karna pak jon berdiri di sudut ruangan sambil merentangkan kedua tangannya.
Alicia merasa bingung, ia pun bertanya pada salah satu pelayan disana. "ada apa dengan pak jon...."
"pak jon sedang dihukum nona....karna nona belum kembali tadi"
"apa?" Alicia membulatkan matanya, ia menjadi merasa serba salah, disatu sisi ia ingin menemui sahabatnya, namun konsekuensi nya ia membuat susah orang orang mebsion yang sudah memperlakukan nya dengan baik.
"tuan....aku mohon lepaskan pak jon....dia tidak bersalah, aku yang bersalah karna memaksanya tadi...." ucap Alicia memohon pada Alexander.
__ADS_1
"itu sudah menjadi konsekuensi dari hasil yang kau perbuat! dia harus menerima hukumannya karma berani mengizinkan mu pergi tanpa seizinku!"