MENIKAH DENGAN TUAN MUDA KEJAM

MENIKAH DENGAN TUAN MUDA KEJAM
HAMPA


__ADS_3

Alicia duduk di balkon kamar sebelah. karna ia takut Alexander tiba tiba masuk dan mengetahui jika dirinya sedang menangis. ia menatap bangunan bangunan tinggi yang terlihat jauh dan indah dengan lampu lampu menyala.


"ayah....ibu.....kenapa kalian tidak membawa Alicia....apakah kalian tidak tau? Alicia sangat tersiksa di dunia ini...., tanpa memiliki keluarga yang jelas. Alicia bahkan sudah di buang, oleh keluarga yang mengadopsi Alicia....buat apa mereka mengadopsi Alicia...jika pada akhirnya Alicia di buang.... dan diperlakukan tidak adil...."


Alicia menatap bulan, angin sepoi-sepoi menerpa wajah manisnya. bulan bercahaya dengan begitu terang nya, hingga sedikit menampilkan bayangan Alicia di sana.


Alicia merasa dirinya bukan siapa siapa. dia menjadi semakin minder, tidak percaya diri, dan Alicia semakin malu untuk menunjukkan dirinya. didalam dan di luar, yang ia dapatkan hanyalah penghinaan belaka. dari dulu sampai sekarang tidak ada yang berubah.


karna dia miskin, tidak memiliki keluarga. bahkan Alicia tidak bisa apa apa, keluar taman saja Alexander akan marah, apalagi sampai keluar dari Mension Alexander.


Alicia pernah ketahuan sekali ingin kabur dari rumah, tiba tiba saja pengawal suaminya menangkap nya dan melaporkan pada Alexander, setelah itu Alexander pulang dan menyakitinya.


Alicia bingung harus berbuat apa, yang bisa ia lakukan hanyalah, melayani suaminya dengan baik, kecuali melayani bir*hi suaminya. Alicia merasakan dinginnya malam menembus pori pori kulitnya. air matanya tak berhenti menetes, ia melepaskan semua rasa sakit hatinya dengan menangis. "aku ingin pergi dari kehidupan kejam ini....kalau boleh, izinkan aku pergi..."

__ADS_1


isaknya memandangi kota yang macet. ia iri pada orang orang disana, mereka bisa kemana mana, sementara ia? hanya dikurung bagai burung dalam sangkar.


di ruang pribadi Alexander.


Valentine dan Aurora sudah pergi dari kediaman Alexander. pria itu kembali ke kamar, ia melihat Alicia tengah berbaring di atas sofa, dan menyelimuti tubuhnya sampai leher.


Alexander tak menghiraukan gadis itu, ia menaiki ranjang dan merebahkan dirinya. ia menatap langit langit. "sebenarnya kenapa aku membencinya dan kesal saat melihat dia tidak ada, apa yang terjadi padaku....rasa ini secara bersamaan mengganggu pikiran ku..."


pagi harinya.


Alexander terbangun, ia sudah melihat Alicia yang tengah menyiapkan pakaian nya. ia tetap diam, ia pun berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. setelah selesai beberapa menit, ia keluar, kamar sudah terlihat bersih dan rapi.


"tuan...ini sarapan mu....aku membuatkan mu sup ayam..." ucap Alicia tersenyum tulus, diiringi mata sayu itu. gadis itu terlihat begitu rapuh, bahkan tidak ada tempat untuk gadis itu bersandar. namun Alicia begitu mampu menopang tubuhnya yang rapuh itu. gadis itu masih menunjukkan senyum tulusnya, meski semalaman ia habis menangis.

__ADS_1


Alexander hanya diam, pria itu pun duduk memakan sarapannya. ia begitu lapar, setelah ia melupakan makan malam nya. gadis itu berdiri tak jauh dari pria itu, menunggu pria itu selesai makan.


bahkan Alicia tak berkomentar sedikit pun, meski pria itu tidak menawarkan dirinya makan. meski Alicia tengah menahan rasa lapar. Alicia sebenarnya ingin ikut makan, tapi gadis itu mana berani melakukan hal itu.


bisa bisa ia memancing kemarahan suaminya kembali. ia tidak ingin merusak mood suaminya. karna jika mood suaminya rusak, pasti pria itu akan meninggalkan jam makannya. Alicia tidak ingin hal itu terjadi.


Alicia menundukkan kepalanya, ia sebenarnya ingin menangis, entah kenapa hatinya terasa sangat sedih, Alicia tidak tau apa yang terjadi. namun tiba tiba panggilan suaminya membuyarkan nya.


"aku sudah selesai"


Alicia mendongak keatas, menatap wajah tampan yang berdiri tegap didepannya. "aku....aku akan bereskan..." ucapnya kemudian membawa nampan itu ke dapur.


Alexander hanya diam, mengamati gadis itu berusaha menjalankan tugasnya dengan baik.

__ADS_1


__ADS_2