MENIKAH DENGAN TUAN MUDA KEJAM

MENIKAH DENGAN TUAN MUDA KEJAM
KATA MAAF


__ADS_3

Alexander menatap gadis itu yang tengah menangis. entah kenapa ia tiba tiba saja merasa bersalah, ia kemudian mengusap air mata gadis itu.


"maaf...aku tidak bermaksud begitu .." ungkapan itu membuat Alicia sedikit terkejut.


"jangan salah paham, aku minta maaf karna aku salah berbicara" gerutu Alexander yang masih mempertahankan ego nya.


Alexander kemudian pergi dan mengambil pakaiannya yang disiapkan oleh istrinya. ia mengenakannya langsung didepan Alicia, gadis itu menutup matanya, Alexander tersenyum mesum saat melihat gadis itu menutup matanya.


"cihh...tidak usah berpura pura malu, bukankah kau sering melihat pria telanjang didepan mu" tuduhnya, namun Alicia memilih untuk tidak menjawab.


melihat Alicia tidak menjawab, membuat Alexander menjadi marah, dan yakin jika Alicia benar benar sudah melakukan hal itu dengan pria lain.


Alexander pergi begitu saja tanpa berpamitan, dan tidak mengambil sarapannya, mood nya menjadi rusak hanya karena Alicia tidak menjawab nya tadi.


Alicia menatap mobil mewah itu keluar dari gerbang mension melalui kaca jendela besar. ia kembali meneteskan air mata, teringat saat Alexander mengusap air matanya.


"sebegitu benci kah dirimu padaku..."


Alicia mengambil ponselnya. ia menekan nomor ponsel ibu angkatnya. berdering, namun masih belum di angkat.

__ADS_1


hingga saat sambungan telfon yang kedua,barulah ibu Alicia mengangkat nya.


"halo"


"halo ibu..."


"oh kamu, ada apa kau menelfon ku"


Alicia bingung harus berbicara apa, ia merasa gugup, hingga membuat otaknya berhenti berfikir dengan jernih.


"kalau tidak penting jangan menelfon ku, buang buang waktu saja, bukankah kau sekarang bahagia, hidup menjadi simpanan pria tua yang kaya raya, aku sudah menjualmu, jadi kau bukan bagian dari keluarga kami lagi"


"aku mau pulang...aku tidak mau tinggal disini, jika aku tidak boleh pulang, maka biarkan aku pergi..." tangisnya merasa sakit hati.


dibuang begitu saja, dan di campakkan begitu saja oleh orang orang yang ia sayangi. apakah Alicia terlihat benar benar seperti sampah sekarang.


kalau boleh, Alicia ingin menghancurkan seisi bumi ini, karna semua orang memperlakukan nya sama, hanya hinaan,caci maki yang di lontarkan untuknya.


di Perusahaan Alexander.

__ADS_1


pria itu tampak duduk di kursinya, ia memegang keningnya, kepalanya terasa sakit, pikirannya terus menerus tertuju pada Alicia, istrinya dirumah.


"Zayyan...belikan aku sarapan, aku ingin makan..."


"baik tuan..."


asisten Zayyan memesan makanan diponselnya. tinggal menunggu makanan pesanan nya datang.


"tuan, ada hal penting yang ingin saya sampaikan"


"katakan"


"Nona Argacha kembali ke Amerika tuan, dia memiliki rencana untuk menemui mu bulan depan"


"Argacha.."


Alexander ingat betul, mantan kekasih yang sangat ia cintai dan selalu ia puja, dengan tiba tiba pergi luar negri untuk mencapai cita citanya sebagai seorang pelukis terkenal.


padahal dia bisa saja meminta pada Alexander jika dia mau,namun dia ingin dia meraih cita citanya dengan hasil kerja kerasnya sendiri. kalau boleh jujur, dihati Alexander masih ada rasa suka pada Argacha , jika rasa cinta, Alexander tidak tau.

__ADS_1


tetapi sebentar lagi orang tuanya itu akan mengurus acara pertunangan nya dengan Aurora. Alexander bisa menolaknya, tapi tidak sekarang, karna ia masih ingin bermain main dengan Alicia, membuat gadis itu selalu tersiksa.


__ADS_2