
Alicia terkejut saat pria itu menyuruhnya untuk keluar dari pekerjaan, tentu saja Alicia menolak, ia baru saja bekerja, dan sekarang ia cuti, kemudian ia akan mengundurkan diri, itu tidak mungkin....
Alicia merasa tak enak pada bosnya, apalagi bos nya itu sangat menghargainya, tentu saja Alicia menjadi segan untuk keluar dari pekerjaan.
"tuan...aku mohon....aku harus bekerja, agar aku memiliki tabungan...."
"aku akan memberikan mu pekerjaan....."
"pekerjaan apa tuan..."
"layani aku di atas ranjang!"
deg
jantung Alicia seperti ingin melompat, perkataan pria itu seperti bumerang baginya, menusuk hati, itu pasti.
Alicia menatap mata biru gelap itu yang juga tengah menatapnya, ia kemudian menggeleng cepat.
__ADS_1
"kau pikir aku wanita seperti apa tuan....aku bukan seperti wanita wanita mu itu..." lirih Alicia.
Alexander tertawa sinis, ia merasa Alicia sok jual mahal, ia pun kembali melancarkan rayuan mautnya. "kau jangan berlagak sok suci! aku ingin kau layani aku di atas ranjang! tanpa ada bantahan! lagi pula, kau tidak berhak menolak keinginan ku, kau juga tidak memiliki kuasa atasku, kau jangan lupa tempat asalmu"
lagi lagi Alicia harus mengalah oleh keadaan, pria didepannya ini sangat tidak memiliki hati, terkadang membuatnya merasa nyaman, namun terkadang pria itu juga yang membuatnya ingin pergi dari sisinya.
Alicia rasanya ingin menampar wajah pria itu, namun tidak bisa, mereka sangat dekat, apalagi nafas mereka saling berbenturan.
"kau benar tuan....aku memang gadis miskin, yang diangkat dari panti asuhan, aku tidak memiliki harga diri, aku juga tidak memiliki muka untuk meninggikan harga diriku....sudah sepantasnya tempatku di dekat orang orang rendah....." ucap Alicia berusaha menahan rasa sakit di hatinya.
"jika dengan melukaiku itu membuatmu senang, maka lakukan saja tuan....aku akan menerimanya dengan lapang dada, jika kau begitu menginginkan tubuhku....maka ambillah, lagipula, tubuhku ini sudah kotor, aku bukan gadis yang diimpikan setiap suami nanti....(virgin)"
"Maka sekarang lakukan tugasmu!"
Alexander pun mencium kasar bibir Alicia, bahkan wanita itu sedikit meronta saat kehabisan nafas, namun pria itu malah memperdalam ciumannya, Alexander melepaskan ciumannya saat Alicia hampir pingsan, namun ia kembali mencium nya saat Alicia baru sedikit mengatur oksigen.
Alexander membawa tubuh Alicia keatas, menuju kamar, ia menjatuhkan tubuh Alicia dengan kasar di atas ranjang dan membuka pakaian nya sendiri.
__ADS_1
Alicia menatap kesamping, ia sebagai seorang wanita merasa malu melihat pria seperti itu.
Alexander pun lagi lagi memaksa Alicia untuk melakukannya, Alicia diam diam meneteskan air mata, namun ia segera melapnya, Alexander tau jika Alicia tengah menahan air mata dan suara, namun Alexander yang sudah dipenuhi rasa benci dan amarah tidak memperdulikan nya.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
keesokan harinya.
Alicia tengah berada didepan pintu, seperti biasa, menunggu pria itu pergi menuju perusahaan Alexander, namun pria itu sebelum menuju mobil, ia membalikkan badannya menghadap istri kecilnya didepannya.
"mulai besok kau akan bekerja denganku, tetapi hanya sebagai office girl"
Alicia menatap pria itu tak percaya, bagaimana dia akan unsur diri pada bos nya di restoran, apa yang akan Alicia katakan. "tapi tuan, bagaimana dengan-"
__ADS_1
"asisten Zayyan yang akan mengurusnya, kau tenang saja"