
Alexander justru semakin memeluk erat tubuh istri kecilnya itu, Alicia menjadi sulit bernafas, ia berusaha melepaskan pelukan suaminya.
"tuan....aku sulit bernafas jika seperti ini"
Alexander yang mendengarnya pun terpaksa melonggarkan pelukannya, ia menatap mata coklat bening itu dengan tajam, seringai nakal muncul di wajah tampannya.
ia mendekati telinga Alicia dan membisikkan sesuatu, membuat Alicia merona namun sekaligus sakit hati.
*ada apa denganku....harusnya aku marah dan kesal, bukan malah merasa malu seperti ini*
Alicia terdiam, Alexander pun mengambil kesempatan dengan mencium bibir Alicia. awalnya gadis itu menolak,namun karna tekanan yang diberikan Alexander cukup kuat, ia menjadi susah bergerak.
pintu ruangan diketuk dari luar, asisten Zayyan tampaknya memanggil. "tuan, 3 menit lagi meeting akan dimulai" ujar Zayyan dari luar. Alexander yang baru tersadar jika ia harus melakukan meeting penting dengan para klien pun melepaskan tubuh istrinya.
"kembali bekerja, aku tidak ingin menggaji karyawan yang malas malasan" ucap Alexander pada istrinya.
*apa? malas malasan? bukankah dia yang memanggilku kemari dan menahanku, dasar monster mesum*
namun lagi lagi Alicia menundukkan kepalanya, ia pun segera pergi menuju pantry. Alexander membenarkan jas nya yang rusak karena ulahnya sendiri. ia sebisa mungkin menahan gairahnya yang sudah memuncak itu.
"dam...wanita itu mengapa selalu berada dalam pikiranku"
__ADS_1
Alexander melangkahkan kaki jenjangnya menuju ruangan meeting diikuti asisten Zayyan. para karyawan wanita tak habis habis dibuat melayang melihat ketampanan Alexander, bahkan diam diam memotret Alexander.
sementara itu, Alicia kini berada di bagian kantin, ia diberi tugas oleh ibu manajer nya untuk membantu mencuci piring bekas para chef masak. manajer itu tampak marah marah tak jelas pada Alicia, karna Alicia begitu lama dari ruangan Alexander.
"kau pasti sengaja kan! berlama lama di ruangan tuan Alexander dan berniat menggoda nya"
"itu tidak benar nyonya, saya-" belum sempat berbicara, manajer cantik bertubuh seksi itu memutus pembicaraan nya.
"kau pikir aku percaya pada wanita jal*ng seperti mu, cepat cuci piring nya" bentaknya tak kuasa menahan rasa cemburu.
*sabar Alicia, lagipula kau bukan siapa siapa Alexander, hanya sebagai istri sementara dan sebatas pelayan ranjang nya, jadi kau tidak berhak meminta bantuannya*
menghidangkan pesanannya, padahal itu bukan tugas Alicia, jika wanita itu melawan, maka ia akan dikeroyok oleh para office girl lainnya, ia hanya bisa mematuhi peraturan yang mereka buat.
hari telah berganti sore.
Alicia kembali lebih dulu ke Mension suaminya, ia merasakan lelah yang luar biasa, pekerjaan ini tidak seperti pelayan di restoran, bahkan di restoran saja ia tidak bekerja sesulit ini.
Alicia bahkan masih juga menyiapkan makan malam suaminya dan menyiapkan air mandi suaminya. "kapan aku terbebas dari jeratan pria ini" Alicia menatap nanar pada lengannya yang membiru karna keseleo terllau mengangkat barang berat.
ia juga terjatuh di lantai kamar mandi, hingga membuat kakinya menjadi sakit.
__ADS_1
Alexander kembali, ia berjalan mencari keberadaan istrinya, ia begitu merindukan kehangatan istrinya, dan nafsu yang ia tahan dari tadi siang.
"kemana siput pembangkang itu" Alexander menoleh kearah sumber suara yang ada didalam ruangan kotak obat, ia menuju ruangan tersebut dan melihat istrinya berada disana.
"apa yang kau lakukan" suara bariton nya membuat Alicia terkejut dan segera berdiri.
"t-tuan, kau sudah pulang"
"jangan mengalihkan pembicaraan ku, dan kenapa tubuh milikku itu terluka" Alicia menundukkan kepalanya, membuat Alexander semakin kesal dan mulai berjalan mendekati nya.
Alexander menarik tangan Alicia hingga terjatuh di atas pangkuannya, ia meluruskan salah satu kaki Alicia, dan mulai menatap tajam wanita itu. "kenapa bisa seperti ini"
"i-ini, hanya luka lecet tuan, tidak apa apa"
"tidak apa apa? itu menurutmu, tali bagiku tidak, karna tubuh ini milikku, dan tidak boleh terluka sedikitpun”
*kalau boleh berteriak, aku akan meneriakinya jika tubuh ini milikku, bukan milikmu tuan monster mesum* pekik Alicia dalam hati.
"kau mengumpat ku" Alicia membelalakkan matanya, bagaimana bisa pria itu tau jika ia tengah mengumpatnya.
"t-tidak tuan.."
__ADS_1